Lebih dari 50% Bitcoin Kini Merugi—Apakah Dasar Pasar Sudah Terbentuk?
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya. Indikator ini naik cepat dari sekitar 46% pasokan pada Februari 2026 menjadi lebih dari 50% pada awal Juni...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya.
Indikator ini naik cepat dari sekitar 46% pasokan pada Februari 2026 menjadi lebih dari 50% pada awal Juni, setelah Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilainya dari rekor sekitar US$126.000.
Analis terbelah: pola historis mendukung kemungkinan dasar di area US$61.000, tetapi permintaan belum pulih dan rapat FOMC Federal Reserve pada 16–17 Juni menjadi ujian penting.
What does it mean that over half of all Bitcoin in circulation is now held at an unrealized loss, how quickly did this metric rise, what hisGlassnode’s Supply in Loss metric breached the 50% threshold for the first time in this cycle as Bitcoin touched $61,300 in early June 2026.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does it mean that over half of all Bitcoin in circulation is now held at an unrealized loss, how quickly did this metric rise, what his. Article summary: ## What "over half of Bitcoin at an unrealized loss" means. Topic tags: general, general web, user generated, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Latest research from 13 top universities including Cornell University: The current state, challenges, and misconceptions of the fusion of Crypto and AI" source context "Analysis: Over half of Bitcoin holdings are in unrealized losses, historical bear market bottom indicators have been tri" Reference image 2: visual subject "Glassnode data shows that as Bitcoin briefly fell to $61,300, the number of BTC in an unrealized loss state rose to approximately 10.5" source c
openai.com
Pada 4 Juni 2026, Bitcoin menyentuh salah satu ambang on-chain yang paling banyak diperhatikan pasar. Ketika harga BTC sempat turun ke sekitar US$61.300, jumlah koin yang berada dalam posisi rugi belum direalisasikan melonjak menjadi sekitar 10,5 juta BTC—lebih banyak daripada sekitar 9,8 juta BTC yang masih berada dalam posisi untung. Ini merupakan kali pertama kondisi tersebut terjadi dalam siklus ini .
Sederhananya, lebih dari separuh Bitcoin yang beredar kini bernilai di bawah harga saat koin-koin tersebut terakhir berpindah tangan. Namun, sinyal ini belum otomatis berarti harga sudah mencapai titik terendah. Dalam siklus sebelumnya, indikator serupa memang muncul di dekat dasar pasar bearish. Di sisi lain, permintaan yang masih melemah dan tekanan jual yang belum sepenuhnya terserap membuat sebagian analis menilai fase kapitulasi belum selesai.
Pasokan Bitcoin yang merugi naik dalam waktu singkat
Perubahan ini terjadi jauh lebih cepat daripada yang disadari banyak pelaku pasar. Perkembangannya terlihat dalam beberapa tahap:
Pertengahan Februari 2026: sekitar 9,09 juta BTC, atau kurang lebih 46% pasokan, sudah berada dalam posisi rugi, menurut data CryptoQuant .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Lebih dari 50% Bitcoin Kini Merugi—Apakah Dasar Pasar Sudah Terbentuk?"?
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya. Indikator ini naik cepat dari sekitar 46% pasokan pada Februari 2026 menjadi lebih dari 50% pada awal Juni, setelah Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilainya dari rekor sekitar US$126.000.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Analis terbelah: pola historis mendukung kemungkinan dasar di area US$61.000, tetapi permintaan belum pulih dan rapat FOMC Federal Reserve pada 16–17 Juni menjadi ujian penting.
Lebih dari 50% Bitcoin Kini Merugi—Apakah Dasar Pasar Sudah Terbentuk?
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya. Indikator ini naik cepat dari sekitar 46% pasokan pada Februari 2026 menjadi lebih dari 50% pada awal Juni...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya.
Indikator ini naik cepat dari sekitar 46% pasokan pada Februari 2026 menjadi lebih dari 50% pada awal Juni, setelah Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilainya dari rekor sekitar US$126.000.
Analis terbelah: pola historis mendukung kemungkinan dasar di area US$61.000, tetapi permintaan belum pulih dan rapat FOMC Federal Reserve pada 16–17 Juni menjadi ujian penting.
What does it mean that over half of all Bitcoin in circulation is now held at an unrealized loss, how quickly did this metric rise, what hisGlassnode’s Supply in Loss metric breached the 50% threshold for the first time in this cycle as Bitcoin touched $61,300 in early June 2026.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does it mean that over half of all Bitcoin in circulation is now held at an unrealized loss, how quickly did this metric rise, what his. Article summary: ## What "over half of Bitcoin at an unrealized loss" means. Topic tags: general, general web, user generated, news. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Latest research from 13 top universities including Cornell University: The current state, challenges, and misconceptions of the fusion of Crypto and AI" source context "Analysis: Over half of Bitcoin holdings are in unrealized losses, historical bear market bottom indicators have been tri" Reference image 2: visual subject "Glassnode data shows that as Bitcoin briefly fell to $61,300, the number of BTC in an unrealized loss state rose to approximately 10.5" source c
openai.com
Pada 4 Juni 2026, Bitcoin menyentuh salah satu ambang on-chain yang paling banyak diperhatikan pasar. Ketika harga BTC sempat turun ke sekitar US$61.300, jumlah koin yang berada dalam posisi rugi belum direalisasikan melonjak menjadi sekitar 10,5 juta BTC—lebih banyak daripada sekitar 9,8 juta BTC yang masih berada dalam posisi untung. Ini merupakan kali pertama kondisi tersebut terjadi dalam siklus ini .
Sederhananya, lebih dari separuh Bitcoin yang beredar kini bernilai di bawah harga saat koin-koin tersebut terakhir berpindah tangan. Namun, sinyal ini belum otomatis berarti harga sudah mencapai titik terendah. Dalam siklus sebelumnya, indikator serupa memang muncul di dekat dasar pasar bearish. Di sisi lain, permintaan yang masih melemah dan tekanan jual yang belum sepenuhnya terserap membuat sebagian analis menilai fase kapitulasi belum selesai.
Pasokan Bitcoin yang merugi naik dalam waktu singkat
Perubahan ini terjadi jauh lebih cepat daripada yang disadari banyak pelaku pasar. Perkembangannya terlihat dalam beberapa tahap:
Pertengahan Februari 2026: sekitar 9,09 juta BTC, atau kurang lebih 46% pasokan, sudah berada dalam posisi rugi, menurut data CryptoQuant .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Lebih dari 50% Bitcoin Kini Merugi—Apakah Dasar Pasar Sudah Terbentuk?"?
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Sekitar 10,5 juta BTC—lebih dari 50% pasokan yang beredar—kini bernilai lebih rendah daripada harga perolehan on chain pemegangnya, sebuah sinyal kapitulasi yang pernah muncul di dasar pasar bearish sebelumnya. Indikator ini naik cepat dari sekitar 46% pasokan pada Februari 2026 menjadi lebih dari 50% pada awal Juni, setelah Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilainya dari rekor sekitar US$126.000.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Analis terbelah: pola historis mendukung kemungkinan dasar di area US$61.000, tetapi permintaan belum pulih dan rapat FOMC Federal Reserve pada 16–17 Juni menjadi ujian penting.
Akhir Maret 2026: CEX.io Research mencatat sekitar 9,4 juta BTC—sekitar 47% pasokan—mengalami kerugian belum direalisasikan. Indeks Dampak Bitcoin juga masuk ke kategori "dampak tinggi" .
Awal April 2026: data Glassnode menunjukkan sekitar 8,8 juta BTC, atau sekitar 44% pasokan, masih berada dalam posisi rugi. Kerugian belum direalisasikan pemegang jangka pendek diperkirakan mencapai US$113,9 miliar .
Awal Juni 2026: ambang 50% akhirnya terlampaui. Sekitar 10,5 juta BTC berada dalam posisi rugi, sementara hanya 9,8 juta BTC yang masih untung .
Dengan demikian, proporsi pasokan yang merugi meningkat dari sekitar 46% menjadi lebih dari 50% dalam waktu kurang dari empat bulan. Kecepatan tersebut lebih mencerminkan aksi jual yang dipicu kondisi makroekonomi daripada penurunan struktural yang berlangsung perlahan. Dari rekor tertinggi sekitar US$126.000 pada Oktober 2025 hingga titik terendah pada Februari 2026, Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilainya, dan indikator pasokan dalam posisi rugi bergerak hampir sejalan dengan penurunan tersebut .
Penurunan kali ini dipicu faktor makro, bukan kegagalan internal kripto
Berbeda dari keruntuhan FTX pada 2022 atau kejatuhan singkat saat pandemi COVID-19 pada 2020, penurunan 2026 tidak dipicu satu kegagalan besar di industri kripto. Bitcoin justru diperdagangkan seperti aset berisiko dengan volatilitas tinggi, bukan sebagai lindung nilai inflasi dalam jangka pendek . Beberapa tekanan utamanya adalah:
Eskalasi tarif: rata-rata tarif efektif Amerika Serikat meningkat sekitar lima kali lipat, dari sekitar 2,2% pada awal 2025 menjadi 10,3% pada awal 2026 . Pada 23 Februari, pengumuman Presiden Donald Trump mengenai tarif global 15% mendorong BTC turun di bawah US$65.000 dalam satu sesi perdagangan . Bitcoin juga berulang kali melemah setiap kali muncul berita tarif baru .
Inflasi yang sulit turun dan kebijakan Federal Reserve yang tetap ketat: The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% hingga awal 2026. Situasi ini meredupkan narasi risk-on yang sebelumnya mendukung reli pascapemilu .
Risiko geopolitik: meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran pada awal 2026 memicu aksi jual luas pada berbagai aset berisiko, termasuk saham dan aset kripto .
Arus keluar ETF yang mencapai rekor: dana yang keluar dari ETF Bitcoin spot Amerika Serikat selama 13 sesi perdagangan melampaui US$4 miliar pada awal Juni. Arus keluar ini memperbesar tekanan jual ketika indikator on-chain justru menunjukkan kondisi paling bearish dalam siklus tersebut .
Dampak siklus setelah halving: puncak sekitar US$126.000 pada Oktober 2025 tercapai kira-kira 18 bulan setelah halving April 2024. Pola ini sejalan dengan siklus pascahalving sebelumnya, yang umumnya diikuti penurunan 50%–80% .
Polanya mirip dengan dasar pasar bearish sebelumnya
Kondisi ketika lebih dari separuh pasokan Bitcoin berada dalam posisi rugi pernah muncul di sekitar dasar tiga pasar bearish besar sebelumnya :
Pasar bearish 2018: pasokan dalam posisi rugi melonjak di atas 50% ketika harga mendekati dasar siklus, sekitar US$3.100.
Kejatuhan akibat COVID-19 pada Maret 2020: indikator tersebut menembus 50% di tengah penurunan tajam menuju sekitar US$3.800.
Pasar bearish 2022 setelah keruntuhan FTX: pasokan dalam posisi rugi mencapai lebih dari 50% di sekitar dasar siklus, yakni sekitar US$15.500.
Pada awal Februari 2026, ketika Bitcoin turun mendekati US$60.000, pasokan beredar dalam posisi rugi melonjak hingga hampir 10 juta BTC. Angka itu menjadi level tertinggi keempat sepanjang sejarah dan sebanding dengan kondisi di dasar pasar bearish 2015, 2019, dan 2022 . Pada Juni, ambang tersebut terlampaui dengan lebih tegas: sekitar 52% pasokan berada dalam posisi rugi .
Data lain juga menunjukkan besarnya tekanan pada pemegang Bitcoin. UTXO—unit transaksi Bitcoin yang belum terpakai—dalam posisi untung merosot dari 99,89% pada Oktober 2025 menjadi 56,4% pada akhir Februari 2026. Ini menunjukkan bahwa banyak koin yang berpindah selama reli kini dimiliki pada basis biaya yang lebih tinggi daripada harga pasar . Pasokan yang merugi paling banyak terkonsentrasi pada kisaran US$80.000–US$95.000 dan di atas US$105.000 .
Analis terbelah: dasar pasar sudah terbentuk atau belum?
Data on-chain secara historis mendukung kemungkinan terbentuknya dasar pasar. Namun, data permintaan dan kondisi makro belum memberikan konfirmasi yang sama kuat.
Skenario optimistis: dasar kemungkinan sudah tercapai
Analis kripto Ali Martinez menyatakan pada 7 Juni bahwa berdasarkan indikator Bitcoin Supply in Loss, harga Bitcoin "mungkin baru saja mencapai dasar utama dalam siklus ini" . Dalam siklus-siklus sebelumnya, jumlah lebih dari 10 juta BTC yang berada dalam posisi rugi konsisten muncul pada fase kapitulasi akhir sebelum pemulihan besar. Pemulihan tersebut biasanya mulai terlihat dalam hitungan minggu, bukan tahun .
Kemunculan bersamaan dua indikator kapitulasi—arus keluar ETF yang mencapai rekor dan lebih dari 50% pasokan berada dalam posisi rugi—juga dipandang sebagian analis sebagai sinyal kontrarian untuk membeli . Pada titik terendah Februari 2026, kerugian terealisasi yang disesuaikan berdasarkan entitas mencapai rekor US$3,2 miliar, yang turut mengindikasikan kepanikan setara fase kapitulasi .
Skenario hati-hati: konfirmasi masih belum ada
Analis lain menilai indikator ini hanya menunjukkan zona tempat dasar pasar terbentuk pada siklus-siklus sebelumnya, bukan jaminan bahwa dasar sudah tercapai kali ini. Laporan pasar pada 5 Juni menyebut konfirmasi dasar Bitcoin masih terlalu dini karena permintaan terus menyusut dan tekanan jual belum sepenuhnya terserap. Dengan kata lain, fase kapitulasi bisa saja baru dimulai .
Analis CryptoQuant yang dikenal sebagai Darkfost juga mencatat pada pertengahan Mei bahwa sekitar 8,2 juta BTC yang saat itu berada dalam posisi rugi masih lebih rendah daripada puncak sekitar 10,6 juta BTC pada pasar bearish 2022. Hal ini menunjukkan masih ada ruang bagi penurunan lebih lanjut sebelum dasar yang sebenarnya terbentuk .
Untuk jangka pendek, area sekitar US$55.000 dipandang sebagai dukungan utama berikutnya, sementara US$61.000 menjadi area resistansi di sisi atas .
Rapat The Fed menjadi ujian berikutnya
Perhatian pasar kini tertuju pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 16–17 Juni. Jika Bitcoin mampu bertahan di sekitar level saat ini setelah rapat tersebut dan arus keluar ETF mulai melambat, pola historis mengisyaratkan bahwa fase terburuk mungkin telah berlalu.
Namun, jika BTC gagal mempertahankan level tersebut, harga berpeluang menguji dukungan yang lebih rendah—terlepas dari sinyal on-chain yang pernah muncul pada dasar pasar bearish sebelumnya. Jadi, indikator pasokan dalam posisi rugi memang menunjukkan bahwa pasar berada di fase kapitulasi yang serius, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa dasar siklus 2026 sudah benar-benar terbentuk.
ainvest.comBitcoin Faces Pressure as Nearly Half of Supply Sits at a Loss
Akhir Maret 2026: CEX.io Research mencatat sekitar 9,4 juta BTC—sekitar 47% pasokan—mengalami kerugian belum direalisasikan. Indeks Dampak Bitcoin juga masuk ke kategori "dampak tinggi" .
Awal April 2026: data Glassnode menunjukkan sekitar 8,8 juta BTC, atau sekitar 44% pasokan, masih berada dalam posisi rugi. Kerugian belum direalisasikan pemegang jangka pendek diperkirakan mencapai US$113,9 miliar .
Awal Juni 2026: ambang 50% akhirnya terlampaui. Sekitar 10,5 juta BTC berada dalam posisi rugi, sementara hanya 9,8 juta BTC yang masih untung .
Dengan demikian, proporsi pasokan yang merugi meningkat dari sekitar 46% menjadi lebih dari 50% dalam waktu kurang dari empat bulan. Kecepatan tersebut lebih mencerminkan aksi jual yang dipicu kondisi makroekonomi daripada penurunan struktural yang berlangsung perlahan. Dari rekor tertinggi sekitar US$126.000 pada Oktober 2025 hingga titik terendah pada Februari 2026, Bitcoin kehilangan lebih dari separuh nilainya, dan indikator pasokan dalam posisi rugi bergerak hampir sejalan dengan penurunan tersebut .
Penurunan kali ini dipicu faktor makro, bukan kegagalan internal kripto
Berbeda dari keruntuhan FTX pada 2022 atau kejatuhan singkat saat pandemi COVID-19 pada 2020, penurunan 2026 tidak dipicu satu kegagalan besar di industri kripto. Bitcoin justru diperdagangkan seperti aset berisiko dengan volatilitas tinggi, bukan sebagai lindung nilai inflasi dalam jangka pendek . Beberapa tekanan utamanya adalah:
Eskalasi tarif: rata-rata tarif efektif Amerika Serikat meningkat sekitar lima kali lipat, dari sekitar 2,2% pada awal 2025 menjadi 10,3% pada awal 2026 . Pada 23 Februari, pengumuman Presiden Donald Trump mengenai tarif global 15% mendorong BTC turun di bawah US$65.000 dalam satu sesi perdagangan . Bitcoin juga berulang kali melemah setiap kali muncul berita tarif baru .
Inflasi yang sulit turun dan kebijakan Federal Reserve yang tetap ketat: The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% hingga awal 2026. Situasi ini meredupkan narasi risk-on yang sebelumnya mendukung reli pascapemilu .
Risiko geopolitik: meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran pada awal 2026 memicu aksi jual luas pada berbagai aset berisiko, termasuk saham dan aset kripto .
Arus keluar ETF yang mencapai rekor: dana yang keluar dari ETF Bitcoin spot Amerika Serikat selama 13 sesi perdagangan melampaui US$4 miliar pada awal Juni. Arus keluar ini memperbesar tekanan jual ketika indikator on-chain justru menunjukkan kondisi paling bearish dalam siklus tersebut .
Dampak siklus setelah halving: puncak sekitar US$126.000 pada Oktober 2025 tercapai kira-kira 18 bulan setelah halving April 2024. Pola ini sejalan dengan siklus pascahalving sebelumnya, yang umumnya diikuti penurunan 50%–80% .
Polanya mirip dengan dasar pasar bearish sebelumnya
Kondisi ketika lebih dari separuh pasokan Bitcoin berada dalam posisi rugi pernah muncul di sekitar dasar tiga pasar bearish besar sebelumnya :
Pasar bearish 2018: pasokan dalam posisi rugi melonjak di atas 50% ketika harga mendekati dasar siklus, sekitar US$3.100.
Kejatuhan akibat COVID-19 pada Maret 2020: indikator tersebut menembus 50% di tengah penurunan tajam menuju sekitar US$3.800.
Pasar bearish 2022 setelah keruntuhan FTX: pasokan dalam posisi rugi mencapai lebih dari 50% di sekitar dasar siklus, yakni sekitar US$15.500.
Pada awal Februari 2026, ketika Bitcoin turun mendekati US$60.000, pasokan beredar dalam posisi rugi melonjak hingga hampir 10 juta BTC. Angka itu menjadi level tertinggi keempat sepanjang sejarah dan sebanding dengan kondisi di dasar pasar bearish 2015, 2019, dan 2022 . Pada Juni, ambang tersebut terlampaui dengan lebih tegas: sekitar 52% pasokan berada dalam posisi rugi .
Data lain juga menunjukkan besarnya tekanan pada pemegang Bitcoin. UTXO—unit transaksi Bitcoin yang belum terpakai—dalam posisi untung merosot dari 99,89% pada Oktober 2025 menjadi 56,4% pada akhir Februari 2026. Ini menunjukkan bahwa banyak koin yang berpindah selama reli kini dimiliki pada basis biaya yang lebih tinggi daripada harga pasar . Pasokan yang merugi paling banyak terkonsentrasi pada kisaran US$80.000–US$95.000 dan di atas US$105.000 .
Analis terbelah: dasar pasar sudah terbentuk atau belum?
Data on-chain secara historis mendukung kemungkinan terbentuknya dasar pasar. Namun, data permintaan dan kondisi makro belum memberikan konfirmasi yang sama kuat.
Skenario optimistis: dasar kemungkinan sudah tercapai
Analis kripto Ali Martinez menyatakan pada 7 Juni bahwa berdasarkan indikator Bitcoin Supply in Loss, harga Bitcoin "mungkin baru saja mencapai dasar utama dalam siklus ini" . Dalam siklus-siklus sebelumnya, jumlah lebih dari 10 juta BTC yang berada dalam posisi rugi konsisten muncul pada fase kapitulasi akhir sebelum pemulihan besar. Pemulihan tersebut biasanya mulai terlihat dalam hitungan minggu, bukan tahun .
Kemunculan bersamaan dua indikator kapitulasi—arus keluar ETF yang mencapai rekor dan lebih dari 50% pasokan berada dalam posisi rugi—juga dipandang sebagian analis sebagai sinyal kontrarian untuk membeli . Pada titik terendah Februari 2026, kerugian terealisasi yang disesuaikan berdasarkan entitas mencapai rekor US$3,2 miliar, yang turut mengindikasikan kepanikan setara fase kapitulasi .
Skenario hati-hati: konfirmasi masih belum ada
Analis lain menilai indikator ini hanya menunjukkan zona tempat dasar pasar terbentuk pada siklus-siklus sebelumnya, bukan jaminan bahwa dasar sudah tercapai kali ini. Laporan pasar pada 5 Juni menyebut konfirmasi dasar Bitcoin masih terlalu dini karena permintaan terus menyusut dan tekanan jual belum sepenuhnya terserap. Dengan kata lain, fase kapitulasi bisa saja baru dimulai .
Analis CryptoQuant yang dikenal sebagai Darkfost juga mencatat pada pertengahan Mei bahwa sekitar 8,2 juta BTC yang saat itu berada dalam posisi rugi masih lebih rendah daripada puncak sekitar 10,6 juta BTC pada pasar bearish 2022. Hal ini menunjukkan masih ada ruang bagi penurunan lebih lanjut sebelum dasar yang sebenarnya terbentuk .
Untuk jangka pendek, area sekitar US$55.000 dipandang sebagai dukungan utama berikutnya, sementara US$61.000 menjadi area resistansi di sisi atas .
Rapat The Fed menjadi ujian berikutnya
Perhatian pasar kini tertuju pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 16–17 Juni. Jika Bitcoin mampu bertahan di sekitar level saat ini setelah rapat tersebut dan arus keluar ETF mulai melambat, pola historis mengisyaratkan bahwa fase terburuk mungkin telah berlalu.
Namun, jika BTC gagal mempertahankan level tersebut, harga berpeluang menguji dukungan yang lebih rendah—terlepas dari sinyal on-chain yang pernah muncul pada dasar pasar bearish sebelumnya. Jadi, indikator pasokan dalam posisi rugi memang menunjukkan bahwa pasar berada di fase kapitulasi yang serius, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa dasar siklus 2026 sudah benar-benar terbentuk.
ainvest.comBitcoin Faces Pressure as Nearly Half of Supply Sits at a Loss