Misi yang diusulkan meliputi:
Daftar tersebut merupakan peran yang direncanakan, bukan kemampuan yang sudah dibuktikan. Saab belum menunjukkan bahwa pesawat yang dipamerkan saat ini dapat menjalankan misi-misi itu secara operasional.
Maket A3-001 memiliki konfigurasi sayap delta tanpa ekor, badan pesawat yang menyatu dengan sayap, serta sayap yang dipotong di bagian ujung. Pesawat ini juga tidak memiliki sirip vertikal konvensional. Secara umum, fitur-fitur tersebut menunjukkan pendekatan desain dengan jejak radar rendah, tetapi belum berarti bahwa konfigurasi akhirnya untuk produksi sudah ditetapkan.
Laporan mengenai maket itu juga menyebut adanya ruang senjata internal serta bentuk bergerigi atau sawtooth di sekitar bagian belakang badan pesawat dan area nosel mesin. Detail tersebut secara visual berkaitan dengan upaya mengelola jejak radar. Namun, perbandingan dengan pesawat seperti F-35 sebaiknya dipahami sebagai analisis visual—bukan klaim Saab bahwa A3-001 memiliki desain, performa, atau tingkat kemampuan siluman yang sama dengan F-35.
Konsep ini juga disebut memiliki kemampuan supersonik. Meski demikian, laporan yang tersedia belum menetapkan kecepatan akhir, jarak jelajah, kapasitas muatan, maupun spesifikasi mesinnya.
A3-001 diposisikan sebagai tahap berikutnya dalam pengembangan ACP Saab, setelah demonstrator teknologi A1 dan A2. Saab menyatakan ingin menerbangkan platform nirawak dengan karakteristik seperti pesawat tempur sebelum 2030. The Aviationist melaporkan bahwa Saab menargetkan penerbangan perdana demonstrator A3-001 dalam waktu 18 bulan, dengan tiga prototipe yang direncanakan seiring perkembangan desain.
Target tersebut merupakan tonggak pengembangan, bukan komitmen bahwa pesawat akan mulai digunakan pada tanggal tertentu. Laporan terpisah menyebut kemungkinan jalur pengembangan keluarga A3 pada pertengahan 2030-an, tetapi hal itu masih bergantung pada pematangan teknologi, kebutuhan masa depan, dan keputusan pemerintah.
Konsep A3 juga menjadi bagian dari pekerjaan yang lebih luas dalam Koncept för Framtida Stridsflyg (KFS), atau studi konsep pesawat tempur masa depan, yang ditugaskan oleh Badan Materiel Pertahanan Swedia (Försvarets materielverk/FMV). Kontrak Saab untuk melanjutkan studi pesawat tempur masa depan bernilai sekitar SEK 2,6 miliar untuk periode 2025–2027. Cakupannya meliputi solusi berawak dan nirawak, pengembangan teknologi, serta demonstrator.
Dengan demikian, KFS memiliki cakupan yang lebih luas daripada A3-001. Program ini dimaksudkan untuk mengkaji sistem pertempuran udara masa depan dan membantu Swedia menentukan kemampuan setelah generasi saat ini, bukan menjadi pengumuman pembelian pesawat yang dipamerkan di Malmen.
A3-001 merupakan pernyataan terbuka Saab bahwa perusahaan tersebut ingin ikut bersaing dalam bidang pesawat tempur kolaboratif yang sedang berkembang. Platform nirawak ini digambarkan sebagai pesawat cepat dengan jejak radar rendah yang dapat bekerja bersama Gripen E, terutama dalam misi berisiko tinggi.
Namun, maket skala penuh hanya membuat gagasan itu lebih mudah dibayangkan. Programnya masih berada pada tahap konsep dan demonstrator. Belum ada konfigurasi produksi yang dikonfirmasi, integrasi senjata operasional, komitmen masuk dinas, maupun keputusan pengadaan.
Untuk saat ini, A3-001 paling tepat dipahami sebagai peta jalan teknologi pertempuran udara masa depan Saab—bukan drone tempur yang sudah siap dikerahkan.