Namun, enkripsi ini tidak menyembunyikan semua informasi. Seperti layanan komunikasi lain, Discord masih dapat melihat metadata, misalnya:
Data tersebut tetap diperlukan agar layanan dapat berfungsi. Selain itu, pesan teks di Discord tidak termasuk dalam sistem enkripsi ini, sehingga tetap berada dalam sistem moderasi platform.
Ada juga pengecualian penting: Stage Channels, yaitu kanal yang dirancang untuk siaran besar satu‑ke‑banyak (mirip webinar atau talk show audio), tidak menggunakan E2EE karena arsitekturnya berbeda dari panggilan peer‑to‑peer terenkripsi.
Teknologi di balik fitur ini disebut DAVE (Discord Audio & Video End‑to‑End Encryption). Protokol ini dirancang khusus untuk komunikasi real‑time seperti panggilan suara dan video, dan spesifikasinya dipublikasikan secara terbuka agar bisa diaudit oleh peneliti keamanan.
Prinsipnya mirip dengan aplikasi pesan terenkripsi seperti Signal:
Karena kunci tetap berada di perangkat pengguna, penyedia layanan tidak dapat membuka isi panggilan meskipun mengoperasikan server jaringan.
Discord juga menambahkan indikator visual di antarmuka panggilan yang menunjukkan bahwa sesi tersebut terlindungi oleh enkripsi end‑to‑end, sehingga peserta dapat memastikan keamanan komunikasi mereka.
Perjalanan menuju enkripsi penuh di Discord berlangsung selama beberapa tahun.
September 2024: Discord memperkenalkan protokol DAVE sebagai sistem baru untuk mengenkripsi panggilan audio dan video. Versi awal mulai diterapkan pada DM, panggilan grup, voice channel, dan streaming Go Live.
2025: Dukungan DAVE diperluas ke seluruh klien resmi Discord—termasuk aplikasi desktop, mobile, browser, konsol game, dan SDK pengembang.
1 Maret 2026: Discord mewajibkan klien yang mendukung DAVE untuk dapat bergabung dalam panggilan, effectively mengakhiri dukungan untuk sesi voice tanpa enkripsi.
18 Mei 2026: Discord secara resmi mengumumkan bahwa semua panggilan suara dan video di platform kini dienkripsi end‑to‑end secara default.
Langkah Discord menarik perhatian karena terjadi saat beberapa platform besar justru mengambil pendekatan berbeda terhadap enkripsi.
Meta mengakhiri dukungan end‑to‑end encryption untuk pesan langsung Instagram pada 8 Mei 2026. Fitur tersebut sebelumnya tersedia sebagai opsi terbatas sejak 2023.
Setelah perubahan itu, pesan Instagram kembali menggunakan enkripsi standar yang dikelola oleh server Meta, yang berarti perusahaan dapat mengakses isi pesan ketika diperlukan untuk moderasi atau permintaan penegak hukum.
TikTok juga mengambil pendekatan berbeda. Pada 2026 perusahaan menyatakan tidak berencana menambahkan end‑to‑end encryption pada direct messages.
Menurut perusahaan, enkripsi penuh dapat mempersulit tim keamanan dan aparat penegak hukum dalam menyelidiki aktivitas berbahaya seperti pelecehan atau eksploitasi pengguna.
Artinya, tidak seperti sistem E2EE di mana penyedia layanan tidak dapat membaca isi pesan, TikTok masih mempertahankan kemampuan untuk mengakses konten pesan di servernya.
Penerapan enkripsi penuh pada panggilan Discord menunjukkan bahwa komunikasi real‑time skala besar masih dapat berjalan dengan E2EE tanpa memerlukan pengaturan manual dari pengguna.
Namun, industri media sosial saat ini terlihat terbelah antara dua pendekatan: memperkuat privasi pengguna melalui enkripsi kuat, atau mempertahankan akses platform untuk tujuan moderasi dan keamanan.
Bagi pengguna Discord, dampaknya cukup sederhana: panggilan suara dan video kini bersifat privat secara default, dan secara desain bahkan Discord tidak seharusnya dapat mendengarkan percakapan tersebut. Perdebatan yang tersisa—tentang metadata, moderasi, dan tanggung jawab platform—kemungkinan akan terus membentuk masa depan komunikasi terenkripsi di internet.
Comments
0 comments