Seorang pria berusia 41 tahun diduga memanfaatkan jabatannya sebagai wakil manajer Singapore University of Technology and Design (SUTD) untuk memesan fasilitas sepak bola kampus tanpa izin. Menurut polisi Singapura, pemesanan tersebut menyebabkan SUTD kehilangan pendapatan lebih dari S$130.000. Ini masih dugaan, bukan putusan bersalah.
2
8
Berapa banyak pemesanan yang dipersoalkan?
Polisi menerima laporan pada 3 Juli 2025. Penyelidikan awal mereka menemukan lebih dari 180 pemesanan tanpa izin dalam sekitar tiga tahun. Setelah pria itu hadir di pengadilan, The Straits Times melaporkan angka yang lebih spesifik: 181 pemesanan, dengan dugaan perbuatan terjadi antara 2023 dan 2025.
2
7
Pria tersebut juga diduga menghapus catatan dari sistem pemesanan untuk menyembunyikan tindakannya.
5
Apa yang terjadi di pengadilan?
Dalam pengumuman pada 22 September 2026, polisi menyatakan pria itu akan dihadapkan ke pengadilan keesokan harinya terkait dugaan penipuan dan pemalsuan. Namun, laporan persidangan menyebut ia menerima tiga dakwaan penipuan pada 23 September. Laporan itu tidak memastikan bahwa dakwaan pemalsuan diajukan pada hari tersebut. Karena itu, rencana yang diumumkan polisi tidak boleh disamakan begitu saja dengan dakwaan yang dilaporkan setelah sidang.
2
7
Bagaimana dengan ancaman hukumannya?
Ancaman hukuman bergantung pada pasal yang didakwakan. Di Singapura, pemalsuan untuk tujuan penipuan dapat diancam pidana penjara hingga 10 tahun dan denda; pemalsuan biasa memiliki ketentuan hukuman yang berbeda. Namun, laporan persidangan yang tersedia tidak menyebut adanya dakwaan pemalsuan dalam perkara ini ataupun pasal yang mendasari tiga dakwaan penipuan tersebut. Karena itu, ancaman hukuman untuk tindak pidana pemalsuan tidak dapat langsung dikaitkan dengan dakwaan terhadap pria ini.
26
24
7
Polisi juga memperingatkan agar posisi yang dilandasi kepercayaan tidak disalahgunakan. Redaksi persis peringatan itu tidak dapat dipastikan dari laporan yang tersedia.
5