Alibaba dan Tencent menghabiskan sekitar 120,5 miliar yuan, atau kira kira US$18 miliar, untuk belanja modal pada kuartal II 2026. Belanja modal Alibaba naik 75% ketika laba kuartalannya anjlok 75%.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What does Alibaba and Tencent’s AI infrastructure spending in the second quarter of 2026 reveal about China’s intensifying AI arms race, inc. Article summary: Alibaba and Tencent’s Q2 spending shows that China’s AI contest has shifted from model launches to a capital-intensive race to secure compute, data centres, chips, and cloud capacity. The strategy is to accept near-term . Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Hasil keuangan kuartal II 2026 Alibaba dan Tencent menunjukkan bahwa persaingan AI di China telah memasuki babak baru. Pertarungannya bukan lagi semata-mata soal perusahaan mana yang meluncurkan model paling canggih, melainkan siapa yang mampu mengamankan chip, daya komputasi, kapasitas pusat data, dan distribusi cloud dalam skala besar.
Dalam tiga bulan saja, kedua perusahaan menggelontorkan sekitar 120,5 miliar yuan—setara kira-kira US$18 miliar—untuk belanja modal. 52 Nilai tersebut menunjukkan bahwa raksasa teknologi China bersedia menanggung tekanan terhadap laba dan arus kas saat ini demi membangun keunggulan infrastruktur untuk beberapa tahun ke depan.
Alibaba menghabiskan 67,68 miliar yuan untuk belanja modal, naik 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersihnya turun 75% meski pendapatan meningkat 9%. 33 Kontras ini memperlihatkan pilihan strategis Alibaba: mempertahankan profitabilitas jangka pendek atau membangun kapasitas lebih cepat ketika permintaan terhadap layanan cloud dan komputasi AI sedang meningkat.
Belanja modal Tencent mencapai 52,8 miliar yuan, naik 65% dari kuartal sebelumnya dan 176% secara tahunan. Angka itu juga jauh melampaui perkiraan analis sebesar 32,1 miliar yuan yang dikutip dalam laporan hasil keuangan perusahaan. 2223 Pendapatan Tencent naik 11% menjadi 204,8 miliar yuan, tetapi laba bersih hanya tumbuh 0,7% menjadi 56 miliar yuan. 17
Jadi, lonjakan ini bukan sekadar kenaikan anggaran riset dan pengembangan. Alibaba dan Tencent sedang membangun infrastruktur fisik serta jaringan komersial yang dapat menopang pelatihan model, pemrosesan inferensi, dan layanan cloud selama bertahun-tahun.
Hasil Alibaba memberikan tanda bahwa investasinya mulai terhubung dengan permintaan pelanggan. Reuters melaporkan pendapatan cloud Alibaba tumbuh 45% karena permintaan AI mendorong bisnis tersebut. 33 Laporan lain menggunakan definisi berbeda untuk kategori AI dan cloud Alibaba, sehingga angka pertumbuhan persisnya perlu dibaca secara hati-hati. Namun, sinyal yang konsisten adalah bisnis cloud tumbuh ketika investasi infrastrukturnya melonjak.
Pertumbuhan tersebut belum menghapus risikonya. Penurunan laba menunjukkan betapa mahalnya ekspansi ini sebelum kapasitas tambahan menghasilkan pengembalian penuh. Alibaba pada dasarnya mengambil taruhan infrastruktur klasik: berinvestasi lebih dulu, merebut pelanggan dan penggunaan, lalu mengembalikan modal secara bertahap.
Satu basis infrastruktur juga dapat dimonetisasi melalui beberapa jalur. Kapasitas komputasi dapat digunakan untuk model dan aplikasi Alibaba sendiri, disewakan kepada perusahaan melalui Alibaba Cloud, atau dijual sebagai kapasitas tambahan ketika kebutuhan internal belum memakainya secara penuh. Posisi Alibaba akan semakin kuat jika pelanggan makin bergantung pada infrastrukturnya—tetapi hanya jika tingkat utilisasi dan harga layanan cukup tinggi untuk membenarkan belanja tersebut.
Angka-angka Tencent membuat biaya pembangunan AI terlihat lebih jelas. Investasi infrastruktur yang besar membuat arus kas bebas perusahaan berubah negatif, yakni arus keluar sebesar 13,8 miliar yuan pada kuartal tersebut. Tencent mengatakan arus kas itu mencakup pembayaran di muka terkait AI untuk infrastruktur yang mendukung model dan layanannya. 30
Di sisi lain, Tencent tidak berinvestasi tanpa tanda-tanda komersialisasi. Bisnis iklannya mendapat manfaat dari peningkatan berbasis AI. Pendapatan layanan pemasaran naik 21,8% secara tahunan menjadi 43,565 miliar yuan, menurut laporan hasil keuangan perusahaan. 18 Reuters juga menyebut pertumbuhan iklan sebagai salah satu pendorong kenaikan pendapatan kuartal tersebut. 17
Iklan memberi Tencent jalur yang relatif lebih dekat untuk menutup investasi AI. Rekomendasi, penargetan, pembuatan materi iklan, dan tingkat konversi yang lebih baik dapat memperkuat bisnis yang sudah mapan sebelum produk AI mandiri menghasilkan pendapatan signifikan. Hasil ini menjanjikan, tetapi belum membuktikan bahwa keseluruhan program infrastruktur akan memberikan imbal hasil yang menarik.
Belanja kedua perusahaan mengisyaratkan bahwa kapasitas komputasi kini diperlakukan sebagai titik hambatan yang memiliki nilai strategis. Kekurangan chip, server, pasokan listrik, atau kapasitas pusat data dapat membatasi kecepatan perusahaan dalam meningkatkan model maupun melayani pelanggan—terlepas dari seberapa baik perangkat lunaknya.
Kondisi ini mendorong perusahaan mengamankan kapasitas sejak awal. Perusahaan yang menunggu hingga permintaan benar-benar terlihat dapat mendapati bahwa perangkat keras yang dibutuhkan sudah sulit diperoleh atau harganya lebih mahal. Dengan berinvestasi lebih cepat, Alibaba dan Tencent berupaya melindungi peta jalan AI mereka sekaligus membangun platform cloud yang dapat menjual layanan komputasi kepada perusahaan lain.
Karena itu, belanja ini tidak tepat dibaca hanya sebagai pengembangan produk. Ini juga merupakan upaya untuk merebut pendapatan infrastruktur masa depan, hubungan dengan pelanggan, dan fleksibilitas teknologi. Risikonya, kapasitas yang dibeli terlalu dini bisa kurang terpakai. Harga layanan yang turun atau model yang semakin efisien juga dapat mengurangi nilai perangkat keras tersebut.
Persaingan ini tidak hanya melibatkan dua perusahaan terbuka tersebut. Bloomberg melaporkan ByteDance sedang membahas belanja modal hingga US$70 miliar pada 2026 untuk pusat data dan infrastruktur AI lainnya. 1 Angka itu masih merupakan opsi yang sedang dipertimbangkan, bukan anggaran final yang telah dikonfirmasi, sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai panduan resmi perusahaan.
Meski belum pasti, skenario tersebut menggambarkan tekanan strategis yang dihadapi platform terbesar China. Jika pesaing membangun kapasitas jauh lebih besar, perusahaan yang berinvestasi terlalu hati-hati berisiko kehilangan akses ke komputasi, pengembang, pelanggan korporat, atau saluran distribusi. Dari sudut pandang manajemen, beberapa kuartal dengan arus kas lebih lemah mungkin dianggap lebih mudah ditanggung daripada tertinggal secara permanen dalam infrastruktur.
Lonjakan belanja menunjukkan keyakinan manajemen, bukan bukti bahwa strategi tersebut pasti berhasil. Pertumbuhan cloud Alibaba dan kenaikan pendapatan iklan Tencent menunjukkan bahwa AI sudah membantu sebagian bisnis mereka. Namun, keduanya belum membuktikan bahwa kumpulan chip, pusat data, dan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar itu dapat menghasilkan pendapatan yang cukup.
Beberapa risiko masih mengemuka:
Kesimpulan paling kuat dari hasil kuartal II tersebut bukan bahwa Alibaba atau Tencent sudah memenangkan perlombaan. Kesimpulannya adalah kedua perusahaan menilai akses terhadap komputasi begitu penting sehingga layak dibiayai dengan belanja awal yang luar biasa besar. Dengan demikian, persaingan AI China telah memasuki fase yang jauh lebih padat modal.
Bagi investor dan perusahaan teknologi, ujian berikutnya adalah konversi. Yang perlu dipantau ialah apakah penggunaan cloud, kinerja iklan, dan aplikasi AI tumbuh cukup cepat untuk menyerap kapasitas baru—serta apakah pendapatan itu pada akhirnya berubah menjadi arus kas bebas yang berkelanjutan, bukan sekadar tagihan infrastruktur yang semakin besar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Alibaba dan Tencent menghabiskan sekitar 120,5 miliar yuan, atau kira kira US$18 miliar, untuk belanja modal pada kuartal II 2026.
Alibaba dan Tencent menghabiskan sekitar 120,5 miliar yuan, atau kira kira US$18 miliar, untuk belanja modal pada kuartal II 2026. Belanja modal Alibaba naik 75% ketika laba kuartalannya anjlok 75%. Sementara itu, investasi Tencent sebesar 52,8 miliar yuan membuat arus kas bebasnya berubah menjadi arus keluar 13,8 miliar yuan.
Manfaat jangka pendek mulai terlihat pada bisnis yang sudah ada: pendapatan cloud Alibaba tumbuh 45%, sedangkan pendapatan layanan pemasaran Tencent naik 21,8% berkat peningkatan berbasis AI.