Google kembali ke posisi No.1 dalam ranking Kantar BrandZ 2026 setelah nilai mereknya melonjak 57% menjadi sekitar $1,48 triliun, mengakhiri dominasi Apple selama empat tahun dan mendorong total nilai 100 merek terata... Apple turun ke posisi kedua meski tetap tumbuh sekitar 6%, sementara perusahaan teknologi sepert...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does Kantar’s 2026 BrandZ ranking reveal about Google reclaiming the world’s most valuable brand from Apple, including Google’s 57% ris. Article summary: Kantar’s 2026 BrandZ ranking shows that AI has become a major driver of global brand value, with Google reclaiming the No. 1 spot from Apple after a 57% jump to about $1.48 trillion, helped by Gemini’s integration into c. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "## The annual ranking for 2026 shows AI companies are emerging as brands in their own rights. Despite claims that AI will kill traditional search, Google has edged Apple out of the" source context "Google Knocks Apple Out of First Place on Kantar's Most Valuable Brands List" Reference image 2: visual subject "# Google overtakes
Laporan Kantar BrandZ Most Valuable Global Brands 2026 menunjukkan perubahan besar dalam peta kekuatan merek global. Untuk pertama kalinya sejak 2018, Google kembali menjadi merek paling bernilai di dunia, menggeser Apple yang sebelumnya memegang posisi puncak selama empat tahun berturut‑turut.
Perubahan ini mencerminkan satu tren besar: kecerdasan buatan (AI) kini menjadi pendorong utama nilai merek global.
Secara keseluruhan, nilai gabungan 100 merek paling bernilai di dunia mencapai rekor $13,1 triliun pada 2026, naik sekitar 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Kantar menilai lonjakan ini dipicu oleh produk dan layanan yang semakin berbasis AI.
Nilai merek Google melonjak sekitar 57% dalam setahun hingga sekitar $1,48–$1,5 triliun, menjadikannya merek paling bernilai di dunia pada 2026.
Beberapa faktor utama di balik pertumbuhan ini antara lain:
Dengan AI yang semakin tertanam dalam layanan sehari‑hari—mulai dari pencarian informasi hingga produktivitas—Google memperkuat posisinya sebagai platform digital utama bagi miliaran pengguna.
Meski kehilangan posisi puncak, Apple sebenarnya masih mengalami pertumbuhan.
Nilai merek Apple naik sekitar 6% secara tahunan menjadi sekitar $1,3–$1,4 triliun, tetapi kenaikan tersebut kalah cepat dibandingkan lonjakan Google.
Apple sebelumnya memegang posisi No.1 selama empat tahun berturut‑turut sebelum akhirnya digeser pada 2026.
Perubahan ini menunjukkan bahwa dalam era teknologi yang berubah cepat, narasi inovasi—terutama di bidang AI—dapat memengaruhi persepsi nilai merek secara signifikan.
Temuan penting lainnya dari laporan ini adalah skala pertumbuhan nilai merek secara keseluruhan.
Total nilai BrandZ Global Top 100 mencapai $13,1 triliun, angka tertinggi sepanjang sejarah laporan tersebut.
Menurut Kantar, AI mulai mengubah cara konsumen:
Merek yang mampu menghadirkan pengalaman berbasis AI yang nyata dan berguna cenderung mendapatkan peningkatan nilai merek yang lebih besar.
Seperti beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi masih menguasai posisi teratas dalam ranking global.
Beberapa nama besar yang berada di peringkat atas antara lain:
Bahkan untuk pertama kalinya, beberapa merek secara bersamaan melampaui valuasi merek $1 triliun, termasuk Google, Microsoft, dan Amazon, sementara Apple berada sangat dekat dengan angka tersebut.
Dominasi ini mencerminkan pengaruh besar platform digital, komputasi awan, dan ekosistem AI dalam ekonomi global saat ini.
Selain raksasa teknologi, laporan ini juga menunjukkan kemunculan pemain baru yang lahir di era AI.
Kehadiran merek AI‑native ini menandakan bahwa perusahaan yang fokus pada teknologi AI mulai membangun identitas merek global yang kuat.
Laporan BrandZ 2026 juga menyoroti meningkatnya pengaruh perusahaan China.
Merek‑merek China dalam Top 100 mencatat pertumbuhan nilai rata‑rata sekitar 32% secara tahunan, jauh di atas rata‑rata global.
Beberapa contoh merek China yang masuk daftar antara lain:
Secara keseluruhan terdapat 13 merek China dalam Top 100, menunjukkan daya saing global yang semakin kuat di berbagai sektor seperti internet, perangkat keras, hingga layanan keuangan.
Selama satu dekade terakhir, banyak merek teknologi membangun kekuatan melalui perangkat dan ekosistem produk. Namun laporan 2026 menunjukkan bahwa pusat nilai kini mulai bergeser menuju kapabilitas AI, infrastruktur komputasi, dan integrasi layanan digital.
Kembalinya Google ke posisi teratas menjadi simbol perubahan tersebut. Dengan Gemini tertanam di berbagai produknya, Google memperluas perannya sebagai platform AI yang hadir dalam aktivitas digital sehari‑hari.
Pada saat yang sama, kemunculan perusahaan AI‑native serta pesatnya pertumbuhan merek China menunjukkan bahwa peta persaingan merek global semakin dinamis—dan semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Google kembali ke posisi No.1 dalam ranking Kantar BrandZ 2026 setelah nilai mereknya melonjak 57% menjadi sekitar $1,48 triliun, mengakhiri dominasi Apple selama empat tahun dan mendorong total nilai 100 merek terata...
Google kembali ke posisi No.1 dalam ranking Kantar BrandZ 2026 setelah nilai mereknya melonjak 57% menjadi sekitar $1,48 triliun, mengakhiri dominasi Apple selama empat tahun dan mendorong total nilai 100 merek terata... Apple turun ke posisi kedua meski tetap tumbuh sekitar 6%, sementara perusahaan teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan Nvidia terus mendominasi daftar global.
Era AI mulai terlihat jelas dalam ranking: ChatGPT menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat, Claude masuk Top 100 untuk pertama kalinya, dan merek China mencatat kenaikan nilai rata‑rata 32%.