Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin paling jelas saat ini dan area yang paling banyak menarik perhatian Mastercard, karena transfer konvensional bisa memakan waktu berhari har... Open USD (OUSD), stablecoin yang dipatok ke dolar AS dan diterbitkan Bridge—perusahaan Stripe—di...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Mastercard CEO Michael Miebach say in his October 9, 2026, Bloomberg TV interview in London about cross-border payments being stabl. Article summary: Miebach’s central point was that cross-border payments are stablecoins’ clearest current use case and the area where Mastercard is seeing the most traction—not that stablecoins have already proved themselves across all p. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
CEO Mastercard Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin yang paling jelas saat ini—dan bidang yang paling banyak menunjukkan daya tarik bagi Mastercard. Alasannya praktis: transfer internasional tradisional bisa memakan waktu berhari-hari, sementara biaya yang dikenakan tidak selalu jelas. Pergerakan dana yang lebih cepat berpotensi membantu perusahaan mengelola modal kerja, tetapi potensi itu belum membuktikan bahwa stablecoin sudah meningkatkan kinerja pembayaran secara luas.1
4
Pernyataan Miebach menggambarkan stablecoin sebagai jalur alternatif untuk mengirim uang antarnegara, terutama bagi perusahaan yang perlu mengetahui kapan dana akan tiba dan berapa biaya transfernya. Dalam laporan wawancara, ia menyoroti lambatnya pembayaran lintas negara dan ketidakjelasan biaya. Ia juga menyampaikan bahwa pemindahan dana yang lebih cepat dapat membantu kebutuhan modal kerja perusahaan.1
4
Namun, ini adalah argumen tentang potensi penggunaan, bukan jaminan bahwa setiap transfer stablecoin berlangsung seketika, lebih murah, atau cocok untuk semua jenis pembayaran. Informasi yang tersedia menunjukkan minat Mastercard dan masalah yang disoroti Miebach, bukan hasil yang berlaku untuk semua koridor pembayaran.
Open Standard meluncurkan Open USD (OUSD), stablecoin yang dipatok ke dolar AS, pada 30 September 2026. OUSD tersedia di Ethereum, Solana, Base, dan Tempo. Proyek ini dikembangkan oleh Open Standard, perusahaan independen yang didirikan oleh Coinbase, Mastercard, Shopify, Stripe, dan Visa.32 Bridge, perusahaan Stripe, menerbitkan OUSD; laporan peluncuran juga menyebut BlackRock, Lead Bank, dan BNY terkait dengan cadangannya.
19
Peluncuran OUSD diarahkan untuk kebutuhan bisnis, termasuk pembayaran dan penyelesaian transaksi, bukan sekadar sebagai aset digital untuk disimpan. Stripe mengumumkan dukungan OUSD di berbagai produknya dan menyebutnya sebagai stablecoin default. Melalui layanan Stripe, bisnis dapat menerima, menyimpan, mengirim, dan membelanjakan dana dalam OUSD.40
Angka tentang jaringan mitra Open Standard berbeda-beda dalam laporan yang tersedia. Bridge menyebut lebih dari 200 mitra, sementara Bloomberg menggambarkan perusahaan itu didukung oleh lebih dari 100 korporasi. Karena laporan-laporan tersebut tidak menjelaskan kategori hitungannya dengan cara yang sama, kedua angka itu tidak bisa dianggap langsung sebanding.32
33
Lima mitra pendiri berkomitmen menyediakan likuiditas lebih dari US$1 miliar untuk OUSD, menurut laporan peluncurannya.21 Komitmen itu menunjukkan dukungan yang besar, tetapi bukan ukuran seberapa sering bisnis benar-benar menggunakan OUSD untuk pembayaran berulang. Sebuah proyek bisa diluncurkan dengan mitra ternama dan tersedia secara teknis di beberapa jaringan sebelum menunjukkan aktivitas transaksi yang berkelanjutan.
Langkah Mastercard yang lebih luas di ranah pembayaran digital juga mencakup pengumuman pada Maret 2026 tentang rencana akuisisi BVNK, perusahaan infrastruktur stablecoin, dengan nilai hingga US$1,8 miliar termasuk pembayaran bersyarat. Mastercard menyatakan transaksi tersebut akan menghubungkan pembayaran on-chain dengan jalur pembayaran fiat, yakni mata uang konvensional.56 Rencana akuisisi BVNK dan keterlibatan Mastercard sebagai salah satu pendiri OUSD menunjukkan upayanya untuk berperan di luar pembayaran berbasis kartu, termasuk mendukung perpindahan antara mata uang digital dan tradisional.
Intinya, Miebach melihat transfer lintas negara sebagai peluang stablecoin yang paling menjanjikan saat ini karena adanya keterlambatan dan ketidakjelasan biaya. OUSD merupakan salah satu upaya membangun infrastruktur pembayaran untuk kebutuhan tersebut. Namun, apakah proyek ini akan menjadi jaringan pembayaran bisnis yang banyak digunakan bergantung pada aktivitas nyata—bukan hanya nama para mitra atau janji likuiditas.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin paling jelas saat ini dan area yang paling banyak menarik perhatian Mastercard, karena transfer konvensional bisa memakan waktu berhari har...
Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin paling jelas saat ini dan area yang paling banyak menarik perhatian Mastercard, karena transfer konvensional bisa memakan waktu berhari har... Open USD (OUSD), stablecoin yang dipatok ke dolar AS dan diterbitkan Bridge—perusahaan Stripe—diluncurkan untuk mendukung kebutuhan bisnis, termasuk pembayaran dan penyelesaian transaksi.[19][32]
Dukungan mitra dan komitmen likuiditas menunjukkan besarnya ambisi proyek, tetapi belum membuktikan bahwa OUSD telah digunakan secara rutin dalam skala besar.
Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin paling jelas saat ini dan area yang paling banyak menarik perhatian Mastercard, karena transfer konvensional bisa memakan waktu berhari har... Open USD (OUSD), stablecoin yang dipatok ke dolar AS dan diterbitkan Bridge—perusahaan Stripe—di...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Mastercard CEO Michael Miebach say in his October 9, 2026, Bloomberg TV interview in London about cross-border payments being stabl. Article summary: Miebach’s central point was that cross-border payments are stablecoins’ clearest current use case and the area where Mastercard is seeing the most traction—not that stablecoins have already proved themselves across all p. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
CEO Mastercard Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin yang paling jelas saat ini—dan bidang yang paling banyak menunjukkan daya tarik bagi Mastercard. Alasannya praktis: transfer internasional tradisional bisa memakan waktu berhari-hari, sementara biaya yang dikenakan tidak selalu jelas. Pergerakan dana yang lebih cepat berpotensi membantu perusahaan mengelola modal kerja, tetapi potensi itu belum membuktikan bahwa stablecoin sudah meningkatkan kinerja pembayaran secara luas.1
4
Pernyataan Miebach menggambarkan stablecoin sebagai jalur alternatif untuk mengirim uang antarnegara, terutama bagi perusahaan yang perlu mengetahui kapan dana akan tiba dan berapa biaya transfernya. Dalam laporan wawancara, ia menyoroti lambatnya pembayaran lintas negara dan ketidakjelasan biaya. Ia juga menyampaikan bahwa pemindahan dana yang lebih cepat dapat membantu kebutuhan modal kerja perusahaan.1
4
Namun, ini adalah argumen tentang potensi penggunaan, bukan jaminan bahwa setiap transfer stablecoin berlangsung seketika, lebih murah, atau cocok untuk semua jenis pembayaran. Informasi yang tersedia menunjukkan minat Mastercard dan masalah yang disoroti Miebach, bukan hasil yang berlaku untuk semua koridor pembayaran.
Open Standard meluncurkan Open USD (OUSD), stablecoin yang dipatok ke dolar AS, pada 30 September 2026. OUSD tersedia di Ethereum, Solana, Base, dan Tempo. Proyek ini dikembangkan oleh Open Standard, perusahaan independen yang didirikan oleh Coinbase, Mastercard, Shopify, Stripe, dan Visa.32 Bridge, perusahaan Stripe, menerbitkan OUSD; laporan peluncuran juga menyebut BlackRock, Lead Bank, dan BNY terkait dengan cadangannya.
19
Peluncuran OUSD diarahkan untuk kebutuhan bisnis, termasuk pembayaran dan penyelesaian transaksi, bukan sekadar sebagai aset digital untuk disimpan. Stripe mengumumkan dukungan OUSD di berbagai produknya dan menyebutnya sebagai stablecoin default. Melalui layanan Stripe, bisnis dapat menerima, menyimpan, mengirim, dan membelanjakan dana dalam OUSD.40
Angka tentang jaringan mitra Open Standard berbeda-beda dalam laporan yang tersedia. Bridge menyebut lebih dari 200 mitra, sementara Bloomberg menggambarkan perusahaan itu didukung oleh lebih dari 100 korporasi. Karena laporan-laporan tersebut tidak menjelaskan kategori hitungannya dengan cara yang sama, kedua angka itu tidak bisa dianggap langsung sebanding.32
33
Lima mitra pendiri berkomitmen menyediakan likuiditas lebih dari US$1 miliar untuk OUSD, menurut laporan peluncurannya.21 Komitmen itu menunjukkan dukungan yang besar, tetapi bukan ukuran seberapa sering bisnis benar-benar menggunakan OUSD untuk pembayaran berulang. Sebuah proyek bisa diluncurkan dengan mitra ternama dan tersedia secara teknis di beberapa jaringan sebelum menunjukkan aktivitas transaksi yang berkelanjutan.
Langkah Mastercard yang lebih luas di ranah pembayaran digital juga mencakup pengumuman pada Maret 2026 tentang rencana akuisisi BVNK, perusahaan infrastruktur stablecoin, dengan nilai hingga US$1,8 miliar termasuk pembayaran bersyarat. Mastercard menyatakan transaksi tersebut akan menghubungkan pembayaran on-chain dengan jalur pembayaran fiat, yakni mata uang konvensional.56 Rencana akuisisi BVNK dan keterlibatan Mastercard sebagai salah satu pendiri OUSD menunjukkan upayanya untuk berperan di luar pembayaran berbasis kartu, termasuk mendukung perpindahan antara mata uang digital dan tradisional.
Intinya, Miebach melihat transfer lintas negara sebagai peluang stablecoin yang paling menjanjikan saat ini karena adanya keterlambatan dan ketidakjelasan biaya. OUSD merupakan salah satu upaya membangun infrastruktur pembayaran untuk kebutuhan tersebut. Namun, apakah proyek ini akan menjadi jaringan pembayaran bisnis yang banyak digunakan bergantung pada aktivitas nyata—bukan hanya nama para mitra atau janji likuiditas.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin paling jelas saat ini dan area yang paling banyak menarik perhatian Mastercard, karena transfer konvensional bisa memakan waktu berhari har...
Michael Miebach menyebut pembayaran lintas negara sebagai use case stablecoin paling jelas saat ini dan area yang paling banyak menarik perhatian Mastercard, karena transfer konvensional bisa memakan waktu berhari har... Open USD (OUSD), stablecoin yang dipatok ke dolar AS dan diterbitkan Bridge—perusahaan Stripe—diluncurkan untuk mendukung kebutuhan bisnis, termasuk pembayaran dan penyelesaian transaksi.[19][32]
Dukungan mitra dan komitmen likuiditas menunjukkan besarnya ambisi proyek, tetapi belum membuktikan bahwa OUSD telah digunakan secara rutin dalam skala besar.