Dalam pengumuman tersebut, Microsoft memperkenalkan Surface Pro 12, Surface Laptop 8 dalam ukuran 13,8 inci dan 15 inci, serta Surface Laptop for Business 13 inci. Model dengan prosesor Intel diluncurkan lebih dulu, sementara versi berbasis ARM dengan chip Qualcomm Snapdragon X2 direncanakan hadir akhir tahun.
Pembaruan kali ini berfokus pada tiga perangkat utama yang ditujukan bagi organisasi dan tim IT perusahaan:
Walau dirancang untuk perusahaan dan deployment terkelola oleh tim IT, perangkat ini tetap bisa dibeli oleh konsumen umum.
Semua model baru menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3 mobile, generasi baru yang sering disebut dengan nama kode Panther Lake.
Perangkat tersedia dengan konfigurasi Core Ultra 5 dan Core Ultra 7, yang menghadirkan peningkatan performa CPU, grafis, serta kemampuan AI dibanding generasi Surface sebelumnya.
Fitur utama prosesor ini meliputi:
Dengan kombinasi tersebut, perangkat dapat menjalankan berbagai tugas AI langsung di perangkat—misalnya menganalisis data, membuat presentasi otomatis, atau menjalankan alat AI tanpa harus sepenuhnya bergantung pada cloud.
AI menjadi tema utama dari pembaruan Surface kali ini. Berkat NPU di dalam prosesor Core Ultra, perangkat mampu menjalankan AI inference secara lokal (on‑device).
Kemampuan ini mendukung:
Bagi perusahaan, pendekatan ini penting karena memungkinkan pemrosesan data sensitif tetap dilakukan di perangkat, tanpa harus selalu mengirimkan data ke layanan cloud.
Selain peningkatan prosesor, Microsoft juga menambahkan beberapa fitur baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan.
Model Surface Laptop 8 ukuran 13,8 inci dan 15 inci kini menggunakan touchpad haptic yang memberikan umpan balik getaran presisi saat melakukan klik atau gesture di Windows 11.
Beberapa konfigurasi menyediakan privacy screen bawaan yang membatasi sudut pandang layar. Fitur ini membantu mencegah orang lain melihat informasi sensitif dari samping—sering disebut sebagai perlindungan dari “shoulder surfing”.
Pembaruan lain dalam lini perangkat ini mencakup:
Kombinasi ini dirancang untuk mendukung kerja hybrid dan produktivitas dengan banyak layar.
Microsoft juga meningkatkan konfigurasi standar agar sesuai kebutuhan perusahaan.
Pilihan spesifikasi meliputi:
Sebagian besar konfigurasi awal dimulai dari 16GB RAM dan 256GB penyimpanan, standar yang lebih umum untuk deployment perusahaan dibanding perangkat konsumen entry‑level.
Dengan fokus pada pasar enterprise, harga perangkat Surface terbaru ini lebih tinggi dibanding model konsumen sebelumnya.
Perkiraan harga awal:
Harga tersebut mencerminkan konfigurasi memori yang lebih tinggi secara default, fitur keamanan perusahaan, dan hardware AI khusus.
Berbeda dengan beberapa generasi sebelumnya, Microsoft kali ini meluncurkan model berbasis Intel lebih dulu.
Kemudian pada tahun 2026, perusahaan berencana menghadirkan perangkat Surface berbasis Qualcomm Snapdragon X2, yang diperkirakan menawarkan efisiensi energi lebih baik dan performa AI lokal yang lebih kuat.
Strategi dua tahap ini memberi perusahaan pilihan antara PC Windows berbasis Intel tradisional dan AI PC berbasis ARM saat model Snapdragon tersedia.
Pembaruan Surface for Business menegaskan arah Microsoft menuju PC berbasis AI untuk lingkungan perusahaan. Dengan NPU khusus, kapasitas memori lebih besar, serta fitur keamanan seperti privacy screen, perangkat ini dirancang untuk mendukung workflow berbasis AI di kantor modern.
Meski desain perangkat tidak berubah drastis, peningkatan pada platform internal—terutama melalui Intel Core Ultra Series 3 dan akselerasi AI terintegrasi—menjadikan generasi Surface terbaru ini salah satu langkah terbesar Microsoft dalam membangun kategori enterprise AI PC.