SynapX menilai fondasi embodied AI yang dapat digunakan ulang mungkin berupa model dunia fisik umum dan tangan robotik dengan sensor sentuh, bukan satu tubuh humanoid lengkap. Sistemnya terdiri dari SYNWorld untuk memahami dunia dan menghasilkan aksi, OctoH Hand untuk manipulasi berbasis gaya dan sentuhan, serta Oct...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did SynapX unveil at the World Robot Conference 2026, why is the company betting that embodied AI’s essential foundation is a generally. Article summary: At WRC 2026, SynapX unveiled a “Brain–Hand–Data” stack: the SYNWorld embodied-native world foundation model, the OctoH-Hand high-degree-of-freedom bionic dexterous hand, and the OctoSense full-modal data-collection syste. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Di World Robot Conference (WRC) 2026, SynapX memperkenalkan jalur berbeda untuk mengembangkan embodied AI—kecerdasan buatan yang tidak hanya memahami teks atau gambar, tetapi juga dapat bertindak di dunia fisik. Alih-alih memulai dari satu robot humanoid lengkap, perusahaan ini ingin membangun lapisan kecerdasan dan manipulasi yang bisa dipasang pada berbagai bentuk robot.
Sistem tersebut disebut “Brain–Hand–Data” dan terdiri dari model dunia fisik SYNWorld, tangan robotik cekatan OctoH-Hand, serta platform pengumpulan data OctoSense. 1
2
Menurut tesis strategis SynapX, kemampuan paling berharga dari robot bukanlah penampilan yang menyerupai manusia atau kemampuan berjalan dengan dua kaki. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami bagaimana dunia fisik bekerja dan berinteraksi dengannya secara presisi.
Dalam teori, satu platform “otak dan tangan” dapat dipasang pada lengan robot, stasiun kerja tetap, atau berbagai jenis tubuh robot. Dengan begitu, kemampuan fisik yang dipelajari tidak terikat pada satu desain humanoid tertentu. 1
14
Pendekatan ini juga menempatkan SynapX sebagai penyedia lapisan dasar physical AI. Perusahaan tidak harus membuat setiap robot lengkap atau mengoperasikan sendiri semua pabrik, restoran, dan aplikasi rumah tangga. Mitra dapat menyediakan tubuh serta integrasi untuk skenario tertentu, sementara SynapX memasok model umum, tangan robotik, dan infrastruktur data. 2
3
14
SynapX mendeskripsikan SYNWorld V0.5 sebagai model fondasi dunia yang dirancang khusus untuk embodied AI. Tujuannya bukan membuat program terpisah untuk setiap gerakan, melainkan membantu robot memahami aturan fisik yang sama-sama berlaku di berbagai tugas dan lingkungan.
Dalam demonstrasi di konferensi, kemampuan SYNWorld ditampilkan melalui tugas seperti memanggang roti, melipat pakaian, dan menyelesaikan puzzle yang membutuhkan ketelitian. 1
9
22
Model ini memiliki dua kemampuan yang saling melengkapi:
SynapX menyatakan SYNWorld V0.5 memiliki skala 16 miliar parameter dan dilatih menggunakan lebih dari 300.000 jam data multimodal. 1
4
Sasaran akhirnya adalah transfer kemampuan: model mempelajari keteraturan fisik yang berguna sekali, kemudian menerapkannya pada tugas dan bentuk robot yang berbeda. Namun, apakah generalisasi itu dapat bekerja secara konsisten di luar demonstrasi masih menjadi pertanyaan teknis terbesar.
OctoH-Hand adalah tangan robotik bionik dengan banyak derajat kebebasan. Desainnya ditujukan untuk mendukung koordinasi banyak jari, oposisi ibu jari terhadap jari lain, gerakan ujung jari yang halus, dan pola genggaman yang kompleks.
Laporan mengenai produk ini menyebutkan desain hibrida yang menggabungkan penggerak berbasis tendon pada bagian tangan dengan motor yang ditempatkan di lengan bawah. Spesifikasi yang dipublikasikan mencakup 28 aktuator yang dapat dikendalikan secara independen, 23 derajat kebebasan aktif, serta lebih dari 1.900 unit sensor taktil. 4
18
Perbedaan penting antara tangan cekatan dan penjepit robot konvensional terletak pada interaksi closed-loop. Tangan robot tidak cukup hanya bergerak ke posisi lalu menutup cengkeraman. Tangan harus terus menyesuaikan tekanan berdasarkan kontak, gaya, tekanan, dan perubahan posisi benda.
Kemampuan ini sangat penting saat robot menangani benda lunak atau rapuh. Tekanan berlebihan dapat menghancurkan benda, sedangkan tekanan yang terlalu kecil membuatnya tergelincir. Karena itu, SynapX menempatkan sensor serta kendali gaya sebagai bagian inti dari manipulasi, bukan sekadar aksesori tambahan. 1
4
OctoSense merupakan sistem pengumpulan data embodied dari SynapX. Perangkat yang diperkenalkan mencakup perangkat kepala berkamera fisheye, gelang elektromiografi (EMG) untuk membaca sinyal otot, serta sarung tangan pengumpul data bergaya eksoskeleton.
Perangkat-perangkat ini dirancang untuk merekam apa yang dilihat manusia, bagaimana tubuh dan tangan bergerak, serta bagaimana seseorang berinteraksi dengan benda melalui gaya, torsi, tekanan, dan sentuhan. 1
5
12
SynapX menyatakan bahwa data tersebut dapat diselaraskan lebih langsung dengan struktur gerak dan sistem sensor tangan robot. Hal ini berpotensi mengurangi masalah retargeting, yakni menerjemahkan gerakan manusia menjadi gerakan yang dapat dilakukan robot.
Perusahaan juga mengklaim sinyal otot dapat digeneralisasi lintas orang tanpa kalibrasi khusus atau zero-shot generalization. Namun, bukti independen bahwa kemampuan tersebut dapat bekerja secara andal dalam skala besar masih terbatas dalam pemberitaan yang tersedia. 5
7
20
Ketiga produk itu dirancang sebagai satu putaran pembelajaran, bukan tiga lini produk yang berjalan sendiri-sendiri:
Inilah inti taruhan SynapX. Data yang lebih baik diharapkan membuat model semakin mampu; model yang lebih baik membuat tangan dapat digunakan dalam lebih banyak situasi; dan penggunaan yang lebih luas menghasilkan data yang semakin kaya. 1
3
7
Dibandingkan mengoptimalkan model, tangan, atau tubuh humanoid secara terpisah, perusahaan bertaruh bahwa siklus terpadu ini dapat menghasilkan keterampilan fisik yang lebih mudah dipindahkan ke robot dan lingkungan kerja lain.
Tubuh humanoid memang menawarkan keunggulan praktis. Robot dengan bentuk menyerupai manusia berpotensi masuk ke ruang yang dirancang untuk manusia dan menggunakan peralatan yang sudah tersedia.
Namun, banyak tugas komersial tidak terutama bergantung pada kemampuan berjalan. Tugas-tugas tersebut lebih membutuhkan manipulasi yang aman dan adaptif: mengambil bahan makanan lunak, menempatkannya secara akurat, memberikan tekanan yang tepat, serta merespons kontak yang tidak terduga.
Dalam kerangka SynapX, tubuh robot diperlakukan sebagai platform deployment yang dapat dipertukarkan. Model dunia dan tangan robotik dianggap sebagai fondasi yang lebih mudah digunakan ulang.
Istilah “middle-school graduate silicon workforce” yang digunakan Du Dalong sebaiknya dipahami sebagai metafora ekonomi dan kemampuan, bukan klaim literal mengenai tingkat pendidikan.
Gagasannya adalah menciptakan tahap awal robot yang bukan pekerja serba bisa setara manusia, melainkan pekerja digital yang relatif murah dan memiliki kompetensi dasar yang luas. Robot semacam itu diharapkan dapat mengikuti instruksi, memahami area kerja, menggunakan kedua tangan, belajar dari demonstrasi, dan menjalankan tugas umum dengan pengawasan serta pelatihan berkelanjutan.
Dalam model ini, nilai ekonomi berasal dari satu fondasi bersama dan pembelajaran lintas armada robot. Keterampilan yang dipelajari di satu tempat dapat diadaptasi ke tempat lain, alih-alih dibuat ulang dari nol untuk setiap mesin.
Tetapi konsep tersebut masih merupakan visi perusahaan, bukan hasil deployment yang sudah mapan. Nilai ekonominya akan bergantung pada keandalan, keselamatan, biaya perangkat keras, pemeliharaan, dan seberapa besar pengawasan manusia yang masih dibutuhkan.
Bagi SynapX, membuat hamburger jauh lebih menantang dan bermakna daripada demonstrasi sederhana mengambil lalu memindahkan benda. Robot harus menangani bahan dengan bentuk dan tekstur berbeda, mengoordinasikan beberapa jari, mengatur gaya genggaman serta tekanan, mengikuti urutan langkah, menempatkan bahan secara tepat, dan merasakan kontak dengan cukup halus agar bahan tidak hancur atau terjatuh.
Jika robot mampu membuat hamburger dengan lebih konsisten daripada manusia di tengah perubahan bahan, alat, dan ruang kerja, hal itu akan menunjukkan pergeseran dari otomasi yang hanya menjalankan skrip menuju kumpulan keterampilan fisik yang dapat digunakan ulang.
Keterampilan tersebut berpotensi mencakup mengambil kemasan, menangani roti dan bahan segar, menuangkan atau mengeluarkan bahan, merakit makanan, membersihkan area kerja, serta memindahkan barang dalam lingkungan layanan makanan.
Du Dalong menyebut jangka waktu satu hingga dua tahun untuk mencapai tonggak tersebut. Namun, target itu perlu diperlakukan sebagai aspirasi, bukan prakiraan industri yang telah tervalidasi. Sumber yang tersedia mendokumentasikan klaim produk dan demonstrasi SynapX, tetapi belum membuktikan bahwa jadwal tersebut akan tercapai. 1
4
Perbandingan dengan Tesla memperkuat alasan mengapa tangan robotik menjadi pusat perhatian. Salah satu laporan mengatribusikan kepada Elon Musk pandangan bahwa tangan menyumbang sekitar setengah dari upaya rekayasa Optimus.
Pernyataan itu menunjukkan betapa sulit dan pentingnya pengembangan tangan dalam salah satu program humanoid terbesar. Namun, hal tersebut bukan bukti bahwa Tesla mengalokasikan setengah anggaran riset perangkat kerasnya untuk tangan. Materi yang dikutip tidak menyediakan rincian anggaran semacam itu. 23
Poin SynapX yang lebih terbatas—dan lebih dapat dipertanggungjawabkan—adalah bahwa otak robot yang kuat tetap akan kesulitan melakukan pekerjaan fisik sehari-hari tanpa ketangkasan, sensor taktil yang kaya, dan kendali gaya yang andal.
Dengan strategi WRC 2026 ini, SynapX ingin mengomersialkan bagian-bagian yang dianggap sebagai inti kecerdasan fisik: model dunia, tangan, dan putaran data. Bukan tubuh robot yang paling mirip manusia, melainkan kemampuan yang dapat dipelajari, dipindahkan, dan terus diperbaiki di berbagai mesin.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
SynapX menilai fondasi embodied AI yang dapat digunakan ulang mungkin berupa model dunia fisik umum dan tangan robotik dengan sensor sentuh, bukan satu tubuh humanoid lengkap.
SynapX menilai fondasi embodied AI yang dapat digunakan ulang mungkin berupa model dunia fisik umum dan tangan robotik dengan sensor sentuh, bukan satu tubuh humanoid lengkap. Sistemnya terdiri dari SYNWorld untuk memahami dunia dan menghasilkan aksi, OctoH Hand untuk manipulasi berbasis gaya dan sentuhan, serta OctoSense untuk merekam data penglihatan, gerak, otot, gaya, torsi, tekanan, da...
Perusahaan ingin membangun siklus data berkelanjutan: demonstrasi manusia menghasilkan data, model mempelajari keterampilan, tangan robot mengeksekusinya, lalu umpan balik dunia nyata memperbaiki model.
SynapX menilai fondasi embodied AI yang dapat digunakan ulang mungkin berupa model dunia fisik umum dan tangan robotik dengan sensor sentuh, bukan satu tubuh humanoid lengkap. Sistemnya terdiri dari SYNWorld untuk memahami dunia dan menghasilkan aksi, OctoH Hand untuk manipulasi berbasis gaya dan sentuhan, serta Oct...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did SynapX unveil at the World Robot Conference 2026, why is the company betting that embodied AI’s essential foundation is a generally. Article summary: At WRC 2026, SynapX unveiled a “Brain–Hand–Data” stack: the SYNWorld embodied-native world foundation model, the OctoH-Hand high-degree-of-freedom bionic dexterous hand, and the OctoSense full-modal data-collection syste. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Di World Robot Conference (WRC) 2026, SynapX memperkenalkan jalur berbeda untuk mengembangkan embodied AI—kecerdasan buatan yang tidak hanya memahami teks atau gambar, tetapi juga dapat bertindak di dunia fisik. Alih-alih memulai dari satu robot humanoid lengkap, perusahaan ini ingin membangun lapisan kecerdasan dan manipulasi yang bisa dipasang pada berbagai bentuk robot.
Sistem tersebut disebut “Brain–Hand–Data” dan terdiri dari model dunia fisik SYNWorld, tangan robotik cekatan OctoH-Hand, serta platform pengumpulan data OctoSense. 1
2
Menurut tesis strategis SynapX, kemampuan paling berharga dari robot bukanlah penampilan yang menyerupai manusia atau kemampuan berjalan dengan dua kaki. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami bagaimana dunia fisik bekerja dan berinteraksi dengannya secara presisi.
Dalam teori, satu platform “otak dan tangan” dapat dipasang pada lengan robot, stasiun kerja tetap, atau berbagai jenis tubuh robot. Dengan begitu, kemampuan fisik yang dipelajari tidak terikat pada satu desain humanoid tertentu. 1
14
Pendekatan ini juga menempatkan SynapX sebagai penyedia lapisan dasar physical AI. Perusahaan tidak harus membuat setiap robot lengkap atau mengoperasikan sendiri semua pabrik, restoran, dan aplikasi rumah tangga. Mitra dapat menyediakan tubuh serta integrasi untuk skenario tertentu, sementara SynapX memasok model umum, tangan robotik, dan infrastruktur data. 2
3
14
SynapX mendeskripsikan SYNWorld V0.5 sebagai model fondasi dunia yang dirancang khusus untuk embodied AI. Tujuannya bukan membuat program terpisah untuk setiap gerakan, melainkan membantu robot memahami aturan fisik yang sama-sama berlaku di berbagai tugas dan lingkungan.
Dalam demonstrasi di konferensi, kemampuan SYNWorld ditampilkan melalui tugas seperti memanggang roti, melipat pakaian, dan menyelesaikan puzzle yang membutuhkan ketelitian. 1
9
22
Model ini memiliki dua kemampuan yang saling melengkapi:
SynapX menyatakan SYNWorld V0.5 memiliki skala 16 miliar parameter dan dilatih menggunakan lebih dari 300.000 jam data multimodal. 1
4
Sasaran akhirnya adalah transfer kemampuan: model mempelajari keteraturan fisik yang berguna sekali, kemudian menerapkannya pada tugas dan bentuk robot yang berbeda. Namun, apakah generalisasi itu dapat bekerja secara konsisten di luar demonstrasi masih menjadi pertanyaan teknis terbesar.
OctoH-Hand adalah tangan robotik bionik dengan banyak derajat kebebasan. Desainnya ditujukan untuk mendukung koordinasi banyak jari, oposisi ibu jari terhadap jari lain, gerakan ujung jari yang halus, dan pola genggaman yang kompleks.
Laporan mengenai produk ini menyebutkan desain hibrida yang menggabungkan penggerak berbasis tendon pada bagian tangan dengan motor yang ditempatkan di lengan bawah. Spesifikasi yang dipublikasikan mencakup 28 aktuator yang dapat dikendalikan secara independen, 23 derajat kebebasan aktif, serta lebih dari 1.900 unit sensor taktil. 4
18
Perbedaan penting antara tangan cekatan dan penjepit robot konvensional terletak pada interaksi closed-loop. Tangan robot tidak cukup hanya bergerak ke posisi lalu menutup cengkeraman. Tangan harus terus menyesuaikan tekanan berdasarkan kontak, gaya, tekanan, dan perubahan posisi benda.
Kemampuan ini sangat penting saat robot menangani benda lunak atau rapuh. Tekanan berlebihan dapat menghancurkan benda, sedangkan tekanan yang terlalu kecil membuatnya tergelincir. Karena itu, SynapX menempatkan sensor serta kendali gaya sebagai bagian inti dari manipulasi, bukan sekadar aksesori tambahan. 1
4
OctoSense merupakan sistem pengumpulan data embodied dari SynapX. Perangkat yang diperkenalkan mencakup perangkat kepala berkamera fisheye, gelang elektromiografi (EMG) untuk membaca sinyal otot, serta sarung tangan pengumpul data bergaya eksoskeleton.
Perangkat-perangkat ini dirancang untuk merekam apa yang dilihat manusia, bagaimana tubuh dan tangan bergerak, serta bagaimana seseorang berinteraksi dengan benda melalui gaya, torsi, tekanan, dan sentuhan. 1
5
12
SynapX menyatakan bahwa data tersebut dapat diselaraskan lebih langsung dengan struktur gerak dan sistem sensor tangan robot. Hal ini berpotensi mengurangi masalah retargeting, yakni menerjemahkan gerakan manusia menjadi gerakan yang dapat dilakukan robot.
Perusahaan juga mengklaim sinyal otot dapat digeneralisasi lintas orang tanpa kalibrasi khusus atau zero-shot generalization. Namun, bukti independen bahwa kemampuan tersebut dapat bekerja secara andal dalam skala besar masih terbatas dalam pemberitaan yang tersedia. 5
7
20
Ketiga produk itu dirancang sebagai satu putaran pembelajaran, bukan tiga lini produk yang berjalan sendiri-sendiri:
Inilah inti taruhan SynapX. Data yang lebih baik diharapkan membuat model semakin mampu; model yang lebih baik membuat tangan dapat digunakan dalam lebih banyak situasi; dan penggunaan yang lebih luas menghasilkan data yang semakin kaya. 1
3
7
Dibandingkan mengoptimalkan model, tangan, atau tubuh humanoid secara terpisah, perusahaan bertaruh bahwa siklus terpadu ini dapat menghasilkan keterampilan fisik yang lebih mudah dipindahkan ke robot dan lingkungan kerja lain.
Tubuh humanoid memang menawarkan keunggulan praktis. Robot dengan bentuk menyerupai manusia berpotensi masuk ke ruang yang dirancang untuk manusia dan menggunakan peralatan yang sudah tersedia.
Namun, banyak tugas komersial tidak terutama bergantung pada kemampuan berjalan. Tugas-tugas tersebut lebih membutuhkan manipulasi yang aman dan adaptif: mengambil bahan makanan lunak, menempatkannya secara akurat, memberikan tekanan yang tepat, serta merespons kontak yang tidak terduga.
Dalam kerangka SynapX, tubuh robot diperlakukan sebagai platform deployment yang dapat dipertukarkan. Model dunia dan tangan robotik dianggap sebagai fondasi yang lebih mudah digunakan ulang.
Istilah “middle-school graduate silicon workforce” yang digunakan Du Dalong sebaiknya dipahami sebagai metafora ekonomi dan kemampuan, bukan klaim literal mengenai tingkat pendidikan.
Gagasannya adalah menciptakan tahap awal robot yang bukan pekerja serba bisa setara manusia, melainkan pekerja digital yang relatif murah dan memiliki kompetensi dasar yang luas. Robot semacam itu diharapkan dapat mengikuti instruksi, memahami area kerja, menggunakan kedua tangan, belajar dari demonstrasi, dan menjalankan tugas umum dengan pengawasan serta pelatihan berkelanjutan.
Dalam model ini, nilai ekonomi berasal dari satu fondasi bersama dan pembelajaran lintas armada robot. Keterampilan yang dipelajari di satu tempat dapat diadaptasi ke tempat lain, alih-alih dibuat ulang dari nol untuk setiap mesin.
Tetapi konsep tersebut masih merupakan visi perusahaan, bukan hasil deployment yang sudah mapan. Nilai ekonominya akan bergantung pada keandalan, keselamatan, biaya perangkat keras, pemeliharaan, dan seberapa besar pengawasan manusia yang masih dibutuhkan.
Bagi SynapX, membuat hamburger jauh lebih menantang dan bermakna daripada demonstrasi sederhana mengambil lalu memindahkan benda. Robot harus menangani bahan dengan bentuk dan tekstur berbeda, mengoordinasikan beberapa jari, mengatur gaya genggaman serta tekanan, mengikuti urutan langkah, menempatkan bahan secara tepat, dan merasakan kontak dengan cukup halus agar bahan tidak hancur atau terjatuh.
Jika robot mampu membuat hamburger dengan lebih konsisten daripada manusia di tengah perubahan bahan, alat, dan ruang kerja, hal itu akan menunjukkan pergeseran dari otomasi yang hanya menjalankan skrip menuju kumpulan keterampilan fisik yang dapat digunakan ulang.
Keterampilan tersebut berpotensi mencakup mengambil kemasan, menangani roti dan bahan segar, menuangkan atau mengeluarkan bahan, merakit makanan, membersihkan area kerja, serta memindahkan barang dalam lingkungan layanan makanan.
Du Dalong menyebut jangka waktu satu hingga dua tahun untuk mencapai tonggak tersebut. Namun, target itu perlu diperlakukan sebagai aspirasi, bukan prakiraan industri yang telah tervalidasi. Sumber yang tersedia mendokumentasikan klaim produk dan demonstrasi SynapX, tetapi belum membuktikan bahwa jadwal tersebut akan tercapai. 1
4
Perbandingan dengan Tesla memperkuat alasan mengapa tangan robotik menjadi pusat perhatian. Salah satu laporan mengatribusikan kepada Elon Musk pandangan bahwa tangan menyumbang sekitar setengah dari upaya rekayasa Optimus.
Pernyataan itu menunjukkan betapa sulit dan pentingnya pengembangan tangan dalam salah satu program humanoid terbesar. Namun, hal tersebut bukan bukti bahwa Tesla mengalokasikan setengah anggaran riset perangkat kerasnya untuk tangan. Materi yang dikutip tidak menyediakan rincian anggaran semacam itu. 23
Poin SynapX yang lebih terbatas—dan lebih dapat dipertanggungjawabkan—adalah bahwa otak robot yang kuat tetap akan kesulitan melakukan pekerjaan fisik sehari-hari tanpa ketangkasan, sensor taktil yang kaya, dan kendali gaya yang andal.
Dengan strategi WRC 2026 ini, SynapX ingin mengomersialkan bagian-bagian yang dianggap sebagai inti kecerdasan fisik: model dunia, tangan, dan putaran data. Bukan tubuh robot yang paling mirip manusia, melainkan kemampuan yang dapat dipelajari, dipindahkan, dan terus diperbaiki di berbagai mesin.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
SynapX menilai fondasi embodied AI yang dapat digunakan ulang mungkin berupa model dunia fisik umum dan tangan robotik dengan sensor sentuh, bukan satu tubuh humanoid lengkap.
SynapX menilai fondasi embodied AI yang dapat digunakan ulang mungkin berupa model dunia fisik umum dan tangan robotik dengan sensor sentuh, bukan satu tubuh humanoid lengkap. Sistemnya terdiri dari SYNWorld untuk memahami dunia dan menghasilkan aksi, OctoH Hand untuk manipulasi berbasis gaya dan sentuhan, serta OctoSense untuk merekam data penglihatan, gerak, otot, gaya, torsi, tekanan, da...
Perusahaan ingin membangun siklus data berkelanjutan: demonstrasi manusia menghasilkan data, model mempelajari keterampilan, tangan robot mengeksekusinya, lalu umpan balik dunia nyata memperbaiki model.