Online Risk Labs memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Facebook dan Instagram di Inggris serta 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026. Sebanyak 73 dari 100 kreator teratas yang dipromosikan Temu dinilai kemungkinan merupakan akun palsu.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Online Risk Labs’ research reveal about Temu’s estimated spending on Meta partnership ads in the U.K. and European Union, the preva. Article summary: Online Risk Labs (ORL) estimated that Temu spent up to $962 million on Meta “partnership” ads in the U.K. and the 27 EU countries over the 16 months ending April 2026. The evidence points to an unusually large creator-ad. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Online Risk Labs (ORL) memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Meta—yakni iklan kolaborasi berbayar di Facebook dan Instagram—di Inggris dan 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026. Riset tersebut menggambarkan operasi pemasaran kreator berskala besar, dengan banyak akun populer yang kemungkinan tidak mewakili orang nyata. Namun, riset itu belum membuktikan bahwa Temu membuat akun-akun tersebut atau sengaja menggunakannya. 5
Perkiraan US$962 juta itu dihitung berdasarkan jumlah tayangan iklan dan estimasi biaya rata-rata untuk menjangkau pengguna. Sejumlah pakar periklanan yang meninjau perhitungan tersebut menilai angkanya masuk akal, tetapi angka itu tetap merupakan estimasi—bukan jumlah belanja yang diumumkan Temu atau Meta secara resmi. 5
ORL juga menemukan beberapa hal berikut:
Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa model tersebut tidak terlalu mengandalkan rekomendasi influencer konvensional. Sebaliknya, kampanye itu mungkin lebih banyak menggunakan pembuatan cepat materi iklan bermerek kreator, kemudian mendistribusikannya secara berbayar dalam jumlah sangat besar.
Perbedaannya penting. Sebuah iklan dapat terlihat seperti rekomendasi independen dari seorang kreator, padahal pada praktiknya berfungsi sebagai bagian dari sistem distribusi iklan berkecepatan tinggi.
Contoh paling menonjol dalam riset tersebut adalah persona “Ya Lili”, yang dalam sejumlah laporan juga ditulis sebagai “Ya Lily”. Akun Instagram @findgadgetswithme disebut sebagai kreator partnership ads Temu dengan kinerja tertinggi di Inggris dan Eropa, meski terdapat indikasi bahwa persona itu fiktif dan konten produknya dibuat menggunakan AI. 5
Akun tersebut dilaporkan memiliki sekitar 183.000 pengikut di Instagram. Halaman Facebook yang terhubung dengannya memiliki sekitar 129.000 pengikut. ORL menemukan sejumlah tanda peringatan di halaman Facebook itu, termasuk penggunaan nama yang berbeda, lokasi yang tidak masuk akal, teks biografi yang kacau, serta alamat email yang tampaknya berasal dari China.
Skala distribusi berbayarnya bahkan lebih mencolok. ORL menyatakan bahwa konten yang terkait dengan persona tersebut menghasilkan lebih dari satu miliar tayangan di berbagai platform Meta selama periode 16 bulan. Materi itu juga muncul dalam hampir 109.541 kampanye iklan Temu, atau sekitar 225 kampanye per hari. 5
8
Volume tersebut sulit dibaca sebagai pemasaran influencer biasa. Polanya lebih menyerupai distribusi industri atas materi iklan produk yang murah dan mudah diulang, termasuk konten yang tampak dibuat dengan bantuan AI.
Riset itu tidak membuktikan bahwa setiap iklan atau akun dalam jaringan tersebut merupakan penipuan. Namun, temuan tersebut menunjukkan mengapa identitas kreator dan mekanisme verifikasi pengiklan menjadi bagian penting dari persoalan ini.
Klaim terkuat dalam laporan ini berasal dari analisis ORL, bukan fakta yang telah dibuktikan secara independen mengenai niat Temu. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa banyak akun kemungkinan tidak autentik, tetapi belum menjawab apakah Temu:
Pembedaan ini penting ketika menentukan tanggung jawab. Perusahaan tetap dapat menghadapi pertanyaan serius mengenai uji tuntas dan pengendalian kampanye, meski tidak membuat persona palsu secara langsung. Di sisi lain, catatan yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Temu dengan sengaja membiayai jaringan kreator palsu.
Menurut laporan yang menjadi dasar riset, Temu dan Meta tidak memberikan komentar. 5
ORL dapat meneliti aktivitas tersebut karena Meta menyediakan perpustakaan iklan untuk Inggris dan Uni Eropa. Riset yang tersedia menyebut tidak ada basis data Amerika Serikat yang setara untuk analisis yang sama.
Akibatnya, Eropa menjadi pasar yang paling terbuka untuk menyelidiki kampanye tersebut. Perbedaan transparansi antarkawasan ini juga menimbulkan pertanyaan bagi kedua pihak dalam transaksi iklan:
Tuduhan mengenai iklan kreator muncul tidak lama setelah tindakan penegakan hukum terpisah dari Eropa. Pada 28 Mei 2026, Komisi Eropa mendenda Temu €200 juta berdasarkan Digital Services Act (DSA). Komisi menyatakan Temu tidak cukup cermat dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai risiko sistemik terkait produk ilegal di marketplace-nya serta potensi kerugian bagi konsumen di Uni Eropa. 1
Keputusan tersebut berkaitan dengan risiko produk di marketplace, bukan jaringan iklan kreator yang diduga palsu. Kedua perkara itu tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran yang sama.
Meski demikian, jika dilihat bersamaan, keduanya memunculkan pertanyaan pengawasan yang lebih luas: seberapa efektif Temu mengidentifikasi dan mengelola risiko di berbagai sistem yang digunakannya untuk menjual serta mempromosikan produk?
Bukti yang tersedia di sini juga belum memverifikasi setiap detail jadwal perbaikan Temu. Klaim terpisah bahwa Temu sebelumnya merupakan pengiklan global terbesar Meta pun tidak dapat dianggap sebagai fakta yang sudah pasti berdasarkan catatan yang disediakan.
Konsentrasi aktivitas yang diduga terjadi di Eropa juga sejalan dengan perubahan strategi iklan Temu. Reuters melaporkan bahwa Temu dan Shein meningkatkan investasi iklan digital di pasar Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, ketika tarif Amerika Serikat menekan model impor yang berfokus pada pasar AS. 29
Laporan lain yang menggunakan data Sensor Tower menggambarkan pergeseran tersebut secara lebih rinci. Belanja iklan Temu meningkat di negara-negara seperti Belanda, Prancis, Italia, dan Inggris ketika perusahaan mengalihkan upaya pertumbuhannya dari Amerika Serikat. 30
Pergeseran itu membuat pengawasan Eropa semakin penting. Semakin besar aktivitas pemasaran di kawasan tersebut, semakin besar pula paparan terhadap aturan Eropa dan Inggris, alat transparansi iklan regional, serta tekanan kepada Temu dan Meta untuk menjelaskan bagaimana partnership ads dengan kreator diverifikasi.
Riset ORL menggambarkan operasi partnership ads Temu di Eropa dengan nilai estimasi hingga US$962 juta, sementara 73 dari 100 kreator teratas yang dipromosikan kemungkinan merupakan akun palsu. Kasus “Ya Lili”—dengan lebih dari satu miliar tayangan dan hampir 109.541 kampanye—menunjukkan dugaan skalanya. Namun, keterbatasan bukti membuat pengetahuan dan niat Temu tetap belum terjawab. 5
Persoalan utamanya bukan semata-mata apakah sebagian persona daring itu dibuat-buat. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah sistem pengiklan dan platform mampu membedakan dukungan kreator yang autentik dari iklan yang diproduksi massal dengan bantuan AI sebelum konten tersebut menjangkau konsumen dalam skala luar biasa besar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Online Risk Labs memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Facebook dan Instagram di Inggris serta 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026.
Online Risk Labs memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Facebook dan Instagram di Inggris serta 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026. Sebanyak 73 dari 100 kreator teratas yang dipromosikan Temu dinilai kemungkinan merupakan akun palsu.
Persona “Ya Lili” disebut menghasilkan lebih dari satu miliar tayangan dan muncul dalam hampir 109.541 kampanye iklan Temu.
Online Risk Labs memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Facebook dan Instagram di Inggris serta 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026. Sebanyak 73 dari 100 kreator teratas yang dipromosikan Temu dinilai kemungkinan merupakan akun palsu.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Online Risk Labs’ research reveal about Temu’s estimated spending on Meta partnership ads in the U.K. and European Union, the preva. Article summary: Online Risk Labs (ORL) estimated that Temu spent up to $962 million on Meta “partnership” ads in the U.K. and the 27 EU countries over the 16 months ending April 2026. The evidence points to an unusually large creator-ad. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Online Risk Labs (ORL) memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Meta—yakni iklan kolaborasi berbayar di Facebook dan Instagram—di Inggris dan 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026. Riset tersebut menggambarkan operasi pemasaran kreator berskala besar, dengan banyak akun populer yang kemungkinan tidak mewakili orang nyata. Namun, riset itu belum membuktikan bahwa Temu membuat akun-akun tersebut atau sengaja menggunakannya. 5
Perkiraan US$962 juta itu dihitung berdasarkan jumlah tayangan iklan dan estimasi biaya rata-rata untuk menjangkau pengguna. Sejumlah pakar periklanan yang meninjau perhitungan tersebut menilai angkanya masuk akal, tetapi angka itu tetap merupakan estimasi—bukan jumlah belanja yang diumumkan Temu atau Meta secara resmi. 5
ORL juga menemukan beberapa hal berikut:
Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa model tersebut tidak terlalu mengandalkan rekomendasi influencer konvensional. Sebaliknya, kampanye itu mungkin lebih banyak menggunakan pembuatan cepat materi iklan bermerek kreator, kemudian mendistribusikannya secara berbayar dalam jumlah sangat besar.
Perbedaannya penting. Sebuah iklan dapat terlihat seperti rekomendasi independen dari seorang kreator, padahal pada praktiknya berfungsi sebagai bagian dari sistem distribusi iklan berkecepatan tinggi.
Contoh paling menonjol dalam riset tersebut adalah persona “Ya Lili”, yang dalam sejumlah laporan juga ditulis sebagai “Ya Lily”. Akun Instagram @findgadgetswithme disebut sebagai kreator partnership ads Temu dengan kinerja tertinggi di Inggris dan Eropa, meski terdapat indikasi bahwa persona itu fiktif dan konten produknya dibuat menggunakan AI. 5
Akun tersebut dilaporkan memiliki sekitar 183.000 pengikut di Instagram. Halaman Facebook yang terhubung dengannya memiliki sekitar 129.000 pengikut. ORL menemukan sejumlah tanda peringatan di halaman Facebook itu, termasuk penggunaan nama yang berbeda, lokasi yang tidak masuk akal, teks biografi yang kacau, serta alamat email yang tampaknya berasal dari China.
Skala distribusi berbayarnya bahkan lebih mencolok. ORL menyatakan bahwa konten yang terkait dengan persona tersebut menghasilkan lebih dari satu miliar tayangan di berbagai platform Meta selama periode 16 bulan. Materi itu juga muncul dalam hampir 109.541 kampanye iklan Temu, atau sekitar 225 kampanye per hari. 5
8
Volume tersebut sulit dibaca sebagai pemasaran influencer biasa. Polanya lebih menyerupai distribusi industri atas materi iklan produk yang murah dan mudah diulang, termasuk konten yang tampak dibuat dengan bantuan AI.
Riset itu tidak membuktikan bahwa setiap iklan atau akun dalam jaringan tersebut merupakan penipuan. Namun, temuan tersebut menunjukkan mengapa identitas kreator dan mekanisme verifikasi pengiklan menjadi bagian penting dari persoalan ini.
Klaim terkuat dalam laporan ini berasal dari analisis ORL, bukan fakta yang telah dibuktikan secara independen mengenai niat Temu. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa banyak akun kemungkinan tidak autentik, tetapi belum menjawab apakah Temu:
Pembedaan ini penting ketika menentukan tanggung jawab. Perusahaan tetap dapat menghadapi pertanyaan serius mengenai uji tuntas dan pengendalian kampanye, meski tidak membuat persona palsu secara langsung. Di sisi lain, catatan yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Temu dengan sengaja membiayai jaringan kreator palsu.
Menurut laporan yang menjadi dasar riset, Temu dan Meta tidak memberikan komentar. 5
ORL dapat meneliti aktivitas tersebut karena Meta menyediakan perpustakaan iklan untuk Inggris dan Uni Eropa. Riset yang tersedia menyebut tidak ada basis data Amerika Serikat yang setara untuk analisis yang sama.
Akibatnya, Eropa menjadi pasar yang paling terbuka untuk menyelidiki kampanye tersebut. Perbedaan transparansi antarkawasan ini juga menimbulkan pertanyaan bagi kedua pihak dalam transaksi iklan:
Tuduhan mengenai iklan kreator muncul tidak lama setelah tindakan penegakan hukum terpisah dari Eropa. Pada 28 Mei 2026, Komisi Eropa mendenda Temu €200 juta berdasarkan Digital Services Act (DSA). Komisi menyatakan Temu tidak cukup cermat dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai risiko sistemik terkait produk ilegal di marketplace-nya serta potensi kerugian bagi konsumen di Uni Eropa. 1
Keputusan tersebut berkaitan dengan risiko produk di marketplace, bukan jaringan iklan kreator yang diduga palsu. Kedua perkara itu tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran yang sama.
Meski demikian, jika dilihat bersamaan, keduanya memunculkan pertanyaan pengawasan yang lebih luas: seberapa efektif Temu mengidentifikasi dan mengelola risiko di berbagai sistem yang digunakannya untuk menjual serta mempromosikan produk?
Bukti yang tersedia di sini juga belum memverifikasi setiap detail jadwal perbaikan Temu. Klaim terpisah bahwa Temu sebelumnya merupakan pengiklan global terbesar Meta pun tidak dapat dianggap sebagai fakta yang sudah pasti berdasarkan catatan yang disediakan.
Konsentrasi aktivitas yang diduga terjadi di Eropa juga sejalan dengan perubahan strategi iklan Temu. Reuters melaporkan bahwa Temu dan Shein meningkatkan investasi iklan digital di pasar Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, ketika tarif Amerika Serikat menekan model impor yang berfokus pada pasar AS. 29
Laporan lain yang menggunakan data Sensor Tower menggambarkan pergeseran tersebut secara lebih rinci. Belanja iklan Temu meningkat di negara-negara seperti Belanda, Prancis, Italia, dan Inggris ketika perusahaan mengalihkan upaya pertumbuhannya dari Amerika Serikat. 30
Pergeseran itu membuat pengawasan Eropa semakin penting. Semakin besar aktivitas pemasaran di kawasan tersebut, semakin besar pula paparan terhadap aturan Eropa dan Inggris, alat transparansi iklan regional, serta tekanan kepada Temu dan Meta untuk menjelaskan bagaimana partnership ads dengan kreator diverifikasi.
Riset ORL menggambarkan operasi partnership ads Temu di Eropa dengan nilai estimasi hingga US$962 juta, sementara 73 dari 100 kreator teratas yang dipromosikan kemungkinan merupakan akun palsu. Kasus “Ya Lili”—dengan lebih dari satu miliar tayangan dan hampir 109.541 kampanye—menunjukkan dugaan skalanya. Namun, keterbatasan bukti membuat pengetahuan dan niat Temu tetap belum terjawab. 5
Persoalan utamanya bukan semata-mata apakah sebagian persona daring itu dibuat-buat. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah sistem pengiklan dan platform mampu membedakan dukungan kreator yang autentik dari iklan yang diproduksi massal dengan bantuan AI sebelum konten tersebut menjangkau konsumen dalam skala luar biasa besar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Online Risk Labs memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Facebook dan Instagram di Inggris serta 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026.
Online Risk Labs memperkirakan Temu menghabiskan hingga US$962 juta untuk partnership ads di Facebook dan Instagram di Inggris serta 27 negara Uni Eropa selama 16 bulan hingga April 2026. Sebanyak 73 dari 100 kreator teratas yang dipromosikan Temu dinilai kemungkinan merupakan akun palsu.
Persona “Ya Lili” disebut menghasilkan lebih dari satu miliar tayangan dan muncul dalam hampir 109.541 kampanye iklan Temu.