Angka-angka dari beberapa laporan itu tidak identik, tetapi arahnya sama: trader bersedia memburu token yang terkait dengan tema RWA . Dengan kata lain, ini bukan sekadar lilin hijau harian; ada narasi yang sedang dibeli pasar.
Jupiter menambahkan sisi lain dari rotasi ini. Liputan pasar altcoin terbaru memasukkan JUP bersama ONDO dan beberapa token lain yang tiba-tiba bergerak kencang . Analisis 2026 yang lebih panjang menempatkan Jupiter sebagai bagian dari infrastruktur DeFi berkecepatan tinggi di Solana, sementara Ondo diposisikan di antara proyek yang terkait dengan aset tertokenisasi dan arus kas sintetis
.
Jika digabung, pesannya bukan bahwa semua altcoin sudah sehat. Pesannya lebih sempit: modal mulai mengejar tema yang mudah dikenali, terutama RWA, infrastruktur DeFi, dan token yang sedang punya momentum baru .
Altseason bukan label untuk satu-dua token yang naik tajam. Altseason adalah soal seberapa luas altcoin mengalahkan Bitcoin. Metode CoinMarketCap mendefinisikan Altcoin Season sebagai periode ketika 75% dari 100 koin teratas, di luar stablecoin dan beberapa token berbasis aset, mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir .
BlockchainCenter memakai ambang serupa, yaitu 75% dari 50 koin teratas harus mengalahkan Bitcoin dalam periode 90 hari. Pada 9 Mei 2026, BlockchainCenter menunjukkan Altcoin Season Index di angka 35 dengan status bahwa saat itu bukan Altcoin Season .
Komentar pasar MEXC juga menyebut pembacaan indeks 35 masih berada kuat di wilayah Bitcoin Season, meski grafik jangka panjang memberi sinyal kemungkinan rotasi di masa depan . Inilah perbedaan pentingnya: ONDO dan JUP bisa naik, tetapi mayoritas altcoin besar masih belum tentu mengalahkan Bitcoin dalam uji 90 hari
.
Outlook Crypto.com untuk Mei 2026 menggambarkan Altcoin Season Index masih berada di kisaran awal 30-an, yang menguatkan gambaran fase pasar masih dipimpin Bitcoin. Pada saat yang sama, Crypto.com mencatat adanya rotasi ke aset dengan pencapaian atau katalis yang lebih konkret . Snapshot Phemex juga menyebut rotasi sektoral dan selera risiko yang selektif, bukan reli besar-besaran di semua altcoin
.
Sebagian analis memperkirakan pola pilih-pilih ini akan bertahan. ForkLog melaporkan kepala analis CoinEx Research, Jeff Ko, memprediksi tidak adanya altcoin season tradisional pada 2026 dan menyebut likuiditas kemungkinan akan sangat selektif, bukan mengangkat seluruh deretan altcoin kecil . Analisis AInvest juga menilai pertumbuhan altcoin pada 2026 bisa lebih terstruktur di sekitar tokenisasi RWA dan infrastruktur DeFi, bukan spekulasi menyeluruh
.
Ada tiga hal yang paling penting sebelum pasar layak disebut masuk altseason:
Reli ONDO dan Jupiter adalah bukti yang cukup kuat bahwa selera risiko terhadap altcoin mulai membaik . Namun, reli itu belum menjadi bukti kuat bahwa altseason sudah tiba.
Judul besarnya lebih tepat disebut rotasi selektif: trader menghargai narasi RWA dan DeFi, sementara indikator pasar yang lebih luas masih menunjukkan Bitcoin memimpin atau altcoin belum cukup banyak mengalahkan BTC menurut patokan 75% .
Comments
0 comments