Manajer Aset Global Siapkan Lonjakan Anggaran AI, Namun Terbelah soal Risikonya
Mayoritas perusahaan manajemen aset global berencana menaikkan anggaran AI setidaknya 50% dalam setahun, sementara 63% telah meningkatkan belanja AI lebih dari 50% dalam 12 bulan terakhir [5][11]. Sebanyak 66% manajer dana khawatir perusahaan mereka sudah berlebihan berinvestasi dalam AI, sedangkan 25% menilai inves...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Mayoritas perusahaan manajemen aset global berencana menaikkan anggaran AI setidaknya 50% dalam setahun, sementara 63% telah meningkatkan belanja AI lebih dari 50% dalam 12 bulan terakhir [5][11].
Sebanyak 66% manajer dana khawatir perusahaan mereka sudah berlebihan berinvestasi dalam AI, sedangkan 25% menilai investasi mereka masih kurang [4].
Area yang diperkirakan paling terdampak adalah pembuatan dan peringkasan data (62%), sistem pendukung keputusan (58%), serta pemodelan prediktif dan stress testing (57%) [5].
Perusahaan dengan data yang akurat merasakan peningkatan manajemen risiko yang lebih proaktif dibandingkan perusahaan dengan kualitas data sedang atau buruk [2][6].
What did the recent study by US fintech firm Clearwater Analytics reveal about how global asset management firms plan to change their artifiGenerated visual representation of AI and big data in asset management.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did the recent study by US fintech firm Clearwater Analytics reveal about how global asset management firms plan to change their artifi. Article summary: Here are the key findings from Clearwater Analytics' 2026 global study, titled **"GenAI and the Data Divide"**, based on a survey of 178 senior executives across asset managers, hedge funds, and private credit firms [5][. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
openai.com
Perusahaan manajemen aset global sedang menggelontorkan dana untuk kecerdasan buatan (AI) dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Studi terbaru dari perusahaan teknologi finansial asal Amerika Serikat, Clearwater Analytics, menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan berencana menaikkan anggaran AI setidaknya 50% dalam 12 bulan ke depan. Sementara itu, 63% perusahaan telah meningkatkan belanja AI lebih dari 50% selama setahun terakhir, dan tidak ada perusahaan yang melaporkan pemangkasan anggaran .
Namun, di balik lonjakan belanja tersebut muncul sebuah paradoks. Sebanyak dua pertiga manajer dana khawatir perusahaan mereka justru sudah berlebihan berinvestasi dalam AI. Di sisi lain, perusahaan yang benar-benar memperoleh manfaat bukanlah selalu perusahaan dengan anggaran terbesar, melainkan perusahaan yang memiliki fondasi data paling kuat .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Manajer Aset Global Siapkan Lonjakan Anggaran AI, Namun Terbelah soal Risikonya"?
Mayoritas perusahaan manajemen aset global berencana menaikkan anggaran AI setidaknya 50% dalam setahun, sementara 63% telah meningkatkan belanja AI lebih dari 50% dalam 12 bulan terakhir [5][11].
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Mayoritas perusahaan manajemen aset global berencana menaikkan anggaran AI setidaknya 50% dalam setahun, sementara 63% telah meningkatkan belanja AI lebih dari 50% dalam 12 bulan terakhir [5][11]. Sebanyak 66% manajer dana khawatir perusahaan mereka sudah berlebihan berinvestasi dalam AI, sedangkan 25% menilai investasi mereka masih kurang [4].
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Area yang diperkirakan paling terdampak adalah pembuatan dan peringkasan data (62%), sistem pendukung keputusan (58%), serta pemodelan prediktif dan stress testing (57%) [5].
Temuan ini berasal dari laporan global Clearwater Analytics 2026 berjudul “GenAI and the Data Divide”. Penelitian tersebut melibatkan 178 eksekutif senior—termasuk CEO, CFO, CIO, dan CRO—dari perusahaan manajemen aset, hedge fund, serta perusahaan private credit di Eropa, Amerika Serikat, dan kawasan Asia Pasifik .
Anggaran AI Melonjak, tetapi Kekhawatiran Ikut Membesar
Investasi AI di industri manajemen aset meningkat sangat cepat. Sebanyak 63% perusahaan yang disurvei menaikkan anggaran AI lebih dari 50% dalam 12 bulan terakhir. Tidak satu pun responden menyatakan bahwa perusahaannya mengurangi anggaran tersebut .
Meski demikian, para manajer dana belum memiliki pandangan yang sama mengenai seberapa besar investasi yang tepat:
66% khawatir perusahaan mereka sudah terlalu banyak berinvestasi dalam AI .
25% menilai organisasi mereka masih belum cukup berinvestasi .
“Paradoks investasi yang mencolok sedang muncul di jantung revolusi AI dalam industri manajemen aset,” tulis laporan tersebut . Artinya, kenaikan anggaran belum otomatis menjawab pertanyaan utama: berapa tingkat belanja yang benar-benar masuk akal bagi sebuah perusahaan .
Operasi yang Diperkirakan Paling Berubah
Dalam satu tahun ke depan, responden memperkirakan AI akan membawa dampak besar atau transformatif pada sejumlah fungsi utama manajemen investasi. Tiga area dengan ekspektasi tertinggi adalah:
Pembuatan dan peringkasan data: 62% responden memperkirakan dampak transformatif .
Sistem pendukung keputusan, termasuk penyeimbangan kembali portofolio: 58% .
Pemodelan prediktif dan stress testing: 57% .
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa AI mulai bergeser dari sekadar proyek uji coba menuju alur kerja inti dalam pengelolaan investasi. Sekitar dua pertiga manajer dana juga menyatakan bahwa perangkat AI mereka kini mampu mengelola data alternatif secara efektif—jenis data yang secara historis sulit diproses dalam skala besar .
Selain itu, 62% responden melaporkan keberhasilan dalam orkestrasi multi-agen, yaitu pengaturan operasi otonom yang dipicu ketika ambang batas data tertentu tercapai .
Bukan Besarnya Anggaran, Melainkan Mutu Data
Kesimpulan utama studi ini adalah bahwa jarak antara perusahaan yang berhasil memanfaatkan AI dan perusahaan yang tertinggal tidak terutama ditentukan oleh besarnya anggaran atau kecepatan adopsi. Faktor pembeda utamanya adalah kualitas fondasi data yang digunakan AI .
“Adopsi AI memaksa manajer dana menghadapi dasar-dasar pengelolaan data dengan cara yang belum pernah dilakukan teknologi lain,” kata Souvik Das, Chief Technology Officer Clearwater Analytics .
Perbedaan hasilnya terlihat jelas dalam manajemen risiko. Sebanyak 44% perusahaan yang menilai akurasi datanya baik atau sangat baik mengatakan bahwa manajemen risiko mereka menjadi jauh lebih proaktif. Angka itu hanya 17% di antara perusahaan yang menilai kualitas datanya sedang atau buruk .
Hampir seluruh eksekutif yang disurvei—95%—menyatakan bahwa perusahaan mereka meningkatkan anggaran AI dalam setahun terakhir. Namun, tambahan dana saja tidak otomatis menghasilkan kinerja yang lebih baik jika data dasarnya tidak andal .
Tren Investasi AI di Sektor Keuangan
Temuan Clearwater sejalan dengan tren yang lebih luas di sektor jasa keuangan. Survei terpisah dari KPMG menunjukkan bahwa organisasi manajemen aset dan private equity memperkirakan rata-rata belanja AI sebesar 148 juta dolar AS dalam 12 bulan ke depan. Nilai tersebut hampir 1,5 kali lipat dibandingkan proyeksi pada kuartal sebelumnya .
Data dan analitik, serta penelitian dan pengembangan, menjadi kategori investasi utama dalam survei tersebut .
Laporan Clearwater juga mencerminkan persoalan yang lebih luas dalam penerapan AI generatif di dunia usaha. Meskipun investasi perusahaan untuk GenAI telah mencapai 30–40 miliar dolar AS, banyak organisasi masih memperoleh sedikit atau bahkan tidak memperoleh hasil finansial yang berarti. Clearwater menyebut kesenjangan tersebut sebagai “GenAI Divide”.
Dengan demikian, tantangan industri manajemen aset bukan lagi sekadar memutuskan apakah perlu berinvestasi dalam AI. Pertanyaan yang lebih menentukan adalah apakah perusahaan memiliki data yang cukup akurat, terstruktur, dan dapat diandalkan untuk membuat investasi tersebut menghasilkan manfaat nyata.
sfnet.com
Global Study: Fund Managers Say AI Will Transform Asset ...