Data Kaspersky menunjukkan bahwa porsi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi sasaran ransomware meningkat di Asia Tenggara pada triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Angka regional naik menjadi 3,51% dari 2,92%. Singapura tetap menjadi pasar dengan tingkat terendah di antara tujuh pasar Asia Tenggara yang dipantau.
5
9
Perbandingan tingkat sasaran dari tahun ke tahun
Tabel berikut membandingkan Q1 2025 dengan Q1 2026. Perubahan dalam poin persentase dihitung dari angka yang dilaporkan.
| Pasar |
Q1 2025 |
Q1 2026 |
Perubahan |
| Asia Tenggara secara keseluruhan |
2,92% |
3,51% |
+0,59 poin persentase 5 |
| Singapura |
0,57% |
0,69% |
+0,12 poin persentase 5 9 |
| Malaysia |
2,09% |
2,74% |
+0,65 poin persentase 4 5 |
| Indonesia |
2,83% |
4,01% |
+1,18 poin persentase 3 4 |
| Vietnam |
2,91% |
2,56% |
−0,35 poin persentase 8 |
| India, sebagai pembanding |
3,18% |
4,07% |
+0,89 poin persentase 7 |
| Filipina |
Angka persis tidak tersedia dalam kutipan sumber |
Angka persis tidak tersedia dalam kutipan sumber |
Dilaporkan turun dibandingkan tahun sebelumnya 12 |
| Thailand |
Angka persis tidak tersedia dalam kutipan sumber |
Angka persis tidak tersedia dalam kutipan sumber |
Dilaporkan turun dibandingkan tahun sebelumnya 12 |
Tingkat di Singapura memang naik, tetapi tetap yang terendah di antara pasar Asia Tenggara yang tercakup dalam laporan.
9 Di antara pasar dengan angka pembanding lengkap di tabel, Indonesia mencatat kenaikan terbesar, dari 2,83% menjadi 4,01%.
3
4 Vietnam justru mengalami penurunan, dari 2,91% menjadi 2,56%.
8 Kutipan yang tersedia juga menyebut penurunan di Filipina dan Thailand, tetapi tidak mencantumkan angka pastinya.
12
Cara membaca angka tersebut
Persentase ini menunjukkan proporsi UMKM dalam ekosistem Kaspersky yang menjadi sasaran ransomware, bukan jumlah keseluruhan insiden ransomware di tiap negara.
5
6 Karena itu, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai perbandingan berdasarkan data Kaspersky, bukan sebagai hitungan lengkap serangan terhadap semua pelaku usaha.
Kelompok ransomware: ukuran yang berbeda
Dalam laporan Q1 2026, Kaspersky menempatkan Clop di urutan pertama. Kelompok ini mencakup 14,42% korban yang dipublikasikan di situs kebocoran data khusus, disusul Qilin dengan 12,34%.
15 Persentase tersebut menggambarkan porsi kelompok di antara korban yang tercantum di situs-situs itu—bukan persentase UMKM yang menjadi sasaran dalam tabel di atas.
Riset Kaspersky juga menjelaskan penggunaan perangkat khusus oleh The Gentlemen, termasuk sebuah backdoor yang dirancang untuk mengumpulkan informasi sebelum ransomware disebarkan dan mempertahankan kendali atas sistem yang telah disusupi.
39 Materi yang dikutip tidak memastikan posisi persis kelompok itu dalam pemeringkatan Q1 2026 maupun dugaan penggunaan Initial Access Brokers.
Hal yang belum bisa dipastikan dari sumber
Kutipan yang tersedia tidak menjelaskan tahap serangan apa saja yang dikecualikan Kaspersky dari statistik deteksi ransomware-nya. Kutipan itu juga tidak mengonfirmasi secara spesifik penjelasan Fedor Sinitsyn tentang keterbatasan cadangan data dalam menghadapi pemerasan ganda, ataupun saran Adrian Hia untuk UMKM dengan tim keamanan siber terbatas dan kapasitas pengelolaan patch yang terbatas. Hal-hal tersebut tidak dapat disimpulkan dari perbandingan tingkat sasaran atau pemeringkatan kelompok ransomware.