Saham Delivery Hero melonjak setelah Prosus menjual sekitar 5% saham ke investor aktivis Aspex senilai sekitar €335 juta dengan harga premium, menandakan tekanan baru untuk restrukturisasi perusahaan. Kepemilikan Aspex naik menjadi sekitar 15%, sementara CEO sekaligus pendiri Niklas Östberg mengumumkan akan mundur p...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What drove Delivery Hero shares to post their best week ever since its 2017 listing, and how did Prosus’ stake sale to activist investor Asp. Article summary: Delivery Hero’s rally was driven less by operating news and more by a rapid shift in control expectations: investors began pricing in a faster dismantling of the group, tighter activist influence, asset sales, and a CEO . Topic tags: general, news, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "* [About us](https://www.prosus.com/about-us). * [News & insights](https://www.prosus.com/news-insights). * [Next Slide](https://www.prosus.com/news-insights/2026/prosus-sell" source context "Prosus sells 5% interest in Delivery Hero to Aspex Management" Reference image 2: visual subject "Shares in Delivery Hero climbed af
Lonjakan tajam saham Delivery Hero pada Mei 2026 bukan dipicu oleh laporan kinerja keuangan atau pertumbuhan bisnis. Sebaliknya, pasar bereaksi terhadap perubahan cepat dalam struktur kepemilikan dan sinyal tata kelola perusahaan yang membuka kemungkinan restrukturisasi besar—bahkan pembongkaran sebagian bisnis.
Beberapa peristiwa terjadi hampir bersamaan: Prosus menjual sebagian sahamnya, investor aktivis Aspex Management meningkatkan pengaruhnya, CEO sekaligus pendiri mengumumkan rencana mundur, dan muncul laporan tentang kemungkinan penjualan aset utama. Kombinasi ini mengubah cara investor menilai masa depan platform pengantaran makanan global tersebut.
Katalis paling langsung datang dari langkah Prosus yang menjual sekitar 5% saham Delivery Hero kepada Aspex Management, manajer aset yang berbasis di Hong Kong.
Transaksi tersebut mencakup 15.188.284 saham dengan harga €22 per saham, menghasilkan sekitar €335 juta. Harga ini sekitar 22% lebih tinggi dibanding rata‑rata harga berbobot volume selama 30 hari (VWAP) .
Dalam pasar saham, pembelian blok besar dengan harga premium biasanya dianggap sebagai sinyal kuat: pembeli institusional percaya aset tersebut masih undervalued. Karena itu, pasar melihat langkah ini sebagai pergeseran pengaruh menuju investor yang kemungkinan akan mendorong perubahan strategis.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Aspex meningkat menjadi sekitar 15%, menjadikannya salah satu pemegang saham paling berpengaruh di Delivery Hero dan meningkatkan tekanan pada manajemen untuk membuka nilai perusahaan .
Langkah Prosus juga merupakan bagian dari pengurangan kepemilikannya yang lebih luas di Delivery Hero. Sebelumnya, Prosus telah menjual sekitar 4,5% sahamnya kepada Uber, sebagai bagian dari komitmen regulasi terkait akuisisi Just Eat Takeaway.com .
Tekanan dari investor semakin terlihat ketika Delivery Hero mengonfirmasi bahwa CEO dan co‑founder Niklas Östberg akan mengundurkan diri paling lambat 31 Maret 2027, mengakhiri sekitar 15 tahun kepemimpinannya .
Dewan pengawas perusahaan telah memulai pencarian pengganti, sementara Östberg akan tetap memimpin proses tinjauan strategi perusahaan selama masa transisi .
Dalam dunia investasi, perubahan kepemimpinan sering menjadi bagian dari kampanye investor aktivis untuk merombak strategi perusahaan. Aspex sendiri sebelumnya telah menyerukan perubahan besar dalam tim manajemen sebelum meningkatkan kepemilikannya di Delivery Hero .
Bagi investor, transisi ini memberi sinyal bahwa perusahaan mungkin akan beralih fokus—dari ekspansi global agresif menuju penyederhanaan portofolio bisnis dan peningkatan profitabilitas.
Spekulasi restrukturisasi semakin kuat setelah muncul laporan bahwa Delivery Hero sedang mempertimbangkan menjual Woowa Brothers, perusahaan di balik aplikasi pengantaran makanan terbesar di Korea Selatan, Baedal Minjok (Baemin).
Menurut sumber industri perbankan investasi, perusahaan menargetkan valuasi sekitar ₩8 triliun (sekitar $5,3 miliar) untuk bisnis tersebut dan telah menunjuk JPMorgan sebagai penasihat penjualan, dengan materi penawaran awal (teaser) dikirim ke calon pembeli strategis maupun investor keuangan .
Jika benar terjadi, langkah ini cukup simbolis. Delivery Hero sebelumnya mengakuisisi Woowa Brothers dalam kesepakatan sekitar $4 miliar yang diumumkan pada 2019, salah satu konsolidasi terbesar di sektor pengantaran makanan global saat itu .
Menjualnya sekarang akan menandakan perubahan strategi yang jelas: dari ekspansi agresif menuju rasionalisasi portofolio—jenis langkah yang sering didorong investor aktivis.
Selama bertahun‑tahun, Delivery Hero berkembang sebagai kumpulan bisnis pengantaran regional yang tersebar di Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Model ini membantu pertumbuhan pesat selama era pandemi, tetapi juga menciptakan struktur perusahaan yang kompleks. Banyak investor berpendapat bahwa kompleksitas ini menyulitkan pasar untuk menilai nilai sebenarnya dari tiap unit bisnis.
Rangkaian peristiwa pada 2026—
mendorong investor memperkirakan penyederhanaan strategi yang lebih cepat. Ini bisa berupa penjualan unit regional, spin‑off bisnis tertentu, atau fokus pada lebih sedikit pasar yang sudah menguntungkan.
Meski harga saham sudah melonjak, arah akhirnya masih belum pasti.
Proses penjualan Woowa Brothers masih dalam tahap laporan media dan belum dikonfirmasi sebagai transaksi final. Delivery Hero juga belum mengumumkan rencana resmi untuk membongkar atau memecah perusahaan.
Namun satu hal cukup jelas: investor kini semakin mengharapkan Delivery Hero bergerak dari model portofolio global yang luas menuju struktur yang lebih ramping. Bagaimana tepatnya perubahan itu terjadi—melalui divestasi selektif atau restrukturisasi yang lebih besar—akan sangat bergantung pada keputusan manajemen, dewan direksi, dan para pemegang saham besar seperti Aspex dalam beberapa bulan ke depan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Saham Delivery Hero melonjak setelah Prosus menjual sekitar 5% saham ke investor aktivis Aspex senilai sekitar €335 juta dengan harga premium, menandakan tekanan baru untuk restrukturisasi perusahaan.
Saham Delivery Hero melonjak setelah Prosus menjual sekitar 5% saham ke investor aktivis Aspex senilai sekitar €335 juta dengan harga premium, menandakan tekanan baru untuk restrukturisasi perusahaan. Kepemilikan Aspex naik menjadi sekitar 15%, sementara CEO sekaligus pendiri Niklas Östberg mengumumkan akan mundur paling lambat 31 Maret 2027.
Laporan bahwa Delivery Hero sedang mempertimbangkan penjualan Woowa Brothers—operator aplikasi Baemin di Korea Selatan—memperkuat spekulasi bahwa perusahaan akan melepas beberapa aset besar.