Nissan mengonfirmasi Norman Nato akan pergi setelah Musim 12, usai mengoleksi 20 poin dan finis di posisi ke 19 klasemen pembalap. Nato diperkirakan memusatkan perhatian pada program Cadillac bersama Hertz Team JOTA di FIA World Endurance Championship, meski peluang menjadi pembalap cadangan atau penguji Formula E b...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Nissan announce about Norman Nato’s departure from its Formula E team after Season 12, why had the decision been anticipated, how d. Article summary: Nissan has confirmed that Norman Nato will leave its Formula E team after Season 12, ending his latest three-season spell with the manufacturer. The move was widely expected because he had struggled to deliver consistent. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Nissan mengonfirmasi bahwa Norman Nato akan meninggalkan tim Formula E mereka pada akhir Musim 12. Keputusan ini mengakhiri periode tiga musim terbarunya bersama pabrikan Jepang tersebut, sekaligus datang ketika Nissan bersiap menghadapi peralihan dari era Gen3 ke Gen4.
Kepergian Nato sebenarnya sudah diperkirakan di paddock. Ia kesulitan meraih poin secara konsisten saat berduet dengan Oliver Rowland, sementara laporan sebelumnya menyebut Nato tidak akan mendapat kursi balap Nissan untuk musim 2026–27.
Performa dua mobil Nissan terlihat timpang dalam dua musim ketika Nato menjadi rekan setim Rowland. Rowland muncul sebagai pemimpin tim sekaligus penantang utama di kejuaraan, sedangkan kontribusi Nato jauh lebih terbatas. RacingNews365 melaporkan Nato menutup musim terakhir di posisi kedua dari bawah klasemen pembalap dengan 20 poin—terpaut 117 poin dari Rowland.
Hasil itu mengikuti musim sebelumnya, ketika Nato finis di posisi ke-20 dengan 21 poin. Selisih satu poin memang kecil, tetapi konteksnya penting: mobil Nissan kedua kembali belum mampu memberikan dukungan konsisten yang dibutuhkan tim dalam perebutan klasemen konstruktor.
Transisi ke Gen4 juga memberi Nissan alasan kuat untuk melakukan penyegaran. Musim 12 merupakan kampanye terakhir untuk mobil Gen3 Evo, sementara Rowland sudah terikat kontrak multimusim untuk memimpin proyek Nissan di era berikutnya.
Menurut laporan setelah final di London, Nato mengakhiri Musim 12 dengan 20 poin dan berada di posisi ke-19. Pada musim sebelumnya, ia finis di posisi ke-20 dengan 21 poin.
Jika hanya melihat jumlah poin, hasil tersebut menunjukkan situasi yang relatif sama, bukan sebuah lompatan besar. Nato memang mencatat beberapa penampilan individu yang lebih baik pada musim terbaru, termasuk finis kelima yang dilaporkan, tetapi ia tidak mampu mengubah momen-momen tersebut menjadi rangkaian poin yang stabil.
Performa di penghujung musim menjadi masalah tersendiri. Hingga seri Madrid, Nato hanya mengumpulkan tiga poin dalam 12 balapan sebelumnya setelah finis keenam pada balapan pertama di Shanghai dalam rentang tersebut. Final London juga tidak menghadirkan perubahan besar. Nato finis ke-15 pada balapan pertama, sedangkan balapan kedua berlangsung kacau dan menghasilkan klimaks kejuaraan yang tidak biasa; sejumlah laporan menempatkannya di antara pembalap yang meraih poin dalam klasifikasi lomba tersebut.
Kesimpulan besarnya cukup jelas: Nato masih mampu menghasilkan penampilan kuat secara sporadis, tetapi belum cukup konsisten untuk mempertahankan kursi balap Nissan memasuki era teknis berikutnya.
Selama ini Nato juga membagi waktunya dengan FIA World Endurance Championship (WEC), kejuaraan balap ketahanan dunia. Ia membalap di kelas Hypercar untuk program Cadillac yang dioperasikan Hertz Team JOTA. Namun, kombinasi dua program tersebut semakin sulit dijalankan karena kalender keduanya kian padat dan berpotensi bertabrakan.
Jadwal Formula E era Gen4 yang diproyeksikan berpotensi menimbulkan konflik langsung serta tekanan logistik di sekitar sejumlah agenda penting WEC. Contoh yang dilaporkan mencakup bentrokan jadwal Spa–Monaco dan kepadatan agenda yang melibatkan balapan Interlagos serta Shanghai.
Masalahnya bukan sekadar perjalanan dari satu sirkuit ke sirkuit lain. Tim pabrikan membutuhkan pembalap untuk pengujian, persiapan, pekerjaan simulator, dan akhir pekan balapan. Di sisi lain, program balap ketahanan menuntut kesinambungan selama event yang panjang serta komitmen terhadap pabrikan. Nato bahkan pernah absen dari balapan Formula E karena kewajiban WEC, dengan kontraknya bersama Cadillac/JOTA mendapat prioritas dalam setidaknya satu bentrokan jadwal sebelumnya.
Karena itu, kembalinya Nato sebagai pembalap Formula E penuh waktu sambil tetap menjalankan program Hypercar pabrikan kini tampak semakin tidak mungkin. Ia masih berpeluang terhubung dengan Formula E sebagai pembalap cadangan atau penguji, tetapi laporan yang tersedia lebih kuat mengarah pada balap ketahanan sebagai fokus utamanya.
Nato diperkirakan melanjutkan kiprahnya bersama Cadillac dan Hertz Team JOTA di WEC, alih-alih langsung mencari kursi penuh waktu lain di Formula E. Pengumuman kepergiannya menandai berakhirnya babak bersama Nissan, sementara laporan yang ada belum mengaitkannya secara kuat dengan kursi balap yang tersedia di tim Formula E lain.
Hal ini belum tentu berarti hubungan Nato dengan balap mobil listrik berformat kursi tunggal berakhir selamanya. Peran sebagai pembalap cadangan, penguji, atau pengembang masih mungkin menjadi jalur berikutnya, terutama berkat pengalamannya dengan mobil Nissan. Namun, kemungkinan tersebut tidak boleh dianggap sebagai kontrak Formula E yang sudah dikonfirmasi.
Oliver Rowland merupakan fondasi yang sudah dipastikan untuk proyek Gen4 Nissan. Sang juara dunia telah menandatangani kontrak multimusim baru, sehingga Nissan akan membangun upaya mereka di era baru dengan Rowland sebagai pembalap utama.
Victor Martins menjadi kandidat terkuat yang dilaporkan untuk menggantikan Nato. Ia telah menguji mobil Formula E Nissan dan diidentifikasi dalam sejumlah laporan sebagai calon rekan setim baru Rowland.
Namun, ada catatan penting: kedatangan Martins masih diberitakan sebagai kesepakatan yang sedang diproses, bukan pengumuman resmi Nissan, berdasarkan materi yang tersedia. Jika benar terwujud, duet Rowland–Martins akan memadukan pengalaman juara dengan pembalap yang lebih muda dan telah memiliki pengalaman menguji mobil Formula E.
Era Gen4 Formula E dijadwalkan dimulai pada Jeddah E-Prix di Arab Saudi, 18 Desember 2026. Dengan demikian, kepergian Nato bukan sekadar pergantian pembalap biasa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Nissan membuka siklus teknis baru dengan pemimpin yang sudah mapan dan susunan baru di kursi kedua.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Nissan mengonfirmasi Norman Nato akan pergi setelah Musim 12, usai mengoleksi 20 poin dan finis di posisi ke 19 klasemen pembalap.
Nissan mengonfirmasi Norman Nato akan pergi setelah Musim 12, usai mengoleksi 20 poin dan finis di posisi ke 19 klasemen pembalap. Nato diperkirakan memusatkan perhatian pada program Cadillac bersama Hertz Team JOTA di FIA World Endurance Championship, meski peluang menjadi pembalap cadangan atau penguji Formula E belum sepenuhnya tertutup.
Oliver Rowland telah dipastikan menjadi fondasi proyek Gen4 Nissan; Victor Martins menjadi kandidat terkuat pengganti Nato, tetapi pasangan tersebut belum dikonfirmasi resmi dalam laporan yang tersedia.