StarHub dan Keppel, perusahaan induk M1, mengonfirmasi pada 23 September 2026 bahwa mereka sedang membahas kemungkinan transaksi yang melibatkan M1. Ini bukan pengumuman penjualan. Pembicaraan masih berlangsung, belum ada kesepakatan final, dan kedua perusahaan menegaskan bahwa transaksi belum tentu terjadi.
17
18
20
Mengapa pembicaraan ini terungkap?
StarHub dan Keppel menyampaikan pengumuman terpisah melalui bursa setelah The Business Times melaporkan bahwa keduanya berada dalam pembicaraan tahap lanjut. Dalam tanggapannya, Keppel mengonfirmasi adanya diskusi, tetapi menekankan bahwa belum ada kepastian transaksi akan terwujud.
17
18
20
Mengapa Keppel membuka peluang konsolidasi?
Keppel menyatakan akan terus mencari peluang konsolidasi bagi M1 karena menilai langkah itu diperlukan di sektor telekomunikasi Singapura. Pada saat yang sama, perusahaan tetap berfokus memperkuat bisnis M1. Jadi, menjajaki transaksi tidak berarti Keppel berhenti mengembangkan M1.
17
18
Menurut analis, pendapatan layanan seluler yang melemah dan tekanan terhadap laba di pasar telekomunikasi Singapura yang kompetitif turut menjelaskan daya tarik konsolidasi. Namun, kondisi industri itu tidak menjamin pembicaraan StarHub–Keppel akan berujung pada kesepakatan.
21
Apa yang terjadi dengan rencana transaksi Simba?
Rencana Keppel untuk menjual operasi telekomunikasi M1 kepada Simba, dengan nilai perusahaan sekitar S$1,43 miliar, gagal pada Mei 2026. Otoritas Pengembangan Media dan Infokom Singapura (IMDA) menghentikan penilaian penggabungan usaha setelah mengetahui adanya kemungkinan Simba menggunakan pita frekuensi radio yang tidak dialokasikan kepadanya. Dugaan tersebut masih diselidiki, bukan pelanggaran yang telah terbukti. Keppel kemudian membiarkan rencana transaksi itu berakhir.
1
13
22
Kasus Simba menunjukkan bahwa sebuah rencana transaksi bisa kandas sebelum tuntas. Namun, kasus itu tidak berarti regulator akan menolak transaksi lain yang melibatkan StarHub.
1
22
Bagaimana dengan pembelian MyRepublic oleh StarHub?
Pada Agustus 2025, StarHub membeli sisa 49,9% saham MyRepublic Broadband setelah sebelumnya memiliki 50,1%. Nilai pembelian itu S$105,2 juta. Langkah tersebut memberi gambaran tentang ekspansi bisnis telekomunikasi StarHub, tetapi merupakan transaksi terpisah dan bukan bukti bahwa kesepakatan mengenai M1 telah tercapai.
15
20