Ekonomi China tumbuh 4,5% secara tahunan pada kuartal III 2026, bangkit dari laju 4,3% pada kuartal sebelumnya—yang terlemah dalam lebih dari tiga tahun. Angka itu sedikit melampaui perkiraan ekonom, tetapi sumber pertumbuhannya masih belum merata: ekspor dan produksi industri kuat, sementara permintaan di dalam negeri belum menunjukkan kekuatan serupa.
1
17
Target tahunan makin terjangkau, tetapi belum tercapai
Biro Statistik Nasional China melaporkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5% pada Juli–September, dibandingkan perkiraan 4,4% dalam jajak pendapat Reuters. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 1,2%, lebih cepat daripada 0,9% pada kuartal II. Untuk periode Januari–September, pertumbuhan tercatat 4,6%.
1
17
Pemerintah China menargetkan pertumbuhan setahun penuh sebesar 4,5%–5%. Hasil sembilan bulan pertama menempatkan ekonomi dalam kisaran tersebut, tetapi angka itu belum menjadi hasil akhir tahun. Rebound kuartal III mengurangi tekanan agar Beijing segera menggelontorkan stimulus yang lebih agresif, namun belum membuktikan bahwa pemulihan sudah kokoh dan seimbang.
1
5
17
Ekspor dan pabrik menjadi mesin pertumbuhan
Ekspor China melonjak 36,3% pada September dibandingkan setahun sebelumnya. Permintaan yang kuat terhadap barang teknologi China turut menopang perdagangan, sementara produksi industri tumbuh 5,5% pada bulan yang sama—lebih cepat daripada kenaikan 5,2% pada Agustus.
2
24
25
Kinerja tersebut membantu menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi membaik meski sejumlah indikator dalam negeri masih lemah. Namun, lonjakan ekspor saja bukan bukti bahwa belanja rumah tangga telah pulih. Reuters mencatat bahwa kuatnya ekspor masih mengimbangi kehati-hatian konsumen dalam berbelanja.
3
Permintaan dalam negeri masih menjadi ganjalan
Gambaran dari dalam negeri beragam. Penjualan ritel tumbuh 1,1% pada September, membaik dari 0,4% pada Agustus. Sebaliknya, investasi aset tetap turun 7,2% dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Tekanan dari sektor properti juga masih membayangi ekonomi.
11
24
Artinya, produksi dan permintaan dari luar negeri lebih banyak menopang pertumbuhan, sementara konsumsi dan investasi belum menunjukkan penguatan yang sebanding. Jika ekspor terus memikul porsi besar dari momentum ekonomi, pertumbuhan China akan lebih bergantung pada permintaan luar negeri dibandingkan jika pemulihan didorong oleh belanja domestik yang lebih kuat.
3
11
Apa artinya bagi kebijakan stimulus?
Angka PDB yang lebih baik dari perkiraan memberi ruang bagi pemerintah untuk tidak langsung memperluas stimulus secara besar-besaran. Namun, itu tidak menghapus kebutuhan akan dukungan yang lebih terarah. Beijing sebelumnya mengizinkan pemerintah daerah menggunakan kuota utang yang belum terpakai senilai 550 miliar yuan untuk membantu keuangan daerah dan mendukung investasi infrastruktur.
1
23
Intinya, mencapai target pertumbuhan tahunan berbeda dari membangun pemulihan yang bisa bertahan dengan kekuatan sendiri. Pertumbuhan 4,5% pada kuartal III membuat batas bawah target tahunan terlihat lebih mungkin tercapai. Namun, kesenjangan antara ekspor yang kuat dan indikator domestik yang lebih lemah menunjukkan bahwa pemulihan China masih belum tuntas.
3
17