Kelompok spionase yang diduga terkait China mengeksploitasi celah kritis pada BeyondTrust Remote Support sebelum patch tersedia. Menurut Google dan Mandiant, para penyerang mengambil alih perangkat hingga tingkat root dan menjangkau kredensial yang disimpan atau ditangani oleh produk tersebut.
1
12
Bagi organisasi yang menggunakan perangkat Remote Support yang dikelola sendiri, memperbarui perangkat lunak saja belum cukup. Perangkat yang mungkin terpapar juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah sudah disusupi.
12
Celah yang membuka jalan bagi penyerang
CVE-2026-102764 memiliki skor 9,3 pada CVSS 4.0 dan berdampak pada BeyondTrust Remote Support versi 26.2.3 ke bawah yang belum mendapat patch.
2
3
18 Masalahnya adalah komponen pesan internal tidak memvalidasi asal pesan dengan memadai. Akibatnya, penyerang jarak jauh tanpa autentikasi dapat menyamar sebagai komponen tepercaya dan melakukan operasi file pada perangkat.
2
18
Google dan Mandiant melaporkan bahwa celah ini digunakan untuk masuk ke perangkat, lalu meningkatkan hak akses hingga memperoleh kendali root pada sistem operasi perangkat tersebut.
1
3 Dengan akses itu, penyerang dapat menjangkau kredensial yang disimpan atau dikelola melalui produk, serta berpotensi menjadikan perangkat sebagai pijakan untuk bergerak lebih jauh di dalam jaringan.
3
12
Temuan soal kelompok dan perangkat yang digunakan
Google dan Mandiant mengaitkan aktivitas tersebut dengan Armory Castle, kelompok yang sebelumnya dilacak dengan nama UNC5221 dan diduga terkait China.
1 Sejumlah laporan juga menyebut alat yang digunakan bernama Sawfly, sebuah web shell PHP, dan Bareclaw, alat tunneling SOCKS5.
28
33 Keduanya disebut dalam konteks mempertahankan akses dan memungkinkan aktivitas lanjutan dari perangkat yang disusupi.
Namun, informasi yang tersedia tidak memastikan seluruh detail operasi yang dikaitkan dengan kampanye ini. Karena itu, klaim spesifik mengenai berkas yang dicuri atau cara persis data dikeluarkan dari jaringan perlu disikapi dengan hati-hati.
Kronologi eksploitasi dan patch
Laporan menempatkan eksploitasi pada akhir Agustus 2026, sebelum BeyondTrust mengungkap celah tersebut kepada publik. Salah satu laporan menyebut aktivitas pertama terjadi pada 29 Agustus, dengan serangan terhadap satu instans BeyondTrust yang di-host oleh penyedia serta satu perangkat yang dikelola sendiri.
1
19
BeyondTrust merilis perbaikan pada 8 Oktober dan menyatakan seluruh pelanggan SaaS-nya telah mendapat patch pada 9 Oktober. Perusahaan mengungkap CVE-2026-102764 melalui imbauan keamanan BT26-05 pada 15 Oktober.
1
7
Untuk instalasi Remote Support mandiri versi 24.3.1 hingga 26.2.3, patch yang disebut dalam laporan adalah BT26-05-RS. Instalasi versi yang lebih lama perlu diperbarui terlebih dahulu sebelum patch tersebut dapat diterapkan.
1
Langkah yang perlu dilakukan organisasi
- Periksa produk dan versinya. Pastikan apakah ada perangkat Remote Support yang dikelola sendiri dan masih memakai versi 26.2.3 atau lebih lama tanpa patch. Jangan menganggap perangkat mandiri otomatis menerima pembaruan yang diterapkan pada layanan SaaS.
1
18
- Pasang perbaikan sesuai panduan vendor. Ikuti petunjuk patch untuk versi yang digunakan, termasuk jalur pembaruan yang diwajibkan bagi versi lama.
1
- Periksa kemungkinan kompromi. Google dan Mandiant menyarankan organisasi memperlakukan perangkat mandiri yang terpapar sebagai kemungkinan sudah disusupi, mengingat laporan akses root, paparan kredensial, dan risiko pergerakan ke sistem lain.
12
- Tinjau kredensial dan sistem yang terhubung. Pemeriksaan insiden sebaiknya mencakup perangkat tersebut serta akun atau sistem yang dapat diaksesnya, karena penyerang dilaporkan menjangkau kredensial dan membangun pijakan untuk pergerakan lateral.
3
12
Patch mencegah eksploitasi celah yang diketahui, tetapi tidak menjawab apakah perangkat sudah diakses sebelum perbaikan dipasang. Karena itu, pembaruan dan pemeriksaan kemungkinan kompromi merupakan dua langkah yang berbeda.
1
12