Penilaian Microsoft Threat Intelligence pada 29 Oktober 2026 menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh kelompok siber terkait Korea Utara telah melampaui tahap coba-coba. Dari delapan kelompok yang dinilai, tiga disebut sudah memasukkan AI ke alur kerja rutin. Contoh aktivitasnya berkisar dari kampanye berkedok perekrutan hingga pembuatan dokumen umpan dan pengembangan kode berbahaya. Namun, temuan tersebut tidak membuktikan AI berperan dalam insiden Binance yang dilaporkan pada hari yang sama.
11
2
4
43
Empat tahap adopsi AI menurut Microsoft
Microsoft membagi adopsi AI menjadi empat tahap: emerging (mulai muncul), expanding (meluas), accelerating (berakselerasi), dan operationalized (menjadi bagian dari operasi rutin). Tahap tertinggi berarti AI sudah tertanam dalam proses operasional yang biasa dilakukan, bukan sekadar dipakai untuk tugas sesekali.
11
Penilaian terhadap delapan kelompok tersebut adalah:
- Operationalized: Jade Sleet, Coral Sleet, dan Jasper Sleet.
- Accelerating: Diamond Sleet, Onyx Sleet, Pearl Sleet, dan Sapphire Sleet.
- Expanding: Emerald Sleet.
Dengan demikian, tiga kelompok berada di tahap tertinggi, empat di tahap akselerasi, dan satu di tahap ekspansi. Tidak ada kelompok yang tercatat berada di tahap emerging dalam penilaian yang dilaporkan.
7
39
AI mempercepat teknik yang sudah dikenal
Contoh yang dipaparkan menunjukkan AI membantu memperluas skala teknik siber yang sudah ada—bukan membuktikan bahwa serangan berjalan sepenuhnya otomatis. Jade Sleet dilaporkan menjalankan kampanye berkedok perekrutan melalui tiga perusahaan depan dalam satu pekan. Salah satu perusahaan itu mengaku sebagai bisnis intelijen blockchain berbasis AI.
2
Dalam laporan terkait Microsoft, Coral Sleet diduga menggunakan platform pengembangan AI untuk menyisipkan trojan ke repositori GitHub privat. Cursor disebut sebagai alat yang dicurigai, bukan sebagai alat yang telah dipastikan digunakan.
5
Onyx Sleet dilaporkan membuat lebih dari 100 dokumen PDF umpan yang disesuaikan untuk menyasar orang-orang di Korea Selatan. Sejumlah kumpulan dokumen disebut dapat dibuat dalam hitungan menit, menggambarkan bagaimana AI bisa mempercepat pembuatan materi yang lebih spesifik bagi target.
1
8 Secara terpisah, Onyx Sleet dan Pearl Sleet dilaporkan menggunakan ARTEX, kerangka pengujian penetrasi berbasis agen yang bersifat sumber terbuka. Informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa ARTEX beroperasi tanpa arahan manusia.
3
39
Gambaran umumnya: AI dapat membantu mempercepat pekerjaan seperti menyusun persona, menyiapkan dokumen umpan, serta membuat atau menyesuaikan kode. Namun, laporan yang dirujuk tidak mengukur apakah percepatan itu meningkatkan tingkat keberhasilan serangan.
3
11
Apa yang diketahui tentang insiden Binance
Laporan terpisah yang merangkum analisis TRM Labs menyebut sekitar US$6,36 miliar berpindah dari dompet Binance di 10 blockchain. Sebagian besar perpindahan itu terjadi dalam waktu sekitar 20 menit, mulai pukul 20.05 UTC pada 29 Oktober.
43
TRM Labs dilaporkan mengaitkan insiden tersebut dengan tingkat keyakinan tinggi kepada kelompok TraderTraitor yang terkait Korea Utara, dan Chainalysis disebut memiliki penilaian serupa. Penjelasan awal Binance mengarah pada kemungkinan laptop seorang teknisi DevOps telah disusupi. Laporan yang tersedia juga menyebut tidak ada bukti bahwa kunci privat dompet bocor. Salah satu laporan menyebut aset senilai sekitar US$3 miliar telah dibekukan—yang tidak berarti dana itu sudah dikembalikan kepada pelanggan.
42
Status bukti untuk tiap klaim berbeda. Atribusi kepada TraderTraitor merupakan penilaian firma analisis blockchain, sedangkan dugaan soal laptop masih merupakan penjelasan awal Binance. Yang terpenting, tidak satu pun sumber yang tersedia menghubungkan penggunaan AI yang dilaporkan Microsoft dengan insiden Binance. Atribusi kepada kelompok terkait Korea Utara saja tidak membuktikan alat apa yang dipakai atau apakah AI memengaruhi hasil serangan.
42
43
Kesimpulan yang tetap berpijak pada bukti
Penilaian Microsoft menggambarkan penggunaan AI yang makin luas di kalangan kelompok siber terkait Korea Utara. Tiga dari delapan kelompok yang dinilai disebut telah mengintegrasikan AI ke alur kerja rutin. Contoh-contohnya mengarah pada pelaksanaan teknik yang sudah dikenal dengan lebih cepat dan dalam skala lebih besar—bukan bukti peretasan otonom atau tingkat keberhasilan yang meningkat.
11
7
Sementara itu, laporan mengenai Binance mencatat aliran dana dalam jumlah sangat besar yang oleh analis dikaitkan dengan TraderTraitor. Namun, sumber yang tersedia tidak membuktikan bahwa AI digunakan untuk memungkinkan atau menyebabkan insiden tersebut.
42
43