Uber membuat langkah yang mengejutkan di industri food‑delivery global: perusahaan ini dengan cepat meningkatkan kepemilikannya di Delivery Hero hingga sekitar 19,5% dari total saham yang beredar. Kenaikan tajam dari sebelumnya sekitar 7% ini langsung menjadikan Uber pemegang saham terbesar di perusahaan asal Berlin tersebut.
Nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar €1,7 miliar, dan Uber juga memiliki opsi untuk membeli tambahan sekitar 5,6% saham lagi di masa depan.
Belum ada pengumuman resmi mengenai akuisisi penuh. Namun kecepatan dan besarnya pembelian saham ini membuat banyak investor menilai langkah tersebut sebagai posisi strategis menuju kemungkinan takeover, bukan sekadar investasi pasif.
Dengan sekitar 19,5% saham, Uber kini berada pada posisi yang sangat berpengaruh di struktur kepemilikan Delivery Hero.
Beberapa poin penting:
Jika opsi tersebut dieksekusi, eksposur Uber terhadap Delivery Hero bisa mendekati seperempat perusahaan, level yang cukup signifikan dalam voting pemegang saham.
Strategi Uber juga sangat dipengaruhi oleh aturan takeover di Jerman.
Menurut German Securities Acquisition and Takeover Act (WpÜG), seseorang atau perusahaan dianggap memperoleh kontrol atas perusahaan publik jika memiliki setidaknya 30% hak suara. Jika ambang ini terlampaui, investor biasanya wajib mengajukan tawaran pembelian kepada semua pemegang saham lainnya.
Artinya:
Dengan tetap berada di sekitar 19,5%, Uber memperoleh pengaruh besar tanpa langsung memicu kewajiban takeover yang bisa menelan biaya miliaran euro tambahan.
Langkah Uber juga dipandang sebagai bagian dari tren yang lebih besar: konsolidasi global di industri pengantaran makanan.
Pasar ini semakin didominasi oleh beberapa pemain besar seperti Uber Eats dan DoorDash. Dalam konteks itu, memperluas skala internasional menjadi sangat penting. Laporan media menyebut Uber bahkan sedang mempelajari kemungkinan mengakuisisi Delivery Hero secara penuh untuk memperkuat posisinya di luar Amerika Serikat—terutama menghadapi DoorDash.
Kesepakatan pembelian saham dari investor besar Prosus juga disebut sebagai contoh ekspansi perusahaan delivery Amerika di pasar Eropa.
Delivery Hero memiliki salah satu jaringan operasi food‑delivery paling luas di dunia.
Perusahaan ini menjalankan berbagai merek lokal di:
Bagi Uber, mengendalikan perusahaan tersebut bisa memberi beberapa keuntungan strategis:
Dalam bisnis delivery, semakin banyak pesanan di suatu wilayah berarti rute bisa dioptimalkan dan biaya per pengiriman bisa ditekan.
Salah satu pemicu kenaikan cepat kepemilikan Uber adalah penjualan saham oleh investor teknologi Belanda Prosus.
Prosus menjual sekitar 4,5% saham Delivery Hero kepada Uber dengan nilai sekitar €270 juta, langsung memperbesar posisi Uber di perusahaan tersebut.
Penjualan ini juga terkait dengan tekanan regulasi Eropa terhadap Prosus setelah akuisisinya atas Just Eat Takeaway, yang mendorong perusahaan tersebut mengurangi kepemilikannya di Delivery Hero.
Harga saham Delivery Hero yang meningkat memberi dampak ganda.
Di satu sisi, kenaikan ini memperkuat valuasi perusahaan. Namun di sisi lain, jika Uber benar‑benar ingin melakukan akuisisi penuh, biaya yang harus dibayar juga akan jauh lebih besar, karena biasanya takeover memerlukan premi harga untuk meyakinkan pemegang saham.
Kasus sebelumnya menunjukkan bahwa regulator bisa menjadi penghalang serius.
Otoritas persaingan usaha Taiwan sempat memblokir rencana Uber membeli bisnis Foodpanda milik Delivery Hero di Taiwan senilai sekitar $950 juta, karena dikhawatirkan menciptakan pangsa pasar lebih dari 90%.
Uber akhirnya membatalkan transaksi tersebut dan harus membayar biaya pembatalan sekitar $250 juta.
Kasus ini menunjukkan bahwa regulator dapat menolak penggabungan bisnis Uber dan Delivery Hero—terutama di pasar di mana keduanya sudah menjadi pesaing langsung.
Untuk saat ini, kepemilikan Uber tampaknya lebih merupakan opsi strategis daripada kepastian akuisisi.
Dengan posisi sekitar 19,5%, Uber bisa:
Keputusan akhir kemungkinan akan bergantung pada tiga hal utama: valuasi perusahaan, hambatan regulasi di berbagai pasar, dan persaingan global dengan DoorDash.
Yang jelas, dengan hampir seperlima saham di tangan, Uber kini berada sangat dekat dengan pusat keputusan strategis Delivery Hero—tanpa harus langsung melangkah ke akuisisi penuh.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Uber meningkatkan kepemilikannya di Delivery Hero menjadi sekitar 19,5% senilai kira‑kira €1,7 miliar dan kini menjadi pemegang saham terbesar, namun masih di bawah ambang 30% yang memicu kewajiban tender offer di Jer...
Uber meningkatkan kepemilikannya di Delivery Hero menjadi sekitar 19,5% senilai kira‑kira €1,7 miliar dan kini menjadi pemegang saham terbesar, namun masih di bawah ambang 30% yang memicu kewajiban tender offer di Jer... Langkah ini dipandang sebagai bagian dari konsolidasi industri food‑delivery global dan strategi Uber untuk memperkuat posisi internasionalnya melawan DoorDash.
Faktor seperti penjualan saham Prosus, kenaikan harga saham Delivery Hero, serta kegagalan akuisisi Foodpanda Taiwan menunjukkan peluang akuisisi ada—namun tidak tanpa risiko regulasi dan biaya besar.