Léa Seydoux mengaku “sedikit sedih” ketika Amazon MGM Studios mengambil alih kendali kreatif franchise James Bond dari produser lama Barbara Broccoli dan Michael G. Perubahan ini menandai berakhirnya puluhan tahun kepemimpinan keluarga Broccoli dalam membentuk identitas film 007.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Léa Seydoux say about Amazon MGM Studios taking creative control of the James Bond franchise, why did the change make her sad, and. Article summary: Léa Seydoux said she was “sad” when Amazon MGM Studios took creative control of James Bond, mainly because the franchise had been so personally defined by Barbara Broccoli and Michael G. Wilson for decades. She was reass. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "[Léa Seydoux Believes ‘Bond 26’ In Good Hands With Denis Villeneuve After Being “Sad” Rights Were Sold: “It Will Be Cinema” [Cannes]](https://theplaylist.net/lea-seydoux-talks-bond" source context "Léa Seydoux Believes 'Bond 26' In Good Hands With Denis ..." Reference image 2: visual subject "## Stay up to date with notifications
Franchise James Bond sedang memasuki salah satu perubahan terbesar dalam sejarahnya. Setelah Amazon MGM Studios mengambil alih kendali kreatif seri film mata‑mata legendaris ini, aktris Prancis Léa Seydoux—yang memerankan Dr. Madeleine Swann di Spectre (2015) dan No Time to Die (2021)—mengaku memiliki perasaan campur aduk.
Ia mengatakan kabar tersebut membuatnya “sedikit sedih”. Namun ketika diumumkan bahwa Denis Villeneuve akan menyutradarai film Bond berikutnya, kekhawatiran itu mulai berkurang. Bagi Seydoux, keputusan tersebut menjadi tanda bahwa franchise 007 masih akan diperlakukan sebagai proyek sinema serius, bukan sekadar produk komersial besar.
Pada Februari 2025, produser lama James Bond Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson—yang selama beberapa dekade mengelola franchise melalui Eon Productions—menyerahkan kendali kreatif kepada Amazon MGM Studios.
Bagi banyak orang yang pernah terlibat dalam film Bond, perubahan ini terasa emosional. Seydoux sendiri mengaku: ia “sedikit sedih ketika mendengar franchise itu dijual.”
Perasaan tersebut tidak lepas dari fakta bahwa selama puluhan tahun Bond sangat identik dengan kepemimpinan keluarga Broccoli. Mereka mengawasi berbagai pergantian aktor pemeran 007 serta menjaga arah kreatif seri ini dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dengan masuknya Amazon—perusahaan teknologi besar yang kini juga serius di industri hiburan—Bond memasuki era baru yang berbeda dari sistem produksi sebelumnya.
Meski awalnya ragu, Seydoux berubah lebih optimistis ketika Denis Villeneuve diumumkan sebagai sutradara film Bond berikutnya.
Villeneuve dikenal lewat film-film besar yang juga mendapat pujian kritikus seperti Dune dan Blade Runner 2049. Mendengar kabar tersebut, Seydoux berkomentar singkat namun tegas: “setidaknya itu akan menjadi sinema.”
Pernyataan itu mencerminkan kepercayaannya pada gaya penyutradaraan Villeneuve yang visual, ambisius, dan berorientasi pada pengalaman layar lebar. Dengan kata lain, ia melihat peluang bahwa Bond tetap diproduksi sebagai film spektakuler yang serius, bukan sekadar franchise komersial.
Amazon MGM juga mengonfirmasi bahwa Villeneuve akan menyutradarai film tersebut. Amy Pascal dan David Heyman akan bertindak sebagai produser, sementara Tanya Lapointe menjadi produser eksekutif.
Selain sutradara baru, film Bond berikutnya juga memiliki penulis naskah ternama. Steven Knight, kreator serial populer Peaky Blinders, ditunjuk untuk menulis skripnya.
Kombinasi Villeneuve sebagai sutradara dan Knight sebagai penulis menunjukkan upaya untuk membangun kembali franchise dengan pendekatan kreatif yang kuat, sambil tetap mempertahankan skala besar yang menjadi ciri khas film 007.
Bagi para pemeran dari era Daniel Craig, termasuk Seydoux, perubahan ini terasa seperti penutup satu bab penting dalam sejarah Bond.
Selama beberapa dekade, kolaborasi Broccoli–Wilson membentuk identitas film James Bond dan menjaga keseimbangan antara tradisi dan pembaruan.
Kini, dengan Amazon MGM memegang kendali serta tim kreatif baru yang sedang dibangun, masa depan 007 memasuki wilayah yang relatif baru. Reaksi Seydoux merangkum perasaan banyak penggemar: ada nostalgia karena sebuah era berakhir, tetapi juga harapan bahwa sutradara visioner seperti Villeneuve dapat menjaga Bond tetap menjadi pengalaman sinema besar—bukan sekadar merek franchise global.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Léa Seydoux mengaku “sedikit sedih” ketika Amazon MGM Studios mengambil alih kendali kreatif franchise James Bond dari produser lama Barbara Broccoli dan Michael G.
Léa Seydoux mengaku “sedikit sedih” ketika Amazon MGM Studios mengambil alih kendali kreatif franchise James Bond dari produser lama Barbara Broccoli dan Michael G. Perubahan ini menandai berakhirnya puluhan tahun kepemimpinan keluarga Broccoli dalam membentuk identitas film 007.
Namun penunjukan Denis Villeneuve sebagai sutradara dan Steven Knight sebagai penulis naskah membuat Seydoux yakin masa depan Bond tetap berfokus pada kualitas sinema.