Robot humanoid dirancang menyerupai tubuh manusia sehingga dapat bekerja di lingkungan yang sama dengan manusia—menggunakan alat, mesin, dan ruang kerja yang sudah ada.
Analis memperkirakan teknologi ini akan banyak digunakan di beberapa sektor utama:
Di banyak industri ini, otomatisasi sebenarnya sudah berkembang. Dalam banyak kasus, robot digunakan untuk mendukung pekerja manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.
Barclays menyebut perkembangan robot humanoid sebagai bagian dari pergeseran struktural dalam ekonomi global.
Selama sekitar satu dekade terakhir, sebagian besar penerapan AI berfokus pada pekerjaan digital seperti perangkat lunak, analisis data, dan pembuatan konten. Robot humanoid memperluas kemampuan AI ke pekerjaan fisik, sehingga mesin bisa melakukan tugas manual di dunia nyata.
Jika tren ini berlanjut, Barclays menilai teknologi tersebut dapat memengaruhi banyak aspek ekonomi—mulai dari produktivitas, pasar tenaga kerja, hingga geopolitik dan investasi jangka panjang.
Jika China benar-benar mengadopsi robot dalam jumlah besar, negara tersebut dapat menjadi pendorong utama permintaan global.
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini antara lain:
Perkembangan ini mendorong robot humanoid beralih dari tahap prototipe menuju penggunaan komersial di berbagai industri.
China sudah memiliki posisi kuat dalam industri robotika dan otomasi.
Data pemerintah menunjukkan industri robotika negara tersebut menghasilkan sekitar 240 miliar yuan (sekitar US$35 miliar) pada 2024, dengan pertumbuhan yang terus berlanjut pada 2025.
Selain pasar domestik yang besar, China juga memiliki:
Beberapa analis bahkan memperkirakan China bisa menjadi pasar sekaligus produsen utama robot humanoid dunia, mirip dengan peran yang sebelumnya dicapai negara itu dalam industri kendaraan listrik dan panel surya.
Robot humanoid berpotensi membantu China mempertahankan tingkat produksi meskipun jumlah pekerja menurun.
Saat ini, estimasi industri menunjukkan robot humanoid mampu mencapai sekitar 30–40% produktivitas pekerja manusia. Dengan peningkatan AI dan perangkat keras, produktivitas ini diperkirakan bisa mendekati 80% dari kinerja manusia dalam beberapa tahun ke depan.
Jika biaya robot terus turun dan kemampuannya meningkat, penggunaan skala besar dapat:
Namun dampak ekonominya masih belum pasti, karena keberhasilan implementasi akan bergantung pada biaya, keandalan teknologi, regulasi, dan penerimaan di tempat kerja.
Sektor manufaktur China selama ini bergantung pada skala produksi besar dan tenaga kerja yang relatif melimpah. Menyusutnya tenaga kerja dapat mengancam model tersebut.
Robot humanoid dapat membantu pabrik mempertahankan atau bahkan meningkatkan produksi dengan jumlah pekerja lebih sedikit, terutama di industri seperti elektronik, mesin, dan logistik.
Di sisi lain, adopsi robot secara luas juga dapat memperketat persaingan teknologi global, karena negara-negara lain akan berlomba mengembangkan dan menerapkan sistem otomasi canggih.
Perkiraan Barclays didasarkan pada proyeksi demografi dan tren teknologi, dan detail lengkap laporan tidak tersedia secara publik. Karena itu masih ada sejumlah ketidakpastian, seperti:
Meski demikian, satu hal sudah jelas: tekanan demografi mendorong China menuju otomasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya—dan robot humanoid kemungkinan akan menjadi bagian penting dari transformasi tersebut dalam dekade mendatang.
Comments
0 comments