Salah satu 'cawan suci' dalam industri daging alternatif adalah menciptakan tiruan daging utuh—seperti steak, fillet dada ayam, atau potongan solid lainnya. Selama ini, produk andalan Infinite Roots di bawah merek MushRoots masih berkisar pada format cincang, seperti bakso dan patty burger . Bosque Foods memiliki jalur pengembangan produk khusus untuk whole-cut, yang secara teknis jauh lebih sulit untuk ditiru dengan miselium. Akuisisi ini membuka akses Infinite Roots ke ceruk pasar yang lebih premium.
Transaksi ini juga memindahkan kumpulan data proses serta kekayaan intelektual milik Bosque Foods ke pangkuan Infinite Roots. Bagi industri berbasis bioteknologi, proprietary dataset dan know-how proses produksi adalah aset yang sama berharganya dengan paten. CEO Infinite Roots, Dr. Mazen Rizk, menyatakan bahwa fase lanjutan industri ini membutuhkan perusahaan yang mampu mengintegrasikan biologi, data proses, KI, dan implementasi industri—sebuah kapabilitas yang kini lebih mampu diwujudkan oleh entitas gabungan .
Akuisisi ini terjadi hanya beberapa saat setelah Infinite Roots mencatat sejarah dengan meraih pendanaan Seri B sebesar $58 juta (sekitar Rp928 miliar), yang dilaporkan sebagai investasi terbesar di sektor miselium Eropa hingga saat ini . Dana segar tersebut memang dialokasikan untuk ekspansi skala produksi dan peluncuran produk secara global
.
Dengan mengakuisisi Bosque Foods di saat startup itu tertekan secara finansial, Infinite Roots memangkas waktu bertahun-tahun dan modal besar yang biasanya dibutuhkan untuk membangun teknologi whole-cut dan fermentasi padat secara mandiri.
Perlu dicatat, regulasi Novel Food Uni Eropa masih menjadi batu sandungan bagi peluncuran produk berbasis miselium di benua ini . Menggabungkan dua platform teknologi di bawah satu atap diharapkan dapat memusatkan sumber daya regulasi, memungkinkan pembagian data keamanan dan proses secara lebih efisien, serta mempercepat persetujuan seiring dengan scale-up industri.
Aksi korporasi ini mengirimkan sinyal kuat: pasar foodtech miselium sedang bergeser dari fase penemuan menuju fase konsolidasi. Era di mana perusahaan rintisan mengandalkan temuan laboratorium yang unik sudah mulai ditinggalkan. Kini, perusahaan dengan modal kuat, portofolio KI yang kokoh, dan platform siap-skala industrialah yang akan bertahan dan mencaplok pemain tahap awal yang memiliki keahlian spesifik tetapi sulit bertahan secara komersial.
Saat ini, Infinite Roots telah mengklaim memiliki lebih dari 18.000 strain dalam koleksi kultur eksklusifnya, didukung oleh 71 karyawan dari markasnya di Hamburg . Dengan tambahan keahlian solid-state dan lini produk whole-cut dari Bosque Foods, posisinya semakin mendekati perusahaan platform miselium terintegrasi, bukan sekadar startup bioteknologi satu teknologi.