Sinyal pasar Bitcoin mulai konstruktif: permintaan di pasar spot dan kontrak perpetual sama sama positif untuk pertama kalinya sejak all time high Oktober 2025, tetapi skalanya masih terbatas. Kenaikan harga didukung oleh perbaikan moving average, pembelian ETF Bitcoin, serta short squeeze setelah pengumuman buyback...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What evidence supports CryptoQuant CEO Ki Young Ju’s claim that Bitcoin’s bear market is effectively over after its surge above $78,000 and. Article summary: The evidence supports a constructive, but not yet definitive, “bear market may be ending” case. The strongest confirmation would be persistence: Ki Young Ju himself described the simultaneous demand turn as modest and sa. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fak
Pemulihan Bitcoin belakangan ini memberi alasan kuat untuk menduga bahwa dasar pasar mulai terbentuk dan tren sedang diperbaiki. Namun, reli tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa bear market telah berakhir.
Hal paling penting bukan sekadar kenaikan harga sekitar 23% sejak 19 Agustus. Sinyal yang lebih berarti adalah perubahan positif secara bersamaan pada permintaan Bitcoin di pasar spot dan kontrak perpetual—untuk pertama kalinya sejak Bitcoin mencetak all-time high pada Oktober 2025.
Ki Young Ju sendiri memasang standar pembuktian yang lebih tinggi daripada sekadar breakout harga. Ia mengatakan skala peningkatan permintaan masih terbatas. Jika tren itu bertahan selama satu bulan lagi, barulah masuk akal untuk menyimpulkan bahwa bear market telah berakhir dan siklus bullish baru dimulai.
Pada awal Agustus, gambaran pasar masih belum lengkap. Permintaan futures dan open interest memang membaik, tetapi permintaan spot berbasis data on-chain masih berada di wilayah net selling. Ju sebelumnya memperingatkan bahwa reli yang hanya dipimpin futures dapat gagal jika permintaan spot tidak ikut pulih.
Perubahan terbaru penting karena reli yang hanya bertumpu pada derivatif dapat diperbesar oleh leverage dan posisi yang terpaksa ditutup. Ketika permintaan spot dan perpetual sama-sama berbalik positif, pemulihan terlihat lebih luas dan tidak sepenuhnya bergantung pada spekulasi di pasar futures. CryptoQuant dan sejumlah laporan lain menyebut ini sebagai pembacaan positif bersamaan pertama sejak puncak Bitcoin pada Oktober 2025.
Inilah bukti paling jelas yang mendukung tesis Ju. Meski demikian, skalanya masih disebut modest atau terbatas. Karena itu, sinyal tersebut lebih tepat dibaca sebagai konfirmasi awal yang sedang diuji, bukan pembalikan siklus yang sudah tuntas.
Bitcoin bergerak dari area pertengahan US$64.000 pada 19 Agustus menuju US$70.000, lalu naik di atas US$77.000. Pergerakan ini disebut sebagai pemulihan sekitar 23% dibandingkan level pada 19 Agustus.
Data teknikal yang tersedia pada 21 Agustus menempatkan Bitcoin di atas moving average 200 hari. Starkiller Capital juga menyatakan bahwa Bitcoin dan Ethereum telah kembali berada di atas moving average 200 hari setelah masing-masing mengalami penurunan sekitar 54% dan 70% dari puncaknya.
Menurut Starkiller, pemulihan Bitcoin ke atas moving average 200 hari pada periode-periode sebelumnya bertepatan dengan berakhirnya bear market. Pola historis ini memang mendukung skenario bullish, tetapi bukan jaminan. Rebut kembali moving average dapat gagal, terutama jika kondisi makroekonomi dan struktur pasar berbeda dari siklus-siklus sebelumnya.
Klaim bahwa Bitcoin juga telah merebut kembali moving average 120 hari dan 20 minggu, atau bahwa penurunan menuju US$50.000 kini tidak mungkin terjadi, masih merupakan interpretasi analis. Klaim tersebut dapat memperkuat narasi teknikal bullish, tetapi belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa risiko penurunan sudah hilang.
Katalis utama pada 19 Agustus adalah keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk setidaknya menggandakan ukuran maksimum operasi buyback obligasi Treasury bertenor panjang, dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi. Laporan yang tersedia mengaitkan pengumuman ini dengan penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang dan lonjakan cepat harga Bitcoin.
Istilahnya penting: laporan yang menjadi rujukan membahas buyback obligasi Treasury, bukan program likuiditas pasar repo.
Pengumuman tersebut juga memicu penutupan paksa posisi short dalam jumlah besar. Sejumlah laporan mencatat lebih dari US$1 miliar likuidasi posisi short kripto dalam waktu singkat. Salah satu estimasi menghitung likuidasi short sekitar US$1,74 miliar, dibandingkan US$173 juta pada posisi long. Pembelian ETF Bitcoin di pasar spot juga telah memberi dukungan sebelum pengumuman Treasury, menurut laporan yang terbit saat itu.
Kombinasi ini menghasilkan sinyal yang bercampur. Imbal hasil yang turun, permintaan ETF, dan membaiknya selera terhadap aset berisiko dapat membantu membangun pemulihan yang berkelanjutan. Namun, likuidasi paksa pada dasarnya adalah pembelian mekanis. Arus tersebut dapat mempercepat kenaikan tanpa membuktikan bahwa investor jangka panjang siap terus menambah kepemilikan pada harga yang lebih tinggi.
Analisis Glassnode sebelum breakout menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Saat itu, Bitcoin diperdagangkan di antara median realized price sekitar US$63.000 dan cost basis pemegang jangka pendek sekitar US$68.700. Volume spot juga berada di level terendah sejak 2019. Seller Exhaustion Constant turun ke level terendah dalam siklus, yang mengindikasikan tekanan jual mulai kehabisan tenaga.
Kondisi tersebut konsisten dengan pasar yang sedang bersiap membentuk pembalikan arah. Namun, kelelahan penjual tidak sama dengan bukti bahwa pembalikan telah terjadi. Glassnode juga menyoroti padatnya leverage long dan menipisnya likuiditas bid. Ringkasan analisis lain menggambarkan pembeli masih belum hadir secara meyakinkan dan pasar masih membutuhkan “game-changer”.
Moving average 200 minggu memberikan perbandingan bullish lain. Indikator ini kerap digunakan sebagai tolok ukur kasar siklus Bitcoin, sementara analisis heatmap historis mengaitkan kedekatan harga dengan moving average tersebut dengan sejumlah dasar pasar sebelumnya. Namun, sumber-sumber yang sama mengingatkan bahwa pola masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan.
Pemulihan tajam tetap dapat terhenti di area resistance. Sejumlah analis mengidentifikasi wilayah sekitar US$80.000 sebagai zona pasokan potensial karena moving average, cost basis pemegang jangka pendek, dan level struktur pasar lain berkumpul di sekitar area tersebut dalam analisis sebelumnya.
Pertanyaan yang lebih berguna bukan apakah Bitcoin sempat menembus angka bulat itu. Yang perlu diamati adalah apakah pasar mampu mencetak penutupan harian dan mingguan yang konsisten di atas resistance, dengan volume spot serta permintaan yang tetap sehat.
Jika breakout terutama digerakkan oleh short covering, risiko pembalikan akan lebih besar setelah pembelian paksa berakhir. Dengan kata lain, Bitcoin perlu menunjukkan adanya pembeli baru yang bertahan, bukan hanya kenaikan cepat karena trader bearish terpaksa menutup posisi.
Satu bulan ke depan menjadi ujian praktis yang tersirat dalam kerangka Ju sendiri. Bukti akan semakin kuat jika:
Guncangan makroekonomi, pembalikan imbal hasil obligasi, dan ketidakpastian politik tetap dapat memicu konsolidasi atau koreksi meskipun titik terendah jangka panjang ternyata sudah terbentuk.
Kesimpulannya, bukti yang tersedia mendukung penilaian hati-hati: Bitcoin mungkin sedang keluar dari bear market, tetapi transisi tersebut belum terkonfirmasi. Perubahan permintaan spot dan perpetual adalah sinyal terkuat. Apakah sinyal itu bertahan setelah efek pengumuman Treasury dan short squeeze mereda akan menjadi penentu sebenarnya.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Sinyal pasar Bitcoin mulai konstruktif: permintaan di pasar spot dan kontrak perpetual sama sama positif untuk pertama kalinya sejak all time high Oktober 2025, tetapi skalanya masih terbatas.
Sinyal pasar Bitcoin mulai konstruktif: permintaan di pasar spot dan kontrak perpetual sama sama positif untuk pertama kalinya sejak all time high Oktober 2025, tetapi skalanya masih terbatas. Kenaikan harga didukung oleh perbaikan moving average, pembelian ETF Bitcoin, serta short squeeze setelah pengumuman buyback obligasi AS yang memicu likuidasi posisi short lebih dari US$1 miliar.
Konfirmasi utama adalah keberlanjutan: permintaan spot dan derivatif harus tetap positif, sementara Bitcoin perlu bertahan di atas area resistance sekitar US$80.000 setelah efek short squeeze mereda.