Peningkatan penggunaan AI tidak terjadi secara merata di semua jenis domain. Pada 2026, sekitar 10% halaman berdomain .com menunjukkan sinyal kepengarangan atau penyuntingan AI yang signifikan. Pada domain .org, angkanya 4,6%, sedangkan halaman .edu dan .gov masing-masing berada di sekitar 1%.
Sebelum ChatGPT dirilis, tingkat sinyal AI di keempat kelompok domain tersebut relatif mirip. Perbedaan yang muncul setelahnya sejalan dengan dugaan bahwa produksi konten berbantuan AI lebih cepat diadopsi dalam penerbitan web komersial. Meski demikian, hasil deteksi Pew tidak dapat menjelaskan penyebab pasti perbedaan tersebut.
Pew juga melacak sejumlah ciri gaya yang menjadi lebih sering muncul setelah ChatGPT diluncurkan, antara lain:
Frekuensi berbagai penanda tersebut meningkat dalam kumpulan data dari waktu ke waktu. Namun, pola ini bukanlah sidik jari AI. Penulis manusia dapat menggunakan em dash atau kata-kata tersebut tanpa bantuan AI, sementara teks yang dibuat dengan bantuan AI belum tentu menampilkan semua ciri itu.
Catatan terpentingnya adalah bahwa deteksi AI bersifat probabilistik. Pew menganggap skor detektor 0,2 atau lebih sebagai tanda bermakna adanya penggunaan AI, sembari mengakui bahwa alat semacam ini dapat salah mengklasifikasikan dokumen tertentu. Karena itu, metode tersebut lebih berguna untuk mengidentifikasi perubahan besar dalam kumpulan data acak daripada untuk menyatakan secara pasti bahwa artikel tertentu ditulis oleh AI.
Istilah “ditulis AI” dalam konteks studi ini juga mencakup spektrum keterlibatan manusia dan mesin. Konten yang masuk kategori tersebut dapat berupa teks yang sangat banyak dibantu atau disunting AI, bukan hanya hasil yang dibuat sepenuhnya otomatis.
Perbedaan ini penting bagi penerbit, peneliti, dan pembaca yang berusaha memahami bagaimana sebuah konten diproduksi.
Temuan Pew menggambarkan bagaimana konten web dibuat dan bagaimana gaya penulisannya berubah. Laporan terpisah yang menggunakan data Cloudflare menyebutkan bahwa sistem otomatis menyumbang sekitar 57% aktivitas di jaringannya pada Juni 2026, dibandingkan sekitar 43% aktivitas manusia.
Angka tersebut merujuk pada lalu lintas yang terukur di jaringan Cloudflare, bukan seluruh aktivitas internet. Data itu juga tidak membuktikan bahwa halaman yang ditandai Pew ditulis oleh bot-bot tersebut.
Jika dibaca bersama, kedua temuan ini menunjukkan perubahan yang lebih luas: informasi daring semakin banyak diproduksi dengan bantuan AI, ditemukan atau diproses oleh sistem otomatis, lalu dikonsumsi dalam lingkungan ketika manusia bukan lagi satu-satunya audiens penting. Bukti yang ada mendukung adanya perubahan besar dalam cara web dibuat dan dijelajahi—meski kepengarangan setiap halaman tetap tidak dapat dipastikan hanya dari hasil deteksi.