Keputusan ini menunjukkan strategi yang pragmatis. Microsoft menyebut Solara sebagai platform chip-to-cloud untuk dunia yang terbuka dan dipenuhi banyak AI agent. Tujuannya adalah memberi mitra perangkat keras cara yang lebih murah dan siap pakai untuk membuat perangkat khusus AI .
Dengan Android, Microsoft dapat memanfaatkan sistem operasi yang sudah matang, hemat daya, dan kompatibel dengan berbagai chip berbasis ARM. Perusahaan pun tidak perlu membangun seluruh fondasi platform dari awal sehingga bisa lebih fokus pada pengalaman AI agent .
Sistem operasi yang digunakan Solara bernama Microsoft Device Ecosystem Platform (MDEP). Platform ini dibangun di atas Android Open Source Project (AOSP), yaitu basis kode terbuka Android .
Microsoft menyebut kemampuan Android pada perangkat berbiaya rendah dan berdaya rendah, serta dukungan terhadap ekosistem periferal yang luas, sebagai alasan utama pemilihannya . Singkatnya, Android memungkinkan Microsoft “melewati pekerjaan membangun platform” dan bergerak lebih cepat.
Meski menggunakan Android, MDEP ditujukan untuk kebutuhan enterprise dengan pengelolaan perangkat dan pengalaman yang dikustomisasi Microsoft. Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka tidak berencana menjual perangkat Solara secara langsung. Microsoft ingin OEM dan mitra perangkat keras melisensikan platform ini lalu membuat produk komersial mereka sendiri .
Untuk menunjukkan kemungkinan bentuk perangkat Solara, Microsoft membuat dua perangkat konsep yang berfungsi sebagai desain referensi bagi produsen perangkat keras .
Perangkat pertama adalah hub layar pintar untuk meja yang tampilannya menyerupai Amazon Echo Show. Perangkat ini menggunakan chip MediaTek dan dapat memanfaatkan pengenalan wajah untuk autentikasi pengguna.
Setelah mengenali pengguna, hub dapat langsung menampilkan AI agent yang relevan untuk kebutuhan seperti:
Jika disambungkan ke monitor, Desk Concept juga dapat menjadi pintu masuk ke komputer Windows lengkap yang berjalan di cloud melalui Windows 365 .
Perangkat kedua berbentuk badge yang menyerupai kartu identitas karyawan. Badge ini menggunakan chip Qualcomm, dilengkapi kamera, sensor sidik jari, dan konektivitas 5G.
Konsepnya adalah memberikan akses ke AI agent secara hands-free dan selalu tersedia, terutama dalam lingkungan seperti toko, gudang, dan fasilitas kesehatan . Pengguna cukup menekan tombol untuk memulai percakapan. Sistem kemudian dapat langsung mentranskripsikan percakapan, sementara kamera membantu AI agent memahami apa yang sedang dilihat pengguna dan memberikan bantuan berdasarkan konteks di sekitarnya.
Kedua perangkat tersebut bukan produk konsumen yang siap dijual. Microsoft menempatkannya sebagai cetak biru bagi produsen perangkat yang ingin membuat solusi khusus untuk sektor kesehatan, ritel, perhotelan, layanan keuangan, dan industri lainnya .
Microsoft menyebut lima mitra enterprise yang akan memulai uji coba perangkat berbasis Project Solara dalam beberapa bulan mendatang: Best Buy, CVS Health, Levi’s, Target, dan AccuWeather .
Ratusan karyawan Microsoft juga telah menguji perangkat konsep tersebut secara internal . Program percontohan ini akan mengeksplorasi alur kerja seperti pengelolaan inventaris secara real-time, koordinasi shift, serta operasi ritel yang mempertimbangkan informasi cuaca .
Tahap ini penting karena menunjukkan bahwa Solara tidak hanya diposisikan sebagai eksperimen desain. Microsoft sedang menguji apakah perangkat yang selalu terhubung dengan AI agent benar-benar dapat membantu pekerjaan operasional di lapangan.
Project Solara hadir di tengah dorongan besar Microsoft untuk menjadikan AI agent sebagai pusat ekosistem produknya. Sejumlah pengumuman penting lain dari Build 2026 meliputi:
Rangkaian pengumuman tersebut memperlihatkan arah Microsoft dengan cukup jelas: perusahaan sedang membangun ekosistem AI agent yang dapat berjalan di ponsel, badge, komputer desktop, dan PC cloud.
Project Solara menjadi bagian perangkat keras dari strategi itu. Pilihan Android menunjukkan bahwa Microsoft ingin memperluas AI agent ke perangkat kecil dan hemat daya tanpa harus menunggu pembangunan ekosistem Windows baru dari awal.
Keputusan ini menunjukkan strategi yang pragmatis. Microsoft menyebut Solara sebagai platform chip-to-cloud untuk dunia yang terbuka dan dipenuhi banyak AI agent. Tujuannya adalah memberi mitra perangkat keras cara yang lebih murah dan siap pakai untuk membuat perangkat khusus AI .
Dengan Android, Microsoft dapat memanfaatkan sistem operasi yang sudah matang, hemat daya, dan kompatibel dengan berbagai chip berbasis ARM. Perusahaan pun tidak perlu membangun seluruh fondasi platform dari awal sehingga bisa lebih fokus pada pengalaman AI agent .
Sistem operasi yang digunakan Solara bernama Microsoft Device Ecosystem Platform (MDEP). Platform ini dibangun di atas Android Open Source Project (AOSP), yaitu basis kode terbuka Android .
Microsoft menyebut kemampuan Android pada perangkat berbiaya rendah dan berdaya rendah, serta dukungan terhadap ekosistem periferal yang luas, sebagai alasan utama pemilihannya . Singkatnya, Android memungkinkan Microsoft “melewati pekerjaan membangun platform” dan bergerak lebih cepat.
Meski menggunakan Android, MDEP ditujukan untuk kebutuhan enterprise dengan pengelolaan perangkat dan pengalaman yang dikustomisasi Microsoft. Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka tidak berencana menjual perangkat Solara secara langsung. Microsoft ingin OEM dan mitra perangkat keras melisensikan platform ini lalu membuat produk komersial mereka sendiri .
Untuk menunjukkan kemungkinan bentuk perangkat Solara, Microsoft membuat dua perangkat konsep yang berfungsi sebagai desain referensi bagi produsen perangkat keras .
Perangkat pertama adalah hub layar pintar untuk meja yang tampilannya menyerupai Amazon Echo Show. Perangkat ini menggunakan chip MediaTek dan dapat memanfaatkan pengenalan wajah untuk autentikasi pengguna.
Setelah mengenali pengguna, hub dapat langsung menampilkan AI agent yang relevan untuk kebutuhan seperti:
Jika disambungkan ke monitor, Desk Concept juga dapat menjadi pintu masuk ke komputer Windows lengkap yang berjalan di cloud melalui Windows 365 .
Perangkat kedua berbentuk badge yang menyerupai kartu identitas karyawan. Badge ini menggunakan chip Qualcomm, dilengkapi kamera, sensor sidik jari, dan konektivitas 5G.
Konsepnya adalah memberikan akses ke AI agent secara hands-free dan selalu tersedia, terutama dalam lingkungan seperti toko, gudang, dan fasilitas kesehatan . Pengguna cukup menekan tombol untuk memulai percakapan. Sistem kemudian dapat langsung mentranskripsikan percakapan, sementara kamera membantu AI agent memahami apa yang sedang dilihat pengguna dan memberikan bantuan berdasarkan konteks di sekitarnya.
Kedua perangkat tersebut bukan produk konsumen yang siap dijual. Microsoft menempatkannya sebagai cetak biru bagi produsen perangkat yang ingin membuat solusi khusus untuk sektor kesehatan, ritel, perhotelan, layanan keuangan, dan industri lainnya .
Microsoft menyebut lima mitra enterprise yang akan memulai uji coba perangkat berbasis Project Solara dalam beberapa bulan mendatang: Best Buy, CVS Health, Levi’s, Target, dan AccuWeather .
Ratusan karyawan Microsoft juga telah menguji perangkat konsep tersebut secara internal . Program percontohan ini akan mengeksplorasi alur kerja seperti pengelolaan inventaris secara real-time, koordinasi shift, serta operasi ritel yang mempertimbangkan informasi cuaca .
Tahap ini penting karena menunjukkan bahwa Solara tidak hanya diposisikan sebagai eksperimen desain. Microsoft sedang menguji apakah perangkat yang selalu terhubung dengan AI agent benar-benar dapat membantu pekerjaan operasional di lapangan.
Project Solara hadir di tengah dorongan besar Microsoft untuk menjadikan AI agent sebagai pusat ekosistem produknya. Sejumlah pengumuman penting lain dari Build 2026 meliputi:
Rangkaian pengumuman tersebut memperlihatkan arah Microsoft dengan cukup jelas: perusahaan sedang membangun ekosistem AI agent yang dapat berjalan di ponsel, badge, komputer desktop, dan PC cloud.
Project Solara menjadi bagian perangkat keras dari strategi itu. Pilihan Android menunjukkan bahwa Microsoft ingin memperluas AI agent ke perangkat kecil dan hemat daya tanpa harus menunggu pembangunan ekosistem Windows baru dari awal.