Usai pertandingan, Messi menjelaskan: "Kenapa saya menangis? Itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Saya melewati beberapa hari yang sulit" . Alasan di baliknya segera terungkap: ayahnya, Jorge Messi, sedang sakit dan tidak bisa bepergian ke Amerika Serikat untuk turnamen ini
.
Keluarga Messi merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Jorge "sedang dalam perawatan medis, dalam masa pemulihan, dan menunjukkan perkembangan positif" . Messi secara terbuka berterima kasih kepada rekan setimnya atas dukungan mereka, dengan mengatakan, "Ini adalah hari-hari yang sulit, karena hal-hal yang jauh dari sepak bola"
.
Sementara sang ayah berhalangan hadir, seluruh keluarga Messi tetap berada di tempat duduk. Istrinya, Antonela Roccuzzo, hadir di GEHA Field at Arrowhead Stadium bersama ketiga putra mereka—Thiago, Mateo, dan Ciro—semuanya mengenakan seragam Argentina dengan nomor punggung 10 .
Setelah pertandingan, Antonela mengirimkan pesan penuh bangga: "Ayo Argentina!!!! Bersamamu selalu @leomessi!!!! Kamu luar biasa!!!" . Messi sendiri kemudian menggambarkan malam itu sebagai "momen yang sangat indah" untuk dibagikan bersama keluarga dan rekan setimnya
.
Di luar drama pribadi, hattrick Messi adalah salah satu penampilan paling signifikan secara statistik dalam sejarah Piala Dunia:
Pemain pertama yang tampil di enam Piala Dunia putra — Dengan melangkah ke lapangan, Messi menjadi pemain pertama yang pernah bermain di enam edisi turnamen .
Hattrick Piala Dunia pertama dalam karirnya — Meskipun telah bersinar selama puluhan tahun, ini adalah hattrick pertama Messi di Piala Dunia. Ia menyelesaikan trigol dalam rentang 16 menit .
Menyamai rekor gol Piala Dunia sepanjang masa Miroslav Klose — Tiga gol itu membawa koleksi turnamennya menjadi 16, menyamai rekor legenda Jerman itu sebagai yang terbanyak dalam sejarah Piala Dunia putra . (Beberapa sumber mencatat bahwa "tampaknya tak terelakkan" bahwa Messi akan melampaui rekor tersebut di pekan-pekan tersisa turnamen
.)
Penampilan internasional ke-200 — Pertandingan ini menandai penampilannya yang ke-200 untuk Argentina, memperpanjang rekor sepanjang masa untuk Albiceleste . Ia bergabung dengan grup elit yang hanya terdiri dari Cristiano Ronaldo (228) dan Bader Al-Mutawa dari Kuwait (202)
.
Pemain tertua yang mencetak hattrick Piala Dunia — Pada usia 38 tahun 357 hari, Messi menjadi pemain tertua yang mencetak hattrick dalam sejarah kompetisi, melampaui Cristiano Ronaldo yang mencetak hattrick melawan Spanyol pada 2018 di usia 33 tahun .
Mencetak gol di lima Piala Dunia berbeda — Messi bergabung dengan Cristiano Ronaldo sebagai dua-satunya pemain yang mencetak gol di lima edisi turnamen yang terpisah . Hattrick ini juga bertepatan dengan peringatan 20 tahun debut Piala Dunia Messi melawan Serbia dan Montenegro pada tahun 2006
.
Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 Messi bukan sekadar pertandingan sepak bola—ini adalah potret mentah dan tanpa filter dari seorang pemain yang memikul beban keluarga, sejarah, dan ekspektasi sekaligus.
Saat ia meninggalkan lapangan dengan sambutan hangat, berusaha menahan air matanya lagi , Messi telah menyamai rekor gol terhebat dalam sejarah Piala Dunia sambil mengungkapkan bahwa beberapa kemenangan sangat bersifat pribadi. Hattrick-nya untuk Argentina adalah yang kelima dalam sejarah Piala Dunia negara itu
, tapi ini adalah yang pertama yang menceritakan sebuah kisah yang jauh melampaui skor akhir.
Comments
0 comments