Spotify mengumumkan bahwa platform podcast mereka—termasuk Spotify for Creators dan Megaphone—akan mendukung teknologi streaming HLS milik Apple untuk video podcast.
Artinya, podcast video yang dihosting melalui ekosistem Spotify nantinya bisa didistribusikan ke Apple Podcasts tanpa perlu membangun sistem publikasi khusus untuk platform Apple.
Apple sendiri memperkenalkan dukungan video podcast berbasis HLS pada 2026 untuk meningkatkan pengalaman streaming di berbagai perangkat dan web. Teknologi ini mampu menyesuaikan kualitas video secara otomatis berdasarkan kecepatan internet pengguna, sehingga pemutaran tetap stabil baik di Wi‑Fi cepat maupun jaringan seluler yang lebih lambat.
Bagi kreator, dampaknya cukup praktis: satu infrastruktur distribusi dapat menjangkau lebih dari satu platform besar.
Adopsi HLS bukan hanya soal kompatibilitas teknis. Perubahan ini juga membuka peluang pendapatan tambahan.
Ketika integrasi ini berjalan penuh, video podcast yang dihosting melalui Spotify berpotensi didistribusikan sekaligus dimonetisasi di Apple Podcasts.
Apple telah menambahkan fitur monetisasi video podcast berbasis HLS, termasuk dynamic ad insertion—penyisipan iklan secara dinamis di dalam episode video, bahkan untuk iklan yang dibacakan langsung oleh host.
Sementara itu, Spotify sendiri menawarkan berbagai alat monetisasi melalui Spotify Partner Program, yang menggabungkan pendapatan dari iklan dan sumber lainnya bagi kreator yang memenuhi syarat.
Dengan begitu, kreator dapat memanfaatkan dua ekosistem sekaligus untuk menghasilkan pendapatan dari konten video podcast mereka.
Salah satu poin penting dari pengumuman ini adalah bahwa kreator tidak perlu mengubah banyak hal dalam proses produksi mereka.
Spotify menyebut integrasi HLS dirancang agar podcast yang dihosting di platformnya dapat didistribusikan ke Spotify dan Apple Podcasts tanpa perlu mengubah pengaturan yang sudah ada.
Dalam praktiknya, hal ini bisa berarti:
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, distribusi video podcast bisa semakin mendekati model podcast tradisional: publikasikan sekali, lalu distribusikan ke banyak platform.
Spotify dan Apple sudah lama bersaing di bidang podcast, layanan langganan, dan ekosistem kreator. Karena itu, keputusan Spotify untuk mengadopsi teknologi streaming milik Apple cukup menarik perhatian.
Alih‑alih membuat format video yang berbeda dan eksklusif, Spotify memilih menggunakan standar yang sudah diperkenalkan Apple. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan cepat video podcast mungkin mendorong platform besar untuk lebih terbuka terhadap interoperabilitas teknis, meskipun tetap bersaing dalam fitur dan monetisasi.
Selain mengadopsi HLS, Spotify juga memperluas infrastruktur distribusi video podcast mereka.
Perusahaan ini mengaktifkan Distribution API untuk lima layanan hosting podcast:
Dengan integrasi ini, kreator yang menggunakan layanan hosting tersebut dapat mempublikasikan video podcast langsung ke Spotify melalui API tanpa harus mengubah workflow mereka.
Podcast yang memenuhi syarat juga dapat menghasilkan pendapatan melalui Spotify Partner Program.
Jika dilihat secara keseluruhan, dua langkah Spotify—mengadopsi HLS Apple dan memperluas Distribution API—menunjukkan kemungkinan perubahan arah industri.
Alih‑alih setiap platform menggunakan format video tertutup, ekosistem video podcast bisa mulai bergerak menuju standar teknis yang lebih terbuka dan interoperabel. Dengan pendekatan ini, kreator dapat menghosting konten di satu tempat dan mendistribusikannya secara luas ke berbagai platform.
Namun, interoperabilitas tidak berarti semua hal akan menjadi seragam. Platform seperti Spotify dan Apple tetap akan mempertahankan kontrol atas fitur penting seperti sistem rekomendasi, analitik, dan monetisasi.
Meski begitu, satu hal menjadi jelas: langkah ini berpotensi menurunkan hambatan teknis bagi kreator video podcast—membuat mereka lebih mudah menjangkau audiens di mana pun orang memilih untuk menonton atau mendengarkan.