Linux 7.3-rc2 hadir pada fase yang biasanya relatif sepi. Dalam siklus pengembangan kernel, kandidat rilis kedua (release candidate atau rc2) umumnya menjadi masa jeda setelah merge window, ketika pengembang baru mulai menemukan regresi. Namun kali ini, Linus Torvalds menyebut rilis tersebut sebagai rc yang “full fat”: tidak terasa terlalu sibuk baginya, tetapi volume patch menunjukkan sebaliknya.
11
27
Torvalds tidak menunjuk satu biang keladi. Pull EDAC yang terlambat—perubahan untuk deteksi dan koreksi kesalahan memori—memang ikut masuk, tetapi menurutnya terlalu kecil untuk menjelaskan ukuran rc2 secara keseluruhan. Ada pula perbaikan dari sejumlah filesystem serta pull DRM yang cukup besar dengan banyak perbaikan tersebar. Dalam konteks itulah ia melontarkan gurauan bahwa AI boleh saja disalahkan. Itu bukan kesimpulan bahwa LLM secara langsung menyebabkan membengkaknya Linux 7.3-rc2.
11
Apa saja yang masuk ke Linux 7.3-rc2?
Perubahannya tersebar di banyak bagian kernel, bukan terpusat pada satu regresi darurat. Driver menyumbang porsi terbesar dari keseluruhan pembaruan. Di luar driver, tooling menyumbang sekitar seperlima volume patch, disusul filesystem, kernel inti, dan jaringan.
18
Beberapa perbaikan dan pembersihan kode yang menonjol mencakup:
- Perbaikan cache-aware scheduling misfit untuk CPU hibrida, yang ditujukan untuk memperbaiki perilaku performa.
9
- Pembersihan lintas pohon sumber dengan memindahkan lebih banyak alokasi dari
kmalloc() ke kmalloc_obj().
9
- Perbaikan tampilan Nouveau untuk perangkat keras NVIDIA Blackwell.
9
- Perubahan yang menonaktifkan keamanan RandStruct secara bawaan ketika dukungan Rust beserta toolchain kompiler Rust tersedia.
9
- Perubahan EDAC yang terlewat dari merge window Linux 7.3.
9
- Penguatan verifier BPF serta perbaikan regresi penjadwal yang dilaporkan.
23
Gabungan ini menjelaskan mengapa rc2 menjadi besar tanpa adanya jawaban tunggal yang sederhana: banyak subsistem mengirim pekerjaan pemeliharaan yang sah pada saat bersamaan.
Mengapa gurauan soal AI tetap penting?
Candaan Torvalds punya latar yang nyata. Sebelumnya, ia menggambarkan kandidat rilis besar pada tahap akhir siklus sebagai “normal baru” yang berkaitan dengan peninjauan oleh beragam alat AI. Ini berbeda dari klaim bahwa AI menulis atau menyebabkan setiap patch. Dampak yang relevan adalah meningkatnya jumlah masalah yang ditemukan, lalu harus diperiksa dan diperbaiki oleh maintainer manusia.
3
4
Greg Kroah-Hartman, salah satu maintainer utama Linux, juga telah memperingatkan bahwa Linux 7.3 bisa menjadi siklus yang “berat” akibat meningkatnya laporan bug dan usulan patch terkait AI/LLM. Sebagian kiriman memang berguna, tetapi pekerjaan menyaring, menilai, dan meninjau tetap berada di tangan pengembang kernel—termasuk untuk laporan pada kode lama atau jarang disentuh.
32
Skala beban keamanan memberi gambaran tambahan. Menjelang siklus Linux 7.3, jumlah CVE yang diperbaiki per rilis dilaporkan naik dari sekitar 500 pada Linux 6.9 hingga 6.19, menjadi lebih dari 1.000 pada 7.0 dan lebih dari 1.500 pada 7.2. Jika tren berlanjut, Linux 7.3 berpotensi mendekati 2.000 CVE. Angka terakhir ini masih proyeksi, bukan total akhir Linux 7.3.
12
34
Datang setelah 7.3-rc1 yang sudah sangat besar
Linux 7.3-rc2 mengikuti 7.3-rc1 yang juga berukuran besar. Penghitungan pohon sumber menempatkan 7.3-rc1 di sekitar 40,98 juta baris, naik dari kurang lebih 40,42 juta baris pada Linux 7.2—bertambah sekitar 560.000 baris.
5
13
Angka itu bukan berarti terdapat 40,98 juta baris kode yang semuanya dapat dieksekusi. Totalnya mencakup kode yang terdeteksi, komentar, baris kosong, dan konten lain dalam pohon sumber.
13
Karena itu, volume rc2 menjadi lebih mencolok: kernel memasuki fase pengujian dan perbaikan setelah merge window yang telah memperbesar proyek berukuran nyaris 41 juta baris tersebut.
Apakah jadwal rilis Linux 7.3 bisa memanjang?
Linux 7.3-rc2 adalah snapshot prarilis untuk pengujian, bukan kernel stabil final. Kernel.org mencantumkan Linux 7.3-rc2 pada 6 September 2026.
30
Rc2 yang besar tidak otomatis berarti jadwal akan mundur. Namun, bila perbaikan besar dan regresi terus berdatangan hingga akhir siklus, maintainer dapat menerbitkan kandidat rilis tambahan. Tujuannya sederhana: memberi patch penting waktu lebih lama untuk diuji dan stabil sebelum kernel final dirilis.
Bagi pengguna Linux dan distribusi yang mengadopsinya, kesimpulannya bukan bahwa Linux 7.3 otomatis tidak aman. Kesehatan siklus ini bergantung pada apakah tingginya volume tersebut berubah menjadi perbaikan yang matang dan teruji, atau justru terus memicu perubahan terlambat. Kalimat “salahkan AI” merangkum ketegangan itu: analisis otomatis dapat menemukan cacat nyata, tetapi tidak menghapus kebutuhan akan penilaian, integrasi, dan pengujian oleh manusia.