Tiga robot humanoid Figure 03 menyortir lebih dari 28.000 paket selama 24 jam tanpa intervensi manusia dalam livestream uji daya tahan berbasis AI Helix‑02. Demonstrasi ini menunjukkan operasi otonom berkelanjutan, koordinasi multi‑robot, dan kecepatan penyortiran yang mendekati pekerja manusia pada tugas logistik y...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does Figure AI’s multi-day warehouse livestream reveal about the real-world readiness of its Figure 03 humanoid robots, including their. Article summary: Figure AI’s livestream is strong evidence that Figure 03 has moved beyond short demo clips toward early real-world readiness for constrained warehouse work, especially repetitive package sorting [1][2][3]. But it is not . Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Get ready for a glimpse into the future, where robots are not just static machines, but dynamic partners in our daily lives! Figure AI, a trailblazer in robotics, has taken a bold" source context "Humanoid Robots Jogging with Humans: Figure AI's Revolutionary Innovation (2026)" Reference image 2: visual subject "
Livestream gudang yang dilakukan startup robotika Figure AI baru‑baru ini menjadi salah satu demonstrasi paling banyak diperhatikan di industri robot humanoid. Alih‑alih video promosi singkat, perusahaan menyiarkan robot Figure 03 mereka bekerja selama berjam‑jam—bahkan lebih dari satu hari penuh—menyortir paket di jalur konveyor.
Bagi pengamat industri, siaran ini memberikan sesuatu yang jarang terjadi: tampilan relatif tanpa edit tentang bagaimana robot otonom berperilaku saat melakukan pekerjaan fisik yang berulang dalam waktu lama. Hasilnya menunjukkan kemajuan nyata menuju penggunaan praktis, tetapi juga memperjelas batas kemampuan yang sudah benar‑benar terbukti.
Selama bertahun‑tahun, sebagian besar demo robot humanoid berupa klip pendek yang dipoles rapi. Livestream Figure berbeda. Perusahaan menyiarkan robot yang menyortir paket secara terus‑menerus dalam simulasi shift kerja gudang, lalu memperpanjang uji tersebut hingga melewati satu hari penuh.
Laporan menyebutkan bahwa tiga robot Figure 03 menyortir lebih dari 28.000 paket selama operasi otonom 24 jam, menggunakan sistem AI Helix‑02 tanpa intervensi manusia langsung dalam tugas tersebut.
Awalnya, livestream ini menargetkan shift kerja delapan jam, kira‑kira sama dengan durasi kerja manusia di gudang. Setelah sistem berhasil menyelesaikan periode itu tanpa kegagalan, robot dibiarkan terus beroperasi sebagai uji daya tahan yang lebih panjang.
Dalam industri robotika industri, faktor seperti ini jauh lebih penting daripada demo singkat. Mesin otomatis dinilai dari uptime dan keandalan—apakah mereka bisa mengulang tugas yang sama sepanjang shift atau bahkan berhari‑hari tanpa berhenti.
Dalam demonstrasi tersebut, robot menangani penyortiran paket kecil di konveyor. Mereka memindai barcode lalu menempatkan paket pada posisi yang benar di jalur logistik.
Menurut laporan media teknologi, sistem tersebut memproses paket dengan kecepatan yang diklaim mendekati performa manusia untuk tugas yang sama.
Namun klaim ini perlu dipahami secara sempit. Robot tidak melakukan seluruh pekerjaan gudang; mereka menjalankan satu operasi yang sangat spesifik dan berulang dalam lingkungan yang sudah diatur. Meski begitu, menyamai throughput manusia dalam alur logistik terstruktur tetap dianggap tonggak penting bagi robot humanoid.
Seluruh demonstrasi ini bergantung pada Helix‑02, sistem AI visi‑bahasa‑aksi milik Figure yang mengendalikan tubuh robot langsung dari input visual dan kebijakan pembelajaran mesin.
Pendekatan ini menggabungkan beberapa kemampuan robotika yang dulu biasanya terpisah:
Dengan menyatukannya dalam satu sistem saraf buatan, Figure berharap robot dapat menggeneralisasi berbagai tugas, bukan sekadar mengikuti skrip kaku.
Demo sebelumnya memperlihatkan robot dengan Helix yang bekerja sama merapikan kamar—mulai dari menggantung pakaian hingga merapikan meja.
Livestream gudang menunjukkan bahwa pendekatan yang sama juga bisa mempertahankan alur kerja industri yang berulang selama waktu yang lama.
Hal lain yang menonjol dari livestream adalah beberapa robot bekerja bersama pada jalur penyortiran yang sama untuk mempertahankan output produksi.
Dalam penerapan nyata, hal ini sangat penting. Gudang modern membutuhkan koordinasi banyak mesin sekaligus—bukan hanya satu robot yang tampil di demo.
Beberapa laporan juga menggambarkan robot bergantian antara bekerja dan mengisi daya agar sistem dapat berjalan terus tanpa menghentikan alur kerja.
Perusahaan robot humanoid—termasuk Figure dan pesaing seperti Tesla—sedang berlomba membuktikan bahwa robot serbaguna dapat melakukan pekerjaan yang bernilai ekonomi.
Livestream ini menunjukkan perubahan cara menilai kemajuan robot. Fokusnya mulai bergeser dari sekadar video ketangkasan ke metrik yang lebih mirip evaluasi mesin industri:
Metrik‑metrik ini yang pada akhirnya menentukan apakah robot benar‑benar bisa bersaing dengan otomatisasi gudang yang sudah ada atau tenaga kerja manusia.
Meski durasi operasinya mengesankan, uji ini belum membuktikan kesiapan komersial penuh.
Ada beberapa alasan utama.
Pertama, lingkungannya sangat terstruktur. Penyortiran paket di konveyor relatif mudah diprediksi dibandingkan banyak tugas gudang nyata yang melibatkan objek tidak beraturan, ruang sempit, dan interaksi manusia yang tidak terduga.
Kedua, sebagian besar bukti berasal dari livestream perusahaan sendiri serta laporan media. Beberapa pengamat mempertanyakan apakah demonstrasi tersebut sepenuhnya mencerminkan kondisi dunia nyata tanpa pengawasan.
Ketiga, faktor ekonomi masih belum jelas. Agar bisa diadopsi luas, robot humanoid harus mampu bersaing dengan sistem otomatisasi gudang yang sudah matang—dan dengan tenaga kerja manusia—dalam hal biaya total, keandalan, dan perawatan.
Figure memposisikan Figure 03 sebagai robot humanoid pertama mereka yang dirancang untuk produksi massal.
Perusahaan membangun fasilitas manufaktur bernama BotQ, yang ditujukan untuk meningkatkan produksi robot humanoid sekaligus menekan biaya melalui otomatisasi manufaktur.
Menurut pembaruan perusahaan, fasilitas ini telah memproduksi ratusan robot generasi ketiga dan meningkatkan kecepatan produksi secara signifikan.
Startup ini juga telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar dolar AS dalam pendanaan Series C dengan valuasi sekitar 39 miliar dolar, dana yang diarahkan untuk mempercepat pengembangan platform AI Helix dan penerapan robot humanoid dalam skala besar.
Livestream tersebut merupakan langkah penting bagi robot humanoid. Menjalankan robot otonom selama satu shift penuh—atau lebih—menggeser percakapan dari sekadar demo menarik menuju kinerja industri yang bisa diukur.
Namun ujian sebenarnya masih di depan.
Agar benar‑benar dianggap siap digunakan, robot seperti Figure 03 masih perlu membuktikan beberapa hal penting:
Jika tantangan tersebut berhasil dilewati, livestream gudang ini mungkin akan dikenang sebagai salah satu momen awal ketika robot humanoid mulai bertransisi dari eksperimen teknologi menjadi bagian nyata dari tenaga kerja logistik modern.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Tiga robot humanoid Figure 03 menyortir lebih dari 28.000 paket selama 24 jam tanpa intervensi manusia dalam livestream uji daya tahan berbasis AI Helix‑02.
Tiga robot humanoid Figure 03 menyortir lebih dari 28.000 paket selama 24 jam tanpa intervensi manusia dalam livestream uji daya tahan berbasis AI Helix‑02. Demonstrasi ini menunjukkan operasi otonom berkelanjutan, koordinasi multi‑robot, dan kecepatan penyortiran yang mendekati pekerja manusia pada tugas logistik yang sangat terstruktur.
Meski mengesankan, uji ini berlangsung di lingkungan terkontrol dan masih menyisakan pertanyaan tentang biaya, keandalan jangka panjang, serta kesiapan untuk gudang komersial nyata.