Andrej Karpathy mengatakan pemahaman masyarakat tentang kemampuan AI semakin menyerupai “corong tajam”. Banyak orang nyaris belum memakai model bahasa besar (LLM), sementara kelompok profesional yang lebih kecil menggunakan model terdepan dan segelintir orang di dalam laboratorium AI mengakses sistem yang lebih canggih lagi. Angka-angka itu adalah perkiraan kasar Karpathy, bukan hasil survei penggunaan yang terukur.
8
16
Empat lapis dalam perkiraan Karpathy
Corong ini mengelompokkan orang berdasarkan seberapa sering mereka berinteraksi dengan AI dan sistem yang bisa mereka akses. Angkanya tidak membuktikan kemampuan setiap orang ataupun kinerja setiap model.
8
16
- Sekitar 6 miliar orang, atau kira-kira 75% populasi dunia: nyaris belum berinteraksi dengan LLM.
2
16
- Sekitar 1–2 miliar pengguna sesekali: memakai chatbot gratis secara jarang, biasanya untuk mencari informasi atau membantu menulis.
4
16
- Sekitar 20 juta profesional: menggunakan model AI terdepan, terutama dalam matematika dan perangkat lunak.
6
8
- Sekitar 5.000 orang dalam: memiliki akses internal ke sistem AI kelas terdepan.
6
20
Perbedaan utamanya bukan sekadar memakai atau tidak memakai chatbot, melainkan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada AI. Meminta jawaban singkat atau bantuan menyunting tulisan tidak sama dengan menggunakan agen AI untuk menangani proyek besar bertahap. Karpathy menilai, orang yang hanya melihat interaksi chatbot sehari-hari bisa memiliki gambaran kemampuan AI yang sangat berbeda dari mereka yang memakai sistem lebih canggih untuk pekerjaan ambisius.
3
16
Mengapa pengalaman orang tentang AI bisa berbeda?
Ukuran dan lamanya tugas berpengaruh. Pertanyaan singkat atau permintaan menulis tidak menguji kemampuan yang sama dengan proyek panjang. Pembahasan atas argumen Karpathy menyoroti skala dan ambisi tugas sebagai salah satu penyebab pengalaman pengguna terasa berbeda.
3
17
Bidang pekerjaan juga berpengaruh. Uraian yang dilaporkan menekankan bidang seperti pemrograman dan matematika, yang hasilnya relatif mudah diperiksa. Ini bukan berarti kemampuan AI berkembang sama cepatnya di semua jenis pekerjaan.
17
Akses terhadap alat tidak merata. Dalam pembagian Karpathy, pengguna chatbot gratis berada di tingkat berbeda dari profesional yang memakai model terdepan, apalagi orang yang mendapat akses internal ke sistem di laboratorium. Pengalaman seseorang dengan AI turut ditentukan oleh alat yang tersedia dan cara alat itu digunakan.
6
16
Karpathy juga memperingatkan bahwa kemampuan manusia untuk meninjau dan memahami hasil kerja dapat tertinggal ketika tugas agen AI menjadi semakin luas. Ini adalah kekhawatiran tentang pengawasan manusia—bukan bukti bahwa hasil kerja agen otomatis benar.
7
Cara membaca angka-angka itu
Gambaran corong ini membantu menjelaskan mengapa orang bisa mendapat kesan berbeda tentang AI. Namun, jumlah orang di tiap tingkat jangan dianggap sebagai hitungan yang sudah diverifikasi secara independen: Karpathy menyebutnya perkiraan kasar dan unggahannya tidak menyertakan studi adopsi sebagai dasar angka tersebut.
8
16
Perbedaan itu juga menunjukkan bahwa mencoba chatbot untuk penggunaan ringan saja mungkin belum memberi gambaran lengkap tentang alat yang dirancang menangani proyek. Tetapi, perkiraan Karpathy tidak membuktikan seberapa baik alat tersebut bekerja untuk berbagai tugas atau apakah hasilnya bisa dipercaya tanpa pemeriksaan cermat.
7
16
Perkiraan biaya agen AI adalah persoalan lain
Morgan Stanley memperkirakan beban kerja agen AI dapat menambah peluang pasar CPU dan memori pusat data sebesar US$32,5 miliar hingga US$60 miliar pada 2030. Itu adalah proyeksi pasar infrastruktur, bukan bukti bahwa setiap penggunaan agen AI akan hemat biaya atau menghasilkan keuntungan.
31
Kedua perkiraan tersebut menjawab pertanyaan yang berbeda: corong Karpathy membahas siapa yang mengalami tingkat kemampuan AI tertentu, sedangkan proyeksi Morgan Stanley menyangkut potensi kebutuhan infrastruktur. Yang satu tidak membuktikan yang lain.