Sebagai bagian dari ekosistem Siemens Xcelerator, Intelligence Center X menggabungkan sejumlah kemampuan yang dirancang agar perusahaan industri dapat membangun, menerapkan, dan mengawasi operasi berbasis AI .
Siemens juga menyoroti hasil awal dari sejumlah pelanggan. Produsen kaca Vivix Vidros Planos melaporkan waktu penyelesaian masalah produksi turun 85% dan 6.000 jam pekerjaan manual dapat dihemat dalam satu tahun. Sementara itu, Axiz mencatat penurunan upaya manual sebesar 95% dengan akurasi penyerapan data 100% .
Siemens memosisikan Intelligence Center X sebagai platform fleksibel yang dapat diterapkan melalui tiga pendekatan berbeda :
Pilihan bertingkat tersebut menunjukkan bahwa Siemens ingin membawa Intelligence Center X ke pasar orkestrasi AI perusahaan yang lebih luas, bukan hanya ke pabrik lama atau fasilitas industri yang telah menggunakan teknologi Siemens.
Dalam pengumuman lain, Siemens menyatakan bahwa Haddy, perusahaan manufaktur aditif asal Amerika Serikat, mengadopsi platform bisnis digital terbuka Siemens Xcelerator . Haddy memproduksi komponen berukuran besar melalui proses manufaktur aditif robotik dengan material yang dapat didaur ulang dan terurai secara hayati. Produk tersebut ditujukan untuk berbagai industri, termasuk furnitur, kelautan, dan pertahanan .
Model Haddy mengandalkan jaringan pabrik mikro yang dilengkapi AI. Pabrik-pabrik ini memproduksi komponen lebih dekat ke lokasi pengguna dengan material sirkular, sehingga dirancang untuk memperpendek rantai pasok dan mengurangi limbah. Untuk menjaga alur digital yang konsisten dari desain hingga produksi robotik, Haddy menggunakan sejumlah perangkat Siemens, yakni Designcenter, Teamcenter, SINUMERIK, NX X Manufacturing, dan Simcenter Optistruct .
CEO Haddy, Jay Rogers, juga menyampaikan keynote dalam konferensi tersebut mengenai pertemuan antara manufaktur berkelanjutan dan manufaktur berbasis AI .