Pew menemukan sinyal kuat penulisan atau penyuntingan AI pada 35% halaman web berbahasa Inggris dalam sampel yang terbit setelah ChatGPT dirilis pada 30 November 2022. Studi ini menganalisis 490.000 halaman dari 49 snapshot Common Crawl menggunakan Open Pangram; sinyal AI muncul pada sekitar 9%–10% halaman .com, dib...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Pew Research’s August 2026 study find about the prevalence of AI-written or substantially AI-edited web pages since ChatGPT’s Novem. Article summary: Pew found a sharp post-ChatGPT increase in web pages showing meaningful signs of AI authorship or substantial AI editing: 10% of a July 2026 cross-section overall, but 35% among pages with detectable publication dates af. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Analisis Pew Research Center pada Agustus 2026 memberikan salah satu perkiraan paling jelas tentang seberapa jauh AI telah masuk ke dunia penerbitan online. Tanda-tanda yang mengindikasikan penulisan atau penyuntingan substansial oleh AI ditemukan pada 35% halaman web berbahasa Inggris dalam sampel yang terbit setelah ChatGPT tersedia untuk publik. Dalam gambaran yang lebih luas—yang juga mencakup halaman lama—angkanya mencapai 10% pada snapshot Juli 2026. 15
Namun, angka tersebut tidak berarti AI terbukti menulis setiap halaman yang ditandai. Sistem Pew mendeteksi pola yang berkaitan dengan penulisan atau penyuntingan AI, tetapi tidak dapat memastikan seluruh proses pembuatannya dilakukan oleh mesin atau mengukur seberapa besar bantuan AI yang digunakan. 1
Pew mengambil 10.000 halaman web berbahasa Inggris dari masing-masing 49 snapshot Common Crawl yang dikumpulkan antara Januari 2021 dan Juli 2026. Totalnya mencapai 490.000 halaman. Common Crawl merupakan arsip konten web yang dapat diakses publik. Karena itu, halaman yang berada di balik paywall atau mengharuskan pengguna masuk kemungkinan kurang terwakili dalam arsip tersebut. 3
Peneliti mengekstrak teks utama dari setiap halaman, lalu menganalisisnya menggunakan Open Pangram, sistem pendeteksi AI yang dirancang untuk mencari sinyal penulisan atau penyuntingan substansial oleh AI. Hasilnya diperlakukan sebagai sebuah spektrum, bukan klasifikasi sederhana antara “ditulis manusia” dan “ditulis mesin”. Dengan pendekatan ini, teks yang merupakan hasil gabungan kerja manusia dan AI juga dapat menunjukkan sinyal tertentu. 13
Sampel acak yang terdiri dari 10.000 halaman dan dikumpulkan pada Juli 2026 menunjukkan sinyal signifikan penulisan AI pada sekitar satu dari setiap 10 halaman. Angka keseluruhan ini mencakup halaman yang diterbitkan sebelum ChatGPT hadir, sehingga tingkatnya lebih rendah. 15
Pew kemudian menyaring sampel tersebut dan hanya mempertahankan halaman yang memiliki tanggal publikasi setelah ChatGPT dirilis untuk publik pada 30 November 2022. Dalam subset halaman yang tanggalnya dapat diidentifikasi itu, proporsinya naik menjadi 35%, atau lebih dari sepertiga. 1
Perbandingan ini tidak boleh dianggap sebagai sensus tepat atas seluruh halaman yang terbit sejak ChatGPT diluncurkan. Hanya sebagian kecil halaman web yang memiliki kolom tanggal publikasi yang bisa digunakan. Artinya, estimasi 35% berlaku untuk halaman yang dapat diberi tanggal dan dibandingkan oleh Pew—bukan otomatis untuk seluruh halaman pasca-ChatGPT. 3
Tingkat kemunculan sinyal AI berbeda cukup jauh berdasarkan domain tingkat atas. Dalam pengukuran Pew pada 2026:
Dengan demikian, angka pada halaman .com kira-kira dua kali lipat dibandingkan .org dan sekitar 10 kali lebih tinggi daripada .edu serta .gov. 4
Angka ini menggambarkan perbedaan di dalam halaman yang masuk sampel, bukan bukti bahwa semua penerbit komersial menggunakan AI atau bahwa situs pendidikan dan pemerintah sama sekali tidak terdampak. Temuan tersebut hanya menunjukkan bahwa konsentrasi sinyal AI paling tinggi terukur di ranah web komersial. 4
Laporan terkait Cloudflare pada 2026 menyebutkan bahwa bot otomatis dan agen AI menyumbang sekitar 57%–57,5% permintaan yang terukur untuk konten HTML, sementara manusia menyumbang sekitar 42,5%. 1718
Kedua angka ini mengukur lapisan web yang berbeda:
Karena itu, keduanya saling melengkapi, tetapi tidak dapat dipertukarkan. Bot dapat merayapi halaman yang sepenuhnya ditulis manusia. Sebaliknya, halaman yang menunjukkan sinyal penulisan AI tetap bisa paling banyak dibaca oleh manusia. Tidak satu pun studi tersebut membuktikan statistik dari studi lainnya. Jika dibaca bersama, keduanya menunjukkan bahwa web semakin dipengaruhi oleh konten yang dibuat mesin sekaligus akses yang digerakkan mesin. 11718
Pew mengingatkan bahwa pendeteksi AI dapat keliru mengklasifikasikan teks yang sebenarnya ditulis manusia. Karena itu, hasil positif sebaiknya dipahami sebagai sinyal, bukan bukti definitif mengenai siapa penulisnya. Metode tersebut juga belum dapat membedakan secara andal antara teks yang sepenuhnya dibuat AI dan penggunaan AI yang lebih terbatas, seperti menulis ulang atau menyunting. 1
Studi ini juga memiliki batasan lain:
Jadi, angka 35% adalah perkiraan mengenai sinyal yang dapat dideteksi dalam sampel tertentu—bukan jawaban final tentang berapa persen seluruh internet yang ditulis oleh AI.
Sebagai indikator tambahan, Pew meneliti perubahan pola bahasa secara terpisah. Pada halaman yang terbit setelah ChatGPT dirilis, peneliti melihat peningkatan penggunaan tanda pisah em (em dash), koma Oxford, paralelisme negatif, serta sejumlah kosakata yang diasosiasikan dengan prosa buatan AI, seperti “delve”, “crucial”, “landscape”, “pivotal”, dan “underscore”. 2
Pola-pola ini juga bukan bukti kepengarangan. Penulis manusia dapat menggunakan tanda baca dan kosakata yang sama, sementara gaya bahasa bisa menyebar karena berbagai alasan yang tidak berkaitan dengan AI. Nilainya adalah sebagai bukti pendukung adanya perubahan lebih luas pada bahasa online, bukan sebagai tes tunggal untuk menentukan asal-usul sebuah tulisan. 2
Temuan terpenting Pew bukanlah klaim bahwa 35% internet pasti ditulis oleh AI. Kesimpulannya lebih spesifik: di antara halaman web berbahasa Inggris yang memiliki tanggal publikasi dan masuk ke dalam sampel, lebih dari sepertiga halaman yang terbit setelah ChatGPT menunjukkan sinyal bermakna yang konsisten dengan penulisan atau penyuntingan substansial oleh AI. Dalam sampel acak yang lebih luas pada Juli 2026, sinyal serupa muncul pada 10% seluruh halaman, sementara domain komersial mencatat tingkat yang jauh lebih tinggi daripada .edu, .gov, atau .org. 134
Hasil ini paling tepat dibaca sebagai gambaran tentang lingkungan penerbitan yang sedang berubah—sekaligus pengingat bahwa skor pendeteksi AI saja tidak cukup untuk memastikan asal-usul sebuah konten.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pew menemukan sinyal kuat penulisan atau penyuntingan AI pada 35% halaman web berbahasa Inggris dalam sampel yang terbit setelah ChatGPT dirilis pada 30 November 2022.
Pew menemukan sinyal kuat penulisan atau penyuntingan AI pada 35% halaman web berbahasa Inggris dalam sampel yang terbit setelah ChatGPT dirilis pada 30 November 2022. Studi ini menganalisis 490.000 halaman dari 49 snapshot Common Crawl menggunakan Open Pangram; sinyal AI muncul pada sekitar 9%–10% halaman .com, dibandingkan sekitar 1% pada .edu dan .gov.
Temuan Pew mengukur isi teks halaman, sedangkan angka sekitar 57% dari Cloudflare mengukur permintaan web yang berasal dari bot dan agen AI.