Ubisoft mengirim pesan yang cukup jelas kepada investor dalam laporan keuangan tahun fiskal 2025–26: kebangkitan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan akan sangat bergantung pada game besar dari franchise andalannya—Assassin’s Creed, Far Cry, dan Ghost Recon—yang direncanakan rilis sebelum tahun fiskal 2028–29.
Setelah mengalami kerugian besar dan melakukan perubahan internal yang signifikan, perusahaan game asal Prancis ini mencoba memusatkan strategi pada lebih sedikit proyek, tetapi dengan skala dan dampak yang lebih besar.
Ubisoft menggambarkan tahun fiskal 2025–26 sebagai periode “strategic reset” atau reset strategis. Dalam periode ini, perusahaan menjalankan restrukturisasi besar setelah mengalami penurunan performa bisnis.
Laporan keuangan menunjukkan kerugian operasional sekitar €1,3 miliar, yang merupakan yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Kerugian ini dipicu oleh penurunan nilai aset, pembatalan beberapa proyek game, dan biaya restrukturisasi internal ketika Ubisoft memutuskan untuk memfokuskan portofolionya pada lebih sedikit judul besar .
Meski demikian, perusahaan memproyeksikan pemulihan bertahap. Ubisoft memperkirakan arus kas bebas (free cash flow) akan kembali positif pada FY2027–28 dan semakin kuat pada FY2028–29 . Rilis game besar dari franchise utama menjadi faktor utama yang diharapkan mendorong pemulihan tersebut.
Dalam laporan dan pembahasan dengan investor, Ubisoft menegaskan bahwa beberapa tahun ke depan akan diisi oleh rilis besar dari franchise utama. Walau tidak semua judul diumumkan secara resmi, arah strateginya jelas:
Strategi ini juga diikuti perubahan struktur pengembangan internal agar tim lebih fokus pada kualitas dan IP utama, bukan banyak proyek kecil sekaligus.
Salah satu proyek yang paling dinanti adalah Assassin’s Creed Codename Hexe, yang sedang dikembangkan oleh Ubisoft Montreal. Ubisoft menggambarkannya sebagai pengalaman Assassin’s Creed yang lebih gelap dan berfokus pada narasi .
Perusahaan belum mengumumkan tanggal rilis resmi. Namun berbagai laporan industri menyebutkan game ini menargetkan rilis sekitar 2027, kemungkinan pertengahan hingga akhir tahun tergantung perkembangan produksi .
Ada juga laporan bahwa tim pengembang sempat mengalami perubahan internal, termasuk pemindahan sejumlah developer yang bisa memengaruhi jadwal rilisnya .
Jika jadwal tersebut bertahan, Hexe akan muncul tepat saat Ubisoft berharap performa keuangannya mulai membaik—menjadikannya salah satu game kunci dalam fase pemulihan perusahaan.
Bagian lain dari rencana ini adalah game Ghost Recon generasi berikutnya yang dilaporkan menggunakan kode internal “Project Ovr” atau “Project Over.”
Ubisoft memang telah mengonfirmasi bahwa game Ghost Recon baru sedang dikembangkan, tetapi detail spesifik proyek ini belum diumumkan secara resmi.
Menurut berbagai laporan industri:
Jika benar, jadwal ini akan menempatkannya lebih awal dalam siklus pemulihan Ubisoft, membantu menjaga aliran rilis sebelum judul besar lain tiba pada 2027–2028.
Karena Ubisoft belum mengumumkan nama kode atau jadwal resmi, detail tersebut masih dianggap berdasarkan laporan dan kebocoran industri.
Ubisoft juga belum mengungkap secara resmi game Far Cry berikutnya. Namun laporan industri menyebut bahwa Far Cry 7 sedang dalam pengembangan dan kemungkinan menargetkan periode rilis yang mirip dengan Assassin’s Creed Hexe, yakni sekitar 2027 .
Jika jadwal ini akurat, kedua game tersebut akan menjadi bagian dari periode penting ketika Ubisoft berharap kinerja keuangannya meningkat signifikan.
Sebelum proyek‑proyek besar tersebut tiba, Ubisoft masih memiliki rilis penting dalam waktu dekat: Assassin’s Creed IV: Black Flag Resynced.
Game ini merupakan remake dari judul klasik tahun 2013 dan dijadwalkan rilis 9 Juli 2026 untuk platform modern. Versi baru ini menghadirkan teknologi terbaru dari Anvil Engine dengan peningkatan visual dan fitur tambahan .
Remake seperti ini berfungsi sebagai “bridge release”—menjaga franchise tetap aktif di pasar sambil menunggu game baru yang benar‑benar generasi berikutnya.
Jika dilihat secara keseluruhan, strategi Ubisoft terlihat cukup terstruktur:
Dengan kata lain, Ubisoft mencoba bangkit dengan mengandalkan lebih sedikit game, tetapi dengan skala blockbuster dari franchise paling populer mereka.
Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kualitas dan penerimaan pemain. Namun satu hal sudah jelas: dalam beberapa tahun ke depan, masa depan Ubisoft kemungkinan besar akan ditentukan oleh performa Assassin’s Creed, Far Cry, dan Ghost Recon di pasar global.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Ubisoft menargetkan pemulihan keuangan melalui rilis besar dari Assassin’s Creed, Far Cry, dan Ghost Recon sebelum tahun fiskal 2028–29, dengan arus kas bebas diperkirakan positif pada FY2027–28 [3].
Ubisoft menargetkan pemulihan keuangan melalui rilis besar dari Assassin’s Creed, Far Cry, dan Ghost Recon sebelum tahun fiskal 2028–29, dengan arus kas bebas diperkirakan positif pada FY2027–28 [3]. Assassin’s Creed Hexe dan Far Cry 7 dilaporkan menargetkan rilis sekitar 2027, sementara Ghost Recon baru dengan kode Project Over/Ovr disebut‑sebut dapat hadir sekitar 2026 berdasarkan laporan industri [17][33].
Kerugian operasional sekitar €1,3 miliar pada FY2025–26 mendorong Ubisoft melakukan restrukturisasi dan fokus pada lebih sedikit proyek tetapi dengan skala lebih besar [2].