RayNeo membagi lini terbarunya menjadi iO berbobot 33 gram untuk produktivitas AI sehari hari serta GT dan GT Max untuk hiburan layar besar. RayNeo iO tidak memiliki kamera, memakai layar waveguide transparan dengan kecerahan 1.300 nit, mendukung sejumlah model AI, dan menawarkan terjemahan langsung.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did RayNeo, the consumer augmented-reality brand incubated by TCL Electronics, unveil on Friday with its purpose-specific iO Smart Glas. Article summary: RayNeo unveiled two deliberately separate AR-glasses families: the lightweight, AI-first iO Smart Glasses for all-day heads-up productivity, and the GT Series—GT and GT Max—for large-screen gaming, video and travel enter. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Peluncuran terbaru RayNeo bukan tentang mencari satu kacamata yang bisa melakukan semuanya. Perusahaan justru memisahkan dua pengalaman yang sangat berbeda: RayNeo iO Smart Glasses untuk bantuan AI dan produktivitas sehari-hari, serta RayNeo GT dan GT Max sebagai layar pribadi berukuran raksasa untuk bermain game, menonton film, bekerja, dan bepergian.
| Model | Kegunaan utama | Bobot | Bidang pandang | Layar virtual | Harga yang dilaporkan |
|---|---|---|---|---|---|
| RayNeo iO | Produktivitas AI dan informasi singkat | 33 gram | 23,5° | Bukan untuk menonton film dalam format bioskop | Belum konsisten dikonfirmasi |
| RayNeo GT | Gaming, video, dan tampilan spasial | 68 gram | 46° | Hingga 231 inci | 299 dolar AS |
| RayNeo GT Max | Gaming dan hiburan dengan layar lebih luas | 78 gram | 59° | 227, 267, atau 307 inci | 399 dolar AS |
Pembagian ini membuat pilihan pembeli lebih jelas. iO mengutamakan bobot ringan, desain yang menyerupai kacamata biasa, dan informasi yang dapat dilihat sekilas. Sebaliknya, GT mengejar ukuran gambar, imersi, dan tampilan spasial—dengan konsekuensi desain yang lebih tebal dan bobot lebih berat sehingga kurang cocok dipakai sepanjang hari.
RayNeo memosisikan iO sebagai asisten kerja harian untuk profesional, eksekutif, dan pengguna yang terbiasa bekerja dengan banyak layar. Bingkainya mengadopsi gaya retro Crown Panto agar lebih menyerupai kacamata biasa daripada headset. Materialnya mencakup paduan magnesium-aluminium AZ91D dan gagang berbahan titanium kelas dirgantara. Bobot totalnya 33 gram.
Salah satu keputusan desain yang paling menonjol adalah tidak adanya kamera. Hal ini membedakan iO dari produk kacamata pintar berkamera seperti hasil kolaborasi Meta dan Ray-Ban, sekaligus menegaskan fokus iO pada interaksi suara, transkripsi, dan petunjuk visual yang tidak mengganggu.
Layar iO ditenagai Firefly Nano Engine dan menggunakan waveguide difraktif Blue Lake monokrom berwarna hijau. RayNeo mengklaim tingkat transparansi optik 97 persen, kecerahan 1.300 nit di depan mata, serta bidang pandang 23,5 derajat. Layar ini ditujukan untuk informasi ringkas seperti teks terjemahan, detail rapat, dan petunjuk teleprompter—bukan untuk menggantikan televisi atau layar bioskop.
Fitur Ambient AI pada iO dirancang untuk mengurangi kebutuhan mengambil ponsel saat bekerja. Menurut RayNeo, kacamata ini dapat merekam informasi berdasarkan konteks, mengubah isi rapat menjadi daftar tugas, menyarankan perubahan kalender, dan menerima sejumlah perintah melalui gerakan mengangguk sebagai konfirmasi.
Sistemnya menggunakan RayNeo AI dan Gemini 3.1 Flash Lite. Berdasarkan laporan peluncuran, pengguna juga dapat memilih antara Gemini, ChatGPT, Claude, dan DeepSeek.
Untuk fitur bahasa, RayNeo menggandeng Timekettle BabelOS 3.0. Perusahaan mengklaim dukungan terjemahan langsung untuk 55 bahasa dan 109 aksen, dengan latensi sekitar satu detik. Angka tersebut masih merupakan klaim produsen dan belum menjadi hasil pengujian independen.
Pendekatan audio iO juga berbeda dari banyak kacamata pintar lain. Alih-alih menggunakan speaker, iO memanfaatkan empat mikrofon dan sensor konduksi tulang untuk menangkap suara pengguna serta membantu memisahkan suara di lingkungan yang ramai.
Baterai berkapasitas 240 mAh diklaim mampu bertahan hingga dua hari dalam penggunaan biasa, 18 jam untuk perekaman terus-menerus, atau 6,2 jam untuk terjemahan terus-menerus. Daya tahan nyata tentu akan bergantung pada seberapa sering layar, mikrofon, dan fitur AI digunakan.
Harga publik RayNeo iO belum konsisten dalam laporan peluncuran yang tersedia. Sebagian laporan menyebut harganya masih akan diumumkan, sementara laporan lain mencantumkan harga mulai 479 dolar AS. Sampai RayNeo merilis harga resmi untuk tiap wilayah, kesimpulan paling aman adalah harga peluncuran iO masih belum final.
GT dan GT Max memiliki tujuan yang berbeda dari iO. Bingkainya lebih besar dan lebih tebal karena dirancang untuk sesi menonton yang fokus—mulai dari bermain game dan menonton film hingga bekerja menggunakan layar virtual saat bepergian. Keduanya bukan pengganti kacamata pintar biasa yang ditujukan untuk dipakai sepanjang hari.
Kedua model menggunakan chip layar Vision 4000 dan chip Zone 360 untuk pelacakan layar tiga derajat kebebasan atau 3DoF. Platform ini mendukung mode tampilan stabil, layar yang seolah ditempel di ruang, dan layar yang mengikuti gerakan kepala. Keduanya juga dilengkapi empat speaker hasil penyetelan bersama Bang & Olufsen, audio spasial dengan pelacakan kepala, serta Whisper Mode yang mengarahkan suara secara lebih terarah.
RayNeo GT standar berbobot 68 gram dan menggunakan mesin optik Birdbath. Bidang pandangnya mencapai 46 derajat, dengan layar virtual hingga 231 inci. Model ini menjadi pilihan yang lebih ringkas dan terjangkau untuk pengguna yang menginginkan layar pribadi saat bermain game atau menonton video.
GT Max menambah bobot menjadi 78 gram, tetapi memperlebar bidang pandang hingga 59 derajat. Model ini menggunakan Peacock Optical Engine 3.0 Max dan layar Tandem MicroOLED generasi 5,5. Pengguna dapat memilih ukuran layar virtual yang setara dengan 227, 267, atau 307 inci. GT Max juga tersedia dalam tiga pilihan ukuran jarak antarpupil.
Perbedaan utama antara kedua model GT terletak pada bidang pandangnya. GT Max ditujukan bagi pembeli yang menginginkan tampilan paling luas untuk game dan video, sementara GT standar menukar sebagian imersi dengan bobot serta harga yang lebih rendah.
RayNeo menyebut sistem GT mendukung pemutaran Dolby Vision secara native jika dipasangkan dengan RayNeo Pocket TV Pro, perangkat terpisah berbasis Google TV. Perusahaan juga menyertakan konversi AI SDR ke HDR secara real time dalam pengalaman tersebut. Karena Pocket TV Pro dijual sebagai perangkat terpisah, dukungan Dolby Vision sebaiknya dipahami sebagai fitur ekosistem, bukan kemampuan yang otomatis tersedia dari setiap sumber perangkat.
Harga Amerika Serikat yang dilaporkan adalah 299 dolar AS untuk RayNeo GT dan 399 dolar AS untuk RayNeo GT Max. Informasi harga kedua model GT lebih konsisten dibandingkan iO, meski harga di tiap wilayah dan biaya aksesori dapat berbeda.
RayNeo menjadwalkan penjualan ketiga model—iO, GT, dan GT Max—mulai 4 September 2026 melalui situs resmi RayNeo dan toko RayNeo di Amazon. Perusahaan juga akan mendemonstrasikan produk-produk tersebut di IFA 2026 di Berlin pada awal September.
RayNeo menggambarkan peluncuran ini sebagai alternatif terhadap pendekatan satu perangkat untuk semua kebutuhan. iO masuk ke kategori kacamata pintar berasisten AI yang diasosiasikan dengan kacamata pintar Meta, tetapi menawarkan layar terintegrasi, desain yang lebih konvensional, dan tidak menyertakan kamera. Sementara itu, keluarga GT menyasar pasar kacamata layar imersif yang juga diisi produk seperti XREAL One Pro.
RayNeo juga menyatakan bahwa mereka memasuki peluncuran ini dengan pangsa 23,7 persen dari pengiriman kacamata pintar AR konsumen global pada kuartal pertama 2026, berdasarkan data Counterpoint Research. Angka tersebut merupakan klaim perusahaan berdasarkan sumber yang disebutkan, sehingga tidak seharusnya dianggap sebagai penilaian independen dalam artikel ini.
Keputusan paling kuat RayNeo dalam peluncuran ini adalah memisahkan kebutuhan penggunaan. Bodi iO seberat 33 gram, layar transparan, dan desain tanpa kamera ditujukan untuk mengatasi hambatan praktis maupun sosial yang sering membuat kacamata pintar sulit dipakai sepanjang hari. GT dan GT Max mengambil arah sebaliknya: keduanya menerima bingkai yang lebih berat dan mencolok demi memberikan layar pribadi yang jauh lebih besar serta bidang pandang yang lebih luas.
Dengan demikian, lini RayNeo terbaru lebih mudah dipahami daripada produk AR serbaguna. Pilih iO untuk petunjuk AI, terjemahan, dan produktivitas yang dapat dilihat sekilas. Pilih GT untuk layar pribadi dengan harga lebih rendah. Pilih GT Max jika prioritasnya adalah bidang pandang terluas dan layar virtual terbesar.
Pertanyaan utama menjelang penjualan pada 4 September adalah harga final iO—serta apakah pengalaman AI, terjemahan, dan baterainya benar-benar mampu memenuhi spesifikasi yang dijanjikan dalam penggunaan sehari-hari.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
RayNeo membagi lini terbarunya menjadi iO berbobot 33 gram untuk produktivitas AI sehari hari serta GT dan GT Max untuk hiburan layar besar.
RayNeo membagi lini terbarunya menjadi iO berbobot 33 gram untuk produktivitas AI sehari hari serta GT dan GT Max untuk hiburan layar besar. RayNeo iO tidak memiliki kamera, memakai layar waveguide transparan dengan kecerahan 1.300 nit, mendukung sejumlah model AI, dan menawarkan terjemahan langsung.
GT Max memiliki bidang pandang 59 derajat dan layar virtual hingga 307 inci; ketiga model dijadwalkan mulai dijual pada 4 September 2026.