DigiCert mengonfirmasi bahwa akun tanpa izin membaca sebagian arsip data pelanggan dalam sebuah sistem bisnis internal. Masalah ini bermula dari migrasi server pada Februari 2025 yang membuat sistem tersebut—yang sebelumnya hanya dapat dijangkau melalui jaringan privat virtual (VPN)—terbuka dari internet. DigiCert mengatakan layanan penerbitan sertifikatnya tidak ikut terdampak.
1
11
24
Bagaimana sistem itu bisa diakses
Migrasi memindahkan sistem internal ke segmen jaringan lain dan tanpa sengaja menghilangkan pembatas VPN. Aplikasi tersebut juga memiliki fitur pendaftaran mandiri, yang memungkinkan orang membuat akun. Fitur itu bukan dimaksudkan untuk membuka akses ke arsip pelanggan.
3
5
11
Masalah utamanya ada pada pemeriksaan otorisasi. Akun yang tidak ditugaskan ke aplikasi tertentu ternyata tetap dapat membaca arsip. Laporan menyebut akun hasil pendaftaran mandiri tidak diwajibkan menggunakan autentikasi multifaktor (MFA), berbeda dengan akun staf.
11
25 Namun, insiden ini dijelaskan sebagai kegagalan otorisasi—bukan sebagai pembobolan MFA yang memberi akses ke sistem penerbitan sertifikat.
11
24
Kronologi insiden
- Februari 2025: Migrasi membuat sistem internal dapat dijangkau dari internet. Salah satu laporan mencatat perubahan itu terjadi pada 4 Februari.
3
5
- 18 Juni 2026: Staf melihat akun yang bukan milik DigiCert. Penilaian awal keliru menyimpulkan akun tanpa penugasan aplikasi tidak bisa mengakses data. Laporan juga menyebut firewall aplikasi web (WAF) memblokir pembuatan akun baru melalui jalur eksternal.
5
26
- 21 Juni: Menurut laporan insiden DigiCert, perusahaan menyadari sistem dapat diakses dari luar dan menemukan adanya akun tanpa penugasan.
24 Sejumlah laporan juga menyebut adanya pemberitahuan dari peneliti keamanan sekitar waktu itu.
18
22
- 27 Juni–2 Juli: DigiCert kemudian menetapkan rentang waktu ketika akun tak berwenang mengakses sebagian data arsip.
1
24
- 2 Juli: DigiCert menerapkan perbaikan otorisasi untuk membatasi pembuatan akun dan menolak akses arsip bagi akun tanpa penugasan aplikasi.
24
- 19 Oktober: DigiCert mengonfirmasi akses tak berwenang ke data arsip dan menetapkan insiden tersebut sebagai peristiwa yang wajib dilaporkan.
24
Kronologi ini menunjukkan dua persoalan yang berbeda: menghentikan pendaftaran akun baru dan mencegah akun tanpa penugasan yang sudah ada membaca arsip. Perbaikan pada 2 Juli menangani celah akses tersebut. Namun, DigiCert baru mengonfirmasi bahwa data pelanggan telah dibaca pada 19 Oktober—lebih dari tiga bulan setelah rentang akses yang dilaporkan berakhir.
18
24
Data yang mungkin terbaca
Sebagian besar catatan yang diakses berisi informasi kontak bisnis, seperti nama, alamat email kantor, nomor telepon, dan alamat bisnis. Sebagian kecil catatan juga memuat dokumen identitas, misalnya paspor, SIM, atau tagihan utilitas. Sebagian perwakilan pelanggan sebelumnya menyerahkan dokumen itu untuk keperluan verifikasi identitas.
1
12
24
Jumlah total pelanggan terdampak belum disebutkan dalam laporan yang tersedia. DigiCert telah mulai memberi tahu pelanggan yang terdampak, tetapi sumber yang tersedia tidak memastikan berapa banyak pemberitahuan yang akhirnya dikirim atau bagaimana perkembangan peninjauan dokumen identitas yang terekspos.
6
7
Layanan yang disebut tidak terdampak
DigiCert menyatakan layanan otoritas sertifikatnya, CertCentral, DigiCert ONE, kredensial pelanggan, dan sertifikat yang sudah diterbitkan tidak ikut dikompromikan.
9 Insiden ini berkaitan dengan arsip pelanggan di sistem bisnis internal, bukan dengan pembobolan proses penerbitan sertifikat.
1
24
Laporan yang tersedia belum menjelaskan secara lengkap status setiap kemampuan validasi, maupun seluruh kegiatan audit dan peninjauan peringatan yang disebut dalam sejumlah laporan. Karena itu, rincian tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari pernyataan bahwa penerbitan sertifikat dan layanan tertentu tidak terdampak.
Mengapa akses data baru dikonfirmasi beberapa bulan kemudian?
Penilaian awal berfokus pada keberadaan akun tak dikenal dan menganggap akun tanpa penugasan aplikasi tidak dapat menjangkau data pelanggan. Anggapan itu ternyata keliru: aturan otorisasi sistem masih mengizinkan akun tersebut membaca arsip.
5
24
Sumber yang tersedia menunjukkan DigiCert melihat persoalan akses pada Juni, memasang perbaikan pada Juli, lalu mengonfirmasi akses data pada Oktober. Namun, informasi yang ada belum cukup untuk merangkai seluruh tahapan investigasi atau menjelaskan secara tuntas mengapa konfirmasi baru dilakukan pada Oktober. Jumlah pelanggan terdampak serta status lengkap pemberitahuan dan peninjauan dokumen juga belum diketahui.
6
24