72,7% pekerja profesional Hong Kong menggunakan AI setiap hari atau minggu — lebih dari dua kali lipat rata rata global 31% yang dikutip dari studi KPMG 2025, menurut survei HKUST 2026 terhadap 3.722 responden. Dari pengguna AI rutin, 81,66% mengandalkan alat generative AI seperti ChatGPT, Microsoft Copilot, dan Goo...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did the 2026 HKUST survey of 3,722 Hong Kong working professionals find about AI adoption rates (72.7% daily or weekly use vs. a 31% gl. Article summary: Here are the key findings from the 2026 HKUST survey, titled *Workplace New Era: Hong Kong Working Professionals' Perceptions, Readiness, and Future Directions for AI*, which collected 3,722 valid online responses betwee. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Survei berskala besar tahun 2026 oleh Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) Business School telah mengukur adopsi AI yang pesat di kota tersebut — dan kecemasan yang menyertainya. Studi bertajuk Workplace New Era: Hong Kong Working Professionals' Perceptions, Readiness, and Future Directions for AI ini mengumpulkan 3.722 respons daring yang valid antara Maret dan April 2026, menangkap pandangan pekerja inti di berbagai sektor seperti keuangan, TI, teknik, akuntansi, dan layanan kesehatan . Hasilnya menggambarkan tenaga kerja yang telah mengadopsi AI generatif dengan kecepatan lebih dari dua kali lipat rata-rata global, namun sebagian besar tidak terlatih dan terbelah secara mendalam berdasarkan senioritas mengenai arti adopsi ini bagi karier mereka.
Temuan utamanya sangat mencolok: 72,7% responden menyatakan menggunakan alat AI setiap hari atau minggu . Angka ini lebih dari dua kali lipat rata-rata global 31% yang dikutip dari studi KPMG 2025, dan laporan HKUST secara langsung merujuk pada survei KPMG tersebut sebagai tolok ukur
. Lebih dari 60% responden HKUST berusia antara 30 dan 49 tahun, yang mewakili populasi pekerja inti kota tersebut
.
Angka 72,7% ini sejalan dengan survei lain di Hong Kong. Survei McKinsey dari awal 2026 juga menemukan bahwa lebih dari 90% pengguna AI di Hong Kong menggunakan teknologi tersebut setiap hari, dengan 88% melaporkan peningkatan produktivitas .
Di antara lebih dari 3.100 responden yang sering menggunakan AI, 81,66% mengatakan mereka menggunakan alat generative AI seperti ChatGPT, Microsoft Copilot, dan Google Gemini setidaknya setiap minggu . Kasus penggunaan utama yang dilaporkan secara konsisten di berbagai sumber meliputi:
Survei juga mencatat bahwa 72% pengguna AI mengandalkan alat gratis yang tersedia untuk umum, bukan langganan yang disediakan perusahaan. Perusahaan besar (dengan 1.000+ karyawan) secara signifikan lebih mungkin memiliki alat AI berlisensi yang diterapkan di perusahaan (hampir 50%) dibandingkan usaha kecil (kurang dari 49 karyawan, hanya 25%) .
Temuan penting dari survei ini adalah rendahnya kedalaman integrasi AI. Meskipun penggunaan AI generatif dasar tersebar luas, aplikasi yang lebih canggih masih jarang. Hanya sekitar seperempat responden yang secara rutin menggunakan kemampuan seperti analisis data, pembuatan gambar/video, atau agen AI (agentic AI) — sistem yang dapat menjalankan tugas multi-langkah dengan sedikit pengawasan manusia . Ini menunjukkan bahwa mayoritas profesional masih menggunakan AI sebagai asisten sederhana, bukan mengintegrasikannya secara mendalam ke dalam alur kerja inti mereka.
Mungkin teman yang paling penting dari survei ini terkait bagaimana persepsi tentang keamanan kerja bervariasi menurut senioritas. Karyawan junior menyatakan kekhawatiran yang jauh lebih dalam dibanding staf senior tentang kemungkinan digantikan atau keterampilan mereka dianggap tidak relevan oleh AI . Hampir separuh pekerja level pemula khawatir peran mereka bisa tergantikan, sementara manajer senior dan eksekutif jauh tidak terlalu khawatir
.
Di saat yang sama, survei mengungkap kesenjangan kesiapan yang kritis: hampir 60% dari semua responden melaporkan tidak menerima pelatihan terkait AI dari perusahaan mereka, dan lebih dari 70% mengatakan ingin meningkatkan keterampilan AI mereka . Laporan HKUST sendiri menyebut kesenjangan ini sebagai kemungkinan pendorong kecemasan yang paling dirasakan oleh staf junior, yang menghadapi risiko otomatisasi tugas tertinggi tanpa dukungan institusional untuk beradaptasi
.
Tingkat adopsi AI di Hong Kong, sebagaimana diukur oleh studi HKUST, secara signifikan berada di depan kurva global. Tolok ukur KPMG sebesar 31% berasal dari periode pertumbuhan pesat — studi global KPMG 2025 sendiri terhadap 48.000 orang di 47 negara menemukan bahwa 58% karyawan secara sengaja menggunakan AI di tempat kerja secara teratur, dengan ekonomi berkembang mencapai 72% . Survei HKUST, yang dilakukan setahun kemudian di pusat keuangan yang sangat digital, menunjukkan bahwa tenaga kerja Hong Kong termasuk yang paling terlibat dengan AI di dunia.
Temuan ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas yang terlihat dalam riset KPMG lainnya: sementara 83% orang secara global percaya AI akan membawa berbagai manfaat, hanya 46% yang bersedia mempercayai sistem AI, dan kepercayaan tetap menjadi tantangan kritis . Di Hong Kong, tingkat adopsi yang tinggi belum diimbangi dengan kesiapan institusional yang luas, membuat tenaga kerja — terutama anggotanya yang paling junior — harus menavigasi transisi ini sebagian besar sendirian.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
72,7% pekerja profesional Hong Kong menggunakan AI setiap hari atau minggu — lebih dari dua kali lipat rata rata global 31% yang dikutip dari studi KPMG 2025, menurut survei HKUST 2026 terhadap 3.722 responden.
72,7% pekerja profesional Hong Kong menggunakan AI setiap hari atau minggu — lebih dari dua kali lipat rata rata global 31% yang dikutip dari studi KPMG 2025, menurut survei HKUST 2026 terhadap 3.722 responden. Dari pengguna AI rutin, 81,66% mengandalkan alat generative AI seperti ChatGPT, Microsoft Copilot, dan Google Gemini untuk menyusun dokumen, merangkum informasi, dan membuat konten kreatif; namun hanya sekitar seperem...
Hampir 60% responden tidak pernah menerima pelatihan AI dari perusahaan mereka, dan karyawan junior jauh lebih cemas dibanding staf senior tentang kemungkinan digantikan atau keterampilan mereka dianggap tidak relevan.