Di Balik Kebocoran The Gentlemen: Cara Geng Ransomware Baru Berkembang Pesat di 2026
Kebocoran database internal The Gentlemen membuka wawasan langka tentang bagaimana geng ransomware‑as‑a‑service yang relatif baru dapat berkembang sangat cepat pada 2026 melalui model afiliasi. Data internal dan log percakapan dari akhir 2025 hingga April 2026 memperlihatkan bagaimana kelompok ini mengelola infrastr...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.5Gambar dibuat dengan GPT Image 2
Kebocoran database internal The Gentlemen membuka wawasan langka tentang bagaimana geng ransomware‑as‑a‑service yang relatif baru dapat berkembang sangat cepat pada 2026 melalui model afiliasi.
Data internal dan log percakapan dari akhir 2025 hingga April 2026 memperlihatkan bagaimana kelompok ini mengelola infrastruktur serangan, memilih target, dan mengoordinasikan kampanye ransomware.
Analisis keamanan menunjukkan banyak serangan dimulai dari perangkat jaringan yang terpapar internet—seperti firewall dan gateway VPN—yang sering menjadi titik masuk utama ransomware.
What did the leaked internal database reveal about The Gentlemen ransomware-as-a-service gang’s operations, including its rapid rise in 2026Researchers gained rare insight into The Gentlemen ransomware operation after internal chats and backend data were leaked online.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did the leaked internal database reveal about The Gentlemen ransomware-as-a-service gang’s operations, including its rapid rise in 2026. Article summary: The leak showed The Gentlemen is a young RaaS operation whose internal chats and alleged backend data were partially exposed, but the material should be treated as an incomplete view rather than a full organizational map. Topic tags: general, general web, government. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "The Gentlemen ransomware emerged as a formidable Ransomware-as-a-Service (RaaS) operation in June 2025 and has rapidly escalated into a global cyber threat, claiming over 320 victi" source context "The Gentlemen Ransomware: A Rapidly Scaling RaaS Threat" Reference image 2: visual subject "Nascent ransomware-as-a-serv
openai.com
Gambaran langka dari dalam operasi ransomware
Pada Mei 2026, peneliti keamanan menemukan kebocoran data internal milik The Gentlemen, sebuah kelompok ransomware‑as‑a‑service (RaaS) yang mulai muncul sekitar pertengahan 2025. Kebocoran tersebut—yang dipromosikan di forum bawah tanah—berisi log percakapan internal serta data backend yang mencakup periode sekitar November 2025 hingga April 2026. Materi ini memberikan pandangan langka tentang bagaimana kelompok tersebut mengelola operasi dan menjalankan serangan. Namun para analis menekankan bahwa dataset tersebut tampaknya hanya sebagian, sehingga tidak menggambarkan seluruh struktur organisasi.
Meski begitu, informasi tersebut cukup untuk menunjukkan bagaimana ekosistem ransomware modern bekerja: mulai dari perekrutan afiliasi, pengelolaan infrastruktur, hingga eksploitasi perangkat jaringan yang terhubung langsung ke internet.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Di Balik Kebocoran The Gentlemen: Cara Geng Ransomware Baru Berkembang Pesat di 2026"?
Kebocoran database internal The Gentlemen membuka wawasan langka tentang bagaimana geng ransomware‑as‑a‑service yang relatif baru dapat berkembang sangat cepat pada 2026 melalui model afiliasi.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Kebocoran database internal The Gentlemen membuka wawasan langka tentang bagaimana geng ransomware‑as‑a‑service yang relatif baru dapat berkembang sangat cepat pada 2026 melalui model afiliasi. Data internal dan log percakapan dari akhir 2025 hingga April 2026 memperlihatkan bagaimana kelompok ini mengelola infrastruktur serangan, memilih target, dan mengoordinasikan kampanye ransomware.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Analisis keamanan menunjukkan banyak serangan dimulai dari perangkat jaringan yang terpapar internet—seperti firewall dan gateway VPN—yang sering menjadi titik masuk utama ransomware.
Sebagai merek ransomware yang relatif baru, The Gentlemen berkembang sangat cepat. Pada awal 2026, situs kebocoran data milik kelompok ini sudah menampilkan ratusan organisasi korban di lebih dari 50 negara. Mereka menggunakan strategi "double extortion": mencuri data terlebih dahulu, lalu mengenkripsi sistem korban dan mengancam akan mempublikasikan data tersebut jika tebusan tidak dibayar.
Pemantauan keamanan menunjukkan kelompok ini menjadi salah satu program RaaS paling aktif pada 2026. Sekitar 332 korban tercatat di situs kebocoran mereka hanya dalam lima bulan pertama tahun tersebut, menyoroti seberapa cepat operasi ini berkembang.
Pertumbuhan ini terlihat jelas dalam statistik kuartalan. Pada Q1 2026, kelompok ini mempublikasikan 179 korban, melonjak 588% dibandingkan Q4 2025 yang hanya mencatat 26 korban.
Cara kerja model bisnis RaaS
Seperti banyak geng ransomware modern, The Gentlemen beroperasi menggunakan model ransomware‑as‑a‑service. Dalam model ini, pengembang inti membuat malware dan infrastruktur, sementara operator eksternal—disebut afiliasi—melakukan peretasan dan menyebarkan ransomware.
Database backend yang bocor memperlihatkan akun‑akun internal yang digunakan untuk mengelola panel RaaS. Infrastruktur tersebut dilaporkan dikelola oleh operator inti dengan nama “zeta88” (alias “hastalamuerte”).
Dalam ekosistem ini:
Operator inti mengelola pembuat ransomware, panel kontrol, dan sistem pembayaran.
Afiliasi melakukan intrusi jaringan, mencuri data, dan menjalankan ransomware.
Uang tebusan dibagi antara afiliasi dan operator platform.
Pembagian peran ini memungkinkan kelompok berkembang cepat tanpa harus memiliki tim inti yang besar.
Fokus pada perangkat jaringan yang terpapar internet
Salah satu temuan paling penting dari kebocoran ini adalah ketergantungan kelompok pada perangkat jaringan di tepi jaringan (edge infrastructure) sebagai titik masuk awal.
Para peneliti mengaitkan serangan mereka dengan eksploitasi perangkat seperti firewall, gateway VPN, dan sistem manajemen jaringan—terutama yang langsung terhubung ke internet.
Salah satu kerentanan utama yang sering dikaitkan dengan operasi mereka adalah CVE‑2024‑55591, celah kritis pada FortiOS dan FortiProxy yang memungkinkan penyerang melewati autentikasi. Kerentanan ini dapat memberi penyerang jarak jauh hak super‑administrator melalui permintaan yang dimanipulasi.
Dengan menyerang perangkat jaringan di perimeter perusahaan, pelaku dapat melewati banyak kontrol keamanan tradisional yang biasanya melindungi endpoint seperti laptop atau server.
Inventaris besar perangkat FortiGate yang sudah diretas
Laporan intelijen ancaman juga mengungkap skala infrastruktur akses yang dikelola kelompok ini.
Penyelidik menemukan bukti bahwa operasi tersebut melacak sekitar 14.700 perangkat FortiGate yang sudah berhasil dieksploitasi di seluruh dunia, bersama dengan ratusan kredensial VPN yang telah divalidasi yang terkait dengan sistem tersebut.
Inventaris seperti ini berfungsi sebagai "pipeline" untuk serangan berikutnya. Setelah akses diperoleh ke perangkat perimeter, penyerang dapat bergerak lebih dalam ke jaringan tanpa memicu pertahanan yang biasanya mendeteksi phishing atau malware.
Apa yang diungkap oleh percakapan internal
Walau datanya tidak lengkap, log percakapan internal memberikan gambaran tentang bagaimana kelompok ini mengoordinasikan serangan dan mengelola kampanye ransomware.
Beberapa kanal obrolan internal menunjukkan diskusi mengenai:
pemilihan target dan organisasi korban
pengelolaan infrastruktur serangan
aktivitas para afiliasi
koordinasi sebelum mengumumkan korban secara publik
Para peneliti mencatat bahwa percakapan tersebut berasal dari beberapa kanal operasional dan sistem backend, memberikan gambaran tentang timeline dan alur kerja kampanye ransomware.
Pelajaran penting bagi tim keamanan
Selain mengungkap operasi satu kelompok, kebocoran ini menyoroti tren yang lebih luas dalam dunia kejahatan siber: perangkat jaringan di tepi jaringan kini menjadi pintu masuk utama serangan ransomware.
Banyak organisasi berfokus pada perlindungan endpoint, tetapi firewall, gateway VPN, dan sistem manajemen jaringan yang terekspos dapat melewati pertahanan tersebut.
Beberapa prioritas pertahanan yang direkomendasikan meliputi:
Memperbarui patch perangkat jaringan dengan cepat, terutama untuk kerentanan kritis seperti CVE‑2024‑55591 pada perangkat Fortinet.
Menutup akses publik ke antarmuka manajemen jika memungkinkan.
Menggunakan autentikasi multi‑faktor dan segmentasi jaringan untuk akses administratif.
Memantau log firewall, VPN, dan sistem manajemen jaringan sebagai indikator awal kompromi.
Jendela terbatas tapi berharga
Database yang bocor tidak mengungkap seluruh struktur organisasi The Gentlemen. Para peneliti menekankan bahwa materi tersebut hanya memberikan cuplikan sebagian dari aktivitas internal, bukan gambaran lengkap dari ekosistem ransomware mereka.
Meski demikian, kebocoran ini memberi pandangan langka tentang bagaimana program ransomware‑as‑a‑service modern beroperasi—dan bagaimana operasi tersebut dapat berkembang sangat cepat ketika afiliasi, otomatisasi, dan perangkat jaringan yang rentan bertemu.
Bagi organisasi, pesan utamanya jelas: keamanan pada perangkat yang terhubung langsung ke internet kini menjadi garis pertahanan paling kritis dalam era ransomware.