Pembaruan Shell pada 7 Oktober 2026 menunjukkan kondisi yang kontras: margin kilang diperkirakan melonjak, tetapi sejumlah indikator bisnis lain melemah. Perusahaan memproyeksikan margin indikatif kilang kuartal III sebesar US$42 per barel, naik dari US$24 pada kuartal II dan melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2022. Angka ini masih berupa proyeksi, bukan hasil akhir kuartal.
24
30
Margin kilang naik, tetapi operasional tak sepenuhnya mulus
Menurut Reuters, konflik di Timur Tengah memperketat pasokan bahan bakar dan mendorong kenaikan harga. Kondisi pasar tersebut mendukung lonjakan margin kilang Shell.
30 Proyeksi terbaru itu juga melampaui rekor margin sebelumnya yang dilaporkan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
30
36
Namun, margin yang lebih tinggi bukan berarti kilang Shell diperkirakan beroperasi lebih intensif. Rendahnya permukaan air Sungai Rhine berdampak pada kilang Rheinland di Jerman. Shell memperkirakan tingkat utilisasi kilang berada di kisaran 93%–97%, turun dari 102% pada kuartal II.
26
34
Prospek bisnis kimia juga melemah: margin indikatif bahan kimia diperkirakan turun menjadi US$208 per ton dari US$270, sementara pendapatan pemasaran diperkirakan lebih rendah.
20
34
Penting untuk membedakan margin indikatif dari laba akhir. Angka tersebut merupakan ukuran prospek, dan Shell menyatakan hasil aktual kuartal III dapat berbeda dari perkiraan yang disampaikan.
24
27
Proyeksi produksi gas naik setelah akuisisi ARC
Shell menaikkan proyeksi produksi gas terintegrasi kuartal III menjadi 740.000–780.000 barel setara minyak per hari, dari kisaran sebelumnya 570.000–630.000. Angka baru itu juga lebih tinggi dibandingkan produksi kuartal II sebesar 631.000 barel setara minyak per hari.
5
6
Kenaikan proyeksi tersebut tidak bisa langsung dibaca sebagai pertumbuhan setara dari aset Shell yang sudah ada. Shell menyelesaikan akuisisi ARC Resources dari Kanada pada 2 September. Proyeksi sebelumnya tidak memasukkan volume ARC dan Qatar, sehingga perubahan rentang terbaru juga mencerminkan perubahan cakupan perhitungan, bukan semata-mata kenaikan produksi organik.
4
6
Volume LNG diperkirakan turun
Meski proyeksi produksi gas terintegrasi meningkat, Shell memperkirakan volume pencairan LNG kuartal III sebesar 7,2–7,6 juta ton metrik, di bawah 7,7 juta ton pada kuartal II. Dengan demikian, proyeksi perusahaan menunjukkan produksi gas terintegrasi yang lebih tinggi bersamaan dengan volume LNG yang lebih rendah.
8
Dampak ARC untuk jangka panjang
Shell menyatakan akuisisi ARC menaikkan proyeksi pertumbuhan produksi tahunan hingga 2030 dari sekitar 1% menjadi kurang lebih 4%. Proyeksi jangka panjang itu berbeda dari pembaruan produksi kuartal III dan turut mencerminkan tambahan produksi serta profil pertumbuhan bisnis yang diakuisisi.
3
4
Shell dijadwalkan mengumumkan hasil lengkap kuartal III pada 29 Oktober 2026. Hingga saat itu, proyeksi margin kilang US$42 per barel dan rentang lainnya masih merupakan perkiraan, bukan hasil final.
24