Konfrontasi yang dimulai setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari kini berkembang menjadi persaingan ekonomi regional. Washington mengancam sanksi sekunder terhadap negara yang memberi Iran “jalur penyelamat”, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjanjikan sanksi yang disebutnya sebagai...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Iran’s warning that neighboring countries joining the United States’ “economic war” would be treated as enemies and have their inte. Article summary: Iran’s warning revealed that the confrontation had widened from a direct U.S.–Iran conflict into a coercive regional and international economic struggle. Tehran was trying to deter neighboring states from enforcing Washi. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
Peringatan Iran bahwa negara-negara yang bergabung dalam “perang ekonomi” Amerika Serikat akan diperlakukan sebagai musuh menunjukkan bahwa konflik Washington–Teheran telah bergerak jauh melampaui bentrokan militer langsung. Pertarungan kini menyasar siapa yang masih dapat menjaga jalur perdagangan Iran tetap terbuka, negara mana yang bersedia menjalankan kampanye isolasi Washington, dan seberapa mahal Teheran dapat membuat kerja sama tersebut.
Presiden Donald Trump mengancam akan menjatuhkan “konsekuensi ekonomi yang sangat besar” kepada negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Secara terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjanjikan sanksi yang ia sebut sebagai yang “terberat dalam sejarah”, dengan tujuan meningkatkan tekanan terhadap Teheran sekaligus mengurangi kebutuhan untuk melancarkan operasi militer besar berikutnya. 12
Strategi ini tidak hanya menargetkan Iran secara langsung. Washington juga berupaya menekan bank, perusahaan, operator pelayaran, dan pemerintah yang masih dapat membantu perputaran perdagangan Iran. Pemerintahan AS telah membahas sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan dan entitas lain yang berbisnis dengan individu, perusahaan, atau kapal yang terkait dengan Iran. 6
Bagi Teheran, pesannya jelas: negara-negara tetangga akan semakin sulit mempertahankan posisi netral. Peringatan tersebut berupaya menaikkan biaya kerja sama dengan Washington sebelum pembatasan baru menutup lebih banyak hubungan komersial Iran.
Uni Emirat Arab menghentikan perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran sampai pemberitahuan lebih lanjut. Abu Dhabi menyebut eskalasi regional terbaru dan ancaman rudal dari Teheran sebagai alasan keputusan tersebut. 3
Keputusan itu memperlihatkan lingkaran sebab-akibat yang menjadi inti konfrontasi. Tekanan militer Iran dapat membuat negara-negara di sekitarnya merasa perlu menjauh dari Teheran. Jarak ekonomi tersebut kemudian memperkuat isolasi yang sedang dibangun Washington, sehingga Iran memiliki insentif untuk mengancam negara-negara yang justru masih dibutuhkannya sebagai mitra dagang.
Karena itu, peringatan Iran mencerminkan kekuatan sekaligus kerentanan. Teheran masih memiliki cara untuk mengancam kepentingan regional dan jalur pelayaran, tetapi penggunaan instrumen tersebut berisiko mempercepat hilangnya akses perdagangan dan keuangan.
Sejumlah pernyataan pejabat Iran mengakui bahwa perang dan blokade telah menciptakan tekanan serius di dalam negeri. Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintah menghadapi keterbatasan keuangan. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf juga memperingatkan bahwa kekuatan militer tidak banyak berarti jika rakyat kelaparan dan ekonomi tidak memiliki perputaran, pertumbuhan, serta produksi domestik. 2125
Analisis Institute for the Study of War turut menggambarkan kesenjangan yang melebar antara pejabat yang berfokus mengelola perekonomian dan tokoh-tokoh yang menolak konsesi. Para pejabat ekonomi tersebut dilaporkan memperingatkan bahwa tekanan yang memburuk dapat mengancam stabilitas pemerintahan dan mendorong diakhirinya perang untuk mengurangi biaya yang harus ditanggung Iran. 23
Kondisi ini membantu menjelaskan pesan ganda Teheran. Iran memberi sinyal akan membalas negara-negara yang mendukung kampanye AS, tetapi pada saat yang sama masih menyisakan ruang untuk negosiasi. Ancaman itu bukan bukti bahwa Iran mampu menanggung tekanan tanpa batas; sebaliknya, ancaman tersebut bisa menjadi upaya memperbaiki posisi tawar sebelum pilihan ekonominya semakin terbatas.
China merupakan jalur keluar paling penting bagi minyak Iran. Reuters, mengutip data Kpler, melaporkan bahwa China membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang dikirim melalui laut. Beijing sendiri menyatakan bahwa sanksi dan tekanan tidak akan menyelesaikan persoalan tersebut. 17
Namun, penolakan China untuk bergabung secara resmi dalam kampanye sanksi AS tidak menjamin ekspor Iran tetap berjalan pada tingkat sebelumnya. Sumber-sumber perdagangan melaporkan bahwa penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli China menurun, sementara harganya meningkat setelah blokade AS membatasi pengiriman dari Teheran. 19
Perbedaan ini penting. China dapat menolak kampanye sanksi Washington secara formal, tetapi pembatasan pelayaran, risiko keuangan, dan ancaman hukuman tetap dapat mengurangi volume minyak Iran yang sampai ke pembeli. Akibatnya, sumber utama devisa Iran tetap berada di bawah tekanan meski tidak ada kesepakatan internasional penuh untuk mengisolasi Teheran. 19
Upaya diplomatik terhenti, sementara Washington menyiapkan gelombang baru langkah ekonomi dan Iran mengancam akan merespons dengan keras. 522 Konfrontasi pun bergeser menjadi persaingan untuk bertahan secara ekonomi, mempertahankan akses maritim, dan memengaruhi pilihan negara ketiga.
Pesan Iran kepada negara-negara tetangganya bukan sekadar peringatan agar mereka tidak mematuhi sanksi. Teheran menyatakan bahwa keterlibatan dalam kampanye tekanan AS dapat dipandang sebagai tindakan bermusuhan. Namun, langkah itu juga menyingkap risiko utama bagi Iran: pembalasan terhadap mitra dagang regional justru dapat mempercepat isolasi ekonomi yang paling ditakutinya.
Pertanyaan terdekatnya bukan hanya apakah sanksi akan melukai Iran. Yang lebih menentukan adalah apakah tekanan dan aksi balasan akan membuka jalan bagi diplomasi, atau justru menciptakan siklus regional yang terus melebar—ketika setiap pembatasan baru memicu ancaman baru terhadap perdagangan, pelayaran, atau negara-negara tetangga.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Konfrontasi yang dimulai setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari kini berkembang menjadi persaingan ekonomi regional.
Konfrontasi yang dimulai setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari kini berkembang menjadi persaingan ekonomi regional. Washington mengancam sanksi sekunder terhadap negara yang memberi Iran “jalur penyelamat”, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjanjikan sanksi yang disebutnya sebagai “yang terberat dalam sejarah”.
Keputusan Uni Emirat Arab menghentikan perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran, ditambah melemahnya penawaran minyak Iran kepada pembeli di China, menunjukkan bahwa pilihan dagang Teheran mulai menyempit.