Teknologi ini memanfaatkan beberapa jenis sinyal utama, termasuk:
Dengan menggabungkan berbagai sumber informasi tersebut, sistem dapat menemukan pola mencurigakan—misalnya perilaku transaksi yang tidak biasa, aktivitas merchant yang tiba‑tiba berubah drastis, atau hubungan dengan infrastruktur penipuan yang sudah dikenal.
Pendekatan ini bertujuan menggeser deteksi penipuan ke tahap yang lebih awal, sehingga merchant scam dapat dihentikan sebelum mereka mengumpulkan banyak korban atau menghasilkan lonjakan chargeback dari pelanggan.
Merchant Trust Services bekerja dengan menganalisis volume besar data transaksi dan sinyal dari berbagai pihak dalam ekosistem pembayaran. Model risiko kemudian mencari anomali yang menunjukkan kemungkinan aktivitas penipuan.
Teknologi ini dapat membantu bank pengakuisisi (acquiring bank) dan penyedia layanan pembayaran mengevaluasi merchant dalam beberapa tahap siklus hidup bisnis mereka:
1. Saat onboarding merchant
Proses penyaringan dan uji kelayakan membantu mengidentifikasi bisnis mencurigakan sebelum mereka mulai menerima pembayaran.
2. Pemantauan transaksi secara berkelanjutan
Data agregat dari jaringan Mastercard memungkinkan sistem menemukan pola perilaku yang tidak biasa di seluruh jaringan pembayaran global.
3. Skor risiko dan sinyal investigasi
Jika aktivitas merchant menyerupai pola penipuan yang dikenal, sistem dapat menghasilkan sinyal risiko yang mendorong penyelidikan lebih lanjut oleh bank pengakuisisi.
Karena model ini memanfaatkan data anonim yang dikumpulkan dari transaksi di seluruh dunia, pola penipuan yang muncul di satu wilayah dapat membantu mengidentifikasi anomali di wilayah lain—sesuatu yang sering tidak terlihat oleh satu penyedia pembayaran saja.
Perubahan besar dalam sistem pengawasan merchant Mastercard mulai berlaku 24 Juli 2026. Aturan ini memperkuat tanggung jawab bank pengakuisisi dalam memonitor merchant yang mereka layani.
Jika sebuah merchant ditandai oleh sistem pemantauan sebagai berpotensi melakukan penipuan, bank pengakuisisi harus memulai investigasi dalam waktu 72 jam.
Aturan ini bersifat wajib di seluruh jaringan Mastercard, bukan sekadar rekomendasi operasional.
Jika investigasi memastikan merchant tersebut menjalankan skema penipuan, penyedia pembayaran harus segera menghentikan kemampuan merchant untuk menerima pembayaran Mastercard.
Penjelasan industri menyebutkan bahwa proses ini biasanya melibatkan:
Pendekatan ini dirancang agar merchant scam dapat segera dikeluarkan dari jaringan sebelum merugikan lebih banyak konsumen.
Kerangka pemantauan terbaru menggunakan beberapa indikator risiko yang dapat memicu investigasi. Contoh sinyal yang sering disebut dalam penjelasan industri meliputi:
Misalnya, penurunan drastis pada tingkat persetujuan transaksi—seperti penurunan sekitar 50 poin persentase dalam periode singkat—dapat memicu peninjauan oleh sistem pemantauan.
Lonjakan pengembalian dana atau chargeback yang tidak biasa juga dapat menjadi indikator perilaku merchant yang menipu.
Selain aturan baru di pertengahan tahun, Mastercard sudah lebih dulu memperketat standar pengawasan merchant melalui pembaruan Merchant Monitoring Program (MMP) yang berlaku sejak 1 Januari 2026.
Beberapa persyaratan penting meliputi:
Langkah ini bertujuan mendeteksi toko online palsu, penawaran tersembunyi, atau praktik penyamaran transaksi yang mencoba menyembunyikan jenis bisnis sebenarnya.
Banyak merchant penipu memanfaatkan celah waktu antara peluncuran situs penipuan dan munculnya cukup banyak chargeback agar sistem tradisional dapat mendeteksi masalah.
Dengan Merchant Trust Services dan aturan pemantauan baru, Mastercard mencoba menutup celah tersebut melalui kombinasi:
Comments
0 comments