Qualcomm mengumumkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi kelas lebih tinggi, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, di Snapdragon Summit. Keduanya dibuat dengan proses TSMC N2P kelas 2 nm dan memakai rancangan CPU Oryon delapan inti yang sama. Pembeda utama versi Extreme ada pada perangkat keras grafis, fitur gaming berbantuan AI, dan kemampuan video yang lebih tinggi. Angka di bawah ini merupakan spesifikasi yang diumumkan dan klaim performa Qualcomm, bukan hasil pengujian independen pada ponsel.
4
8
14
Spesifikasi yang sama
Kedua chipset memakai CPU Oryon V4 dengan dua inti Prime berkecepatan hingga 5 GHz dan enam inti Performance hingga 4 GHz, serta Oryon Flex Cache sebesar 16 MB. Artinya, kecepatan maksimum CPU yang diumumkan sama untuk kedua model; klaim peningkatan performanya berbeda menurut kelas chipset.
1
5
Dibanding generasi sebelumnya, Qualcomm mengklaim performa CPU meningkat 10% pada Gen 6 standar dan 13% pada Gen 6 Extreme. Qualcomm juga mengklaim efisiensi daya CPU pada model standar meningkat 37%. Angka-angka ini berasal dari perbandingan yang disampaikan perusahaan, bukan pengujian independen terhadap ponsel.
7
12
24
Keduanya juga dibekali modem 5G Qualcomm X105 dan platform nirkabel FastConnect 8800. Laporan yang tersedia menyebut komponen tersebut, tetapi tidak menyediakan rincian yang cukup konsisten untuk membandingkan kecepatan koneksi nyata kedua chipset secara andal.
2
Keunggulan grafis dan gaming ada di versi Extreme
Perbedaan paling jelas terdapat pada grafis. Sejumlah laporan menyebut model standar memakai GPU Adreno 845, sementara Extreme menggunakan Adreno 850. Versi Extreme juga dilengkapi Adreno High Performance Memory sebesar 18 MB dan matrix core khusus untuk tugas grafis berbasis AI. Model standar dilaporkan tidak memiliki memori GPU khusus tersebut.
4
8
Untuk performa GPU dibanding Gen 5, Qualcomm mengklaim peningkatan 35% pada model standar dan 44% pada Extreme. Persentase ini adalah klaim produsen, bukan jaminan bahwa setiap ponsel atau jenis penggunaan akan memperoleh peningkatan yang sama.
8
12
Matrix core pada Extreme mendukung Adreno Neural Fusion, fitur yang menggabungkan super-resolution berbantuan AI dan pembuatan frame untuk game yang kompatibel. Namun, fitur ini tidak otomatis tersedia di semua game—dukungan dari masing-masing game tetap diperlukan.
8
16
Dukungan memori masih belum sepenuhnya jelas
Sejumlah laporan menyebut model Extreme mendukung LPDDR6. Namun, sumber yang tersedia berbeda pendapat tentang apakah dukungan LPDDR6 hanya ada pada Extreme atau juga tersedia pada Gen 6 standar. Karena itu, spesifikasi memori model standar sebaiknya dianggap belum terkonfirmasi sampai ada rincian produk yang lebih jelas.
2
4
6
Sumber yang tersedia juga belum memastikan angka bandwidth memori yang bisa dibandingkan secara langsung untuk kedua chipset. Perbedaan yang lebih jelas dalam laporan adalah bahwa Extreme memiliki Adreno High Performance Memory khusus, sedangkan model standar dilaporkan tidak memilikinya.
2
4
Video, desain termal, dan hal yang perlu ditunggu
Model Extreme dilaporkan mendukung perekaman video hingga 8K/60fps atau 4K/240fps. Ini merupakan kemampuan platform; pilihan perekaman yang tersedia bagi pengguna tetap dapat bergantung pada implementasi masing-masing produsen ponsel.
13
21
Qualcomm juga menjelaskan desain package-on-package dengan susunan bergeser. Dalam rancangan ini, posisi memori dibuat tidak sejajar dengan prosesor untuk menyediakan jalur pelepasan panas yang lebih baik. Itu menjelaskan tujuan desainnya, bukan bukti bahwa ponsel jadi lebih dingin atau mampu mempertahankan performa lebih tinggi dalam penggunaan lama. Hasil akhirnya perlu dinilai lewat perangkat yang sudah jadi.
17
20
Ponsel yang akan memakai chipset ini, termasuk Samsung
Qualcomm menyatakan kedua platform ditujukan untuk ponsel premium dari produsen besar di berbagai negara. Namun, pengumuman tersebut belum memastikan ponsel spesifik mana yang akan menggunakan masing-masing chipset.
14
Pengumuman yang tersedia juga belum mengonfirmasi bahwa Samsung telah memilih salah satu model Gen 6. Sampai Qualcomm atau produsen ponsel mengumumkan perangkat Samsung tertentu, penggunaan chipset ini di ponsel Samsung masih belum dapat dipastikan.
14
Intinya, kedua chipset berbagi konfigurasi CPU utama yang sama. Menurut spesifikasi dan klaim yang diumumkan, versi Extreme menawarkan kemampuan grafis, gaming berbasis AI, dan video yang lebih tinggi. Seberapa terasa perbedaannya—serta apakah klaim performa dan termalnya bertahan dalam penggunaan nyata—akan bergantung pada ponsel yang dibuat produsen.