Perubahan ini menghentikan rangkaian inflow selama beberapa minggu sebelumnya dan mengindikasikan investor institusional mulai mengambil posisi lebih defensif.
Arus keluar ETF penting karena dana tersebut harus menjual Bitcoin di pasar untuk memenuhi penarikan investor, yang berarti tekanan jual bisa langsung mempengaruhi harga BTC.
Selain arus dana, metrik aktivitas jaringan juga menunjukkan tanda perlambatan.
Beberapa analisis mencatat jumlah alamat Bitcoin aktif menurun sekitar 30% dari puncaknya dan bahkan mendekati level terendah dalam beberapa tahun.
Penurunan ini mencerminkan:
Aktivitas jaringan yang menurun tidak selalu berarti adopsi jangka panjang menurun. Namun dalam banyak siklus pasar kripto, kondisi ini sering muncul ketika euforia mulai mereda.
Semua sinyal ini terjadi setelah koreksi besar dari puncak harga sebelumnya.
Bitcoin mencapai sekitar $126.000 pada Oktober 2025, lalu turun ke kisaran pertengahan $60.000, atau sekitar penurunan 45%–50% dari puncaknya.
Belakangan ini BTC bergerak di sekitar pertengahan $70.000, setelah gagal mempertahankan reli di atas $80.000.
Situasi ini membuat beberapa level harga menjadi sangat penting bagi trader dan analis pasar.
Analisis struktur pasar menunjukkan dua area harga utama yang sedang diperhatikan:
Secara teknikal, semakin sering sebuah support diuji, semakin lemah level tersebut. Jika Bitcoin turun decisively di bawah $76K, kemungkinan penurunan menuju awal $70.000‑an meningkat.
Sebaliknya, jika BTC mampu kembali bertahan di atas $78K–$80K, itu akan menjadi sinyal awal bahwa pembeli mulai kembali menguasai pasar.
Saat ini analis melihat dua kemungkinan utama.
Skenario bearish:
Permintaan spot negatif, deposit BTC ke bursa meningkat, aktivitas jaringan menurun, dan arus keluar ETF muncul bersamaan—pola yang sering terlihat selama fase distribusi atau koreksi di tengah siklus.
Skenario yang lebih moderat:
Arus keluar ETF besar kadang terjadi karena portfolio rebalancing atau deleveraging sementara. Jika inflow institusional kembali dan permintaan on‑chain membaik, penurunan ini bisa menjadi reset posisi pasar.
Untuk saat ini, data menunjukkan permintaan Bitcoin dalam jangka pendek masih rapuh.
Indikator permintaan negatif dari CryptoQuant, meningkatnya arus masuk BTC ke bursa, dan arus keluar ETF lebih dari $1,2 miliar menandakan tekanan beli dari investor ritel maupun institusional sedang melemah.
Ini tidak otomatis berarti siklus bullish telah berakhir. Namun tanpa pemulihan permintaan spot dan stabilisasi arus ETF, pasar Bitcoin tetap rentan terhadap volatilitas—terutama jika level support penting di kisaran $76K hingga $72K gagal dipertahankan.