Tech Transparency Project (TTP) secara independen mengidentifikasi lebih dari 50 iklan gambar dan video ini di Pustaka Iklan publik milik Meta sendiri, yang diposting antara November 2025 dan Agustus 2026. Beberapa iklan tersebut menautkan ke aplikasi 'nudify' yang menghasilkan gambar seksual non-konsensual . Iklan-iklan ini secara kolektif menjangkau ribuan akun di AS, Inggris, dan lebih dari belasan negara Eropa .
Standar periklanan Meta secara tegas melarang iklan yang mengandung CSAM atau mempromosikan aplikasi nudify . Namun, iklan-iklan tersebut ditemukan menggunakan alat transparansi milik Meta sendiri. Peneliti TTP menemukan bahwa beberapa iklan ditautkan ke GatherOne Inc. yang berbasis di Beijing, mitra periklanan Meta yang telah disetujui, yang telah menempatkan sekitar 7.600 iklan untuk aplikasi AI nudify di Facebook dan Instagram . TTP mengidentifikasi 210 halaman Facebook yang terikat dengan GatherOne, dengan 85 halaman di antaranya masih aktif pada saat pelaporan .
Meta kemudian menyatakan bahwa sebagian besar iklan memiliki jangkauan yang minimal dan telah dinonaktifkan setelah ditinjau, dan menyalahkan kegagalan pada sistem deteksi yang mendahului alat moderasi AI yang lebih baru .
Pemerintah India bereaksi agresif terhadap pengungkapan ini. Menyusul investigasi terpisah dari BBC Eye yang menemukan Instagram menayangkan iklan berbayar yang secara eksplisit mempromosikan CSAM — menggunakan istilah pencarian seperti "video pemerkosaan" dan "video anak" yang menautkan ke saluran Telegram — Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) mengambil beberapa tindakan:
Respons regulasi Uni Eropa bersifat struktural dan legislatif, bukan tindakan penegakan hukum khusus terhadap Meta untuk iklan-iklan ini. AI Act UE kini menyertakan ketentuan baru yang akan melarang pembuatan CSAM mulai 2 Desember 2026 . Ini secara langsung menargetkan materi pelecehan buatan AI seperti yang ada dalam laporan WIRED.
AI Act juga memberlakukan kewajiban pada pengguna dan penyedia alat AI untuk memastikan keamanan dan transparansi, dan mensyaratkan konten buatan AI untuk dapat diidentifikasi . Secara terpisah, Komisi Eropa sebelumnya telah mendenda Meta sebesar €200 juta pada April 2025 karena tidak mematuhi Digital Markets Act atas model periklanan 'Consent or Pay', meskipun tindakan itu tidak terkait langsung dengan CSAM .
Dua investigasi ini mengungkap kegagalan sistemik dalam infrastruktur peninjauan iklan Meta. Meskipun memiliki kebijakan yang jelas, CSAM buatan AI lolos selama berbulan-bulan di berbagai platform. Respons cepat India — ultimatum 7 hari — menandakan meningkatnya ketidaksabaran pemerintah dengan pengaturan mandiri platform. Sementara itu, larangan UE menjadi preseden global dengan melarang pembuatan CSAM itu sendiri, bukan hanya distribusinya.