Stellantis dan Dongfeng menyepakati investasi lebih dari 8 miliar yuan (sekitar $1,2 miliar) untuk memperkuat joint venture DPCA dan memproduksi mobil listrik Peugeot serta Jeep di Wuhan mulai 2027.[5][16] Pabrik Wuhan diproyeksikan memproduksi empat model baru: dua EV Peugeot dan dua SUV off‑road listrik Jeep untuk...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does the new Stellantis-Dongfeng strategic agreement involve in terms of investment size, EV production plans at the Wuhan DPCA plant,. Article summary: Stellantis and Dongfeng’s new agreement is a roughly €1 billion / more than 8 billion yuan / about $1.2 billion plan to reinforce their DPCA joint venture, centered on producing new electrified Peugeot and Jeep models in. Topic tags: general, general web, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Production under the agreement is due to commence in 2027, with the overall project involving investment exceeding 8bn yuan. Stellantis has signed an agreement with China’s Dongfen" source context "Stellantis, Dongfeng agree €1bn China EV production venture" Reference image 2: visual subject "# Stellantis, Dongfeng strike $
Stellantis dan produsen otomotif milik negara China, Dongfeng Motor, menandatangani perjanjian kerja sama strategis baru yang memperluas joint venture lama mereka dan mengalokasikan investasi sekitar 8 miliar yuan (sekitar €1 miliar atau $1,2 miliar) untuk produksi kendaraan listrik di China.
Fokus utama proyek ini adalah menghidupkan kembali produksi di fasilitas Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) di Wuhan serta memulai produksi model listrik baru dari Peugeot dan Jeep mulai sekitar tahun 2027. Selain manufaktur, kesepakatan ini juga mencakup kerja sama yang lebih luas dalam penelitian, teknologi kendaraan, dan ekspansi global.
Kesepakatan baru ini memperkuat kemitraan Stellantis–Dongfeng yang sudah berlangsung lebih dari tiga dekade melalui joint venture DPCA.
Beberapa poin utama investasi:
Investasi ini bertujuan memodernisasi operasi DPCA yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan karena produsen mobil Barat kehilangan pangsa pasar di sektor kendaraan listrik China yang berkembang sangat cepat.
Produksi kendaraan akan difokuskan di kompleks manufaktur DPCA di Wuhan, dengan target pasar domestik China sekaligus pasar internasional.
Rencana produksi utama meliputi:
Pendekatan ini mencerminkan tren yang semakin umum di industri otomotif: produsen global memanfaatkan rantai pasok EV China yang matang serta biaya produksi yang lebih efisien.
Nama model spesifik belum diumumkan, tetapi laporan industri menyebut pabrik Wuhan akan memproduksi empat kendaraan baru pada tahap awal:
Model Peugeot diperkirakan mengadopsi bahasa desain yang diperkenalkan melalui konsep yang dipamerkan pada Beijing Auto Show 2026, meskipun spesifikasi final dan jadwal peluncuran belum diumumkan secara resmi.
Bagi Jeep, proyek ini juga menandai kembalinya produksi merek tersebut di China, setelah operasi joint venture sebelumnya dihentikan beberapa tahun lalu.
Selain produksi kendaraan, kedua perusahaan juga menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk memperluas kolaborasi teknologi dan pengembangan kendaraan.
Area kerja sama yang direncanakan antara lain:
Namun, perusahaan belum merinci bagaimana pembagian pengembangan teknologi, kepemilikan kekayaan intelektual, atau penggunaan platform kendaraan akan diatur.
Kesepakatan dengan Dongfeng merupakan bagian dari strategi Stellantis untuk memperkuat kembali posisinya di China sekaligus mempercepat transformasi menuju kendaraan listrik secara global.
China merupakan pasar mobil terbesar di dunia sekaligus pusat inovasi EV, sehingga kemitraan lokal menjadi semakin penting bagi produsen Barat yang ingin tetap kompetitif.
Stellantis sebelumnya juga melakukan langkah serupa melalui investasi €1,5 miliar di perusahaan EV China, Leapmotor, yang memberi Stellantis kepemilikan strategis sekaligus membentuk joint venture untuk memperluas penjualan kendaraan Leapmotor ke pasar internasional.
Secara keseluruhan, strategi Stellantis terlihat jelas:
Jika rencana ini berjalan sesuai target, fasilitas DPCA di Wuhan berpotensi menjadi pusat produksi penting bagi Stellantis—melayani pasar domestik China sekaligus menjadi basis ekspor kendaraan listrik ke berbagai negara.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Stellantis dan Dongfeng menyepakati investasi lebih dari 8 miliar yuan (sekitar $1,2 miliar) untuk memperkuat joint venture DPCA dan memproduksi mobil listrik Peugeot serta Jeep di Wuhan mulai 2027.[5][16]
Stellantis dan Dongfeng menyepakati investasi lebih dari 8 miliar yuan (sekitar $1,2 miliar) untuk memperkuat joint venture DPCA dan memproduksi mobil listrik Peugeot serta Jeep di Wuhan mulai 2027.[5][16] Pabrik Wuhan diproyeksikan memproduksi empat model baru: dua EV Peugeot dan dua SUV off‑road listrik Jeep untuk pasar China dan ekspor global.[4][10]
Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi Stellantis yang semakin mengandalkan kemitraan teknologi dan manufaktur di China untuk memperkuat posisi di pasar EV global.