Iran mengeklaim pertahanan udaranya menjatuhkan lebih dari 170 drone AS dan Israel selama konflik Februari–April 2026, tetapi laporan independen dan pengakuan Israel hanya mengonfirmasi segelintir kehilangan, sementar... Kesenjangan angka sangat mencolok: Tehran menyebut setidaknya 24 MQ 9 Reaper hancur, padahal Was...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Iran's joint air defense commander claim about the losses inflicted on U.S. and Israeli drones during the recent conflict, what spe. Article summary: ## Latest Claims by Iran's Joint Air Defense Commander. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Elhami said that beyond the Reapers, other advanced enemy drones were targeted and destroyed during the Ramadan war by air defence personnel" source context "Iran's air defense network inflicted heavy UAV losses in war - Mehr News Agency" Reference image 2: visual subject "Elhami said that beyond the Reapers, other advanced enemy drones were targeted and destroyed during the Ramadan war by air defence personnel" source context "Iran's air defense network inflicted heavy UAV l
Sejak pecahnya permusuhan antara koalisi AS-Israel dan Iran pada Februari 2026, Brigadir Jenderal Alireza Elhami—komandan markas pertahanan udara gabungan Iran—telah melontarkan klaim yang semakin berani tentang kerugian yang diderita armada drone Amerika dan Israel. Dalam serangkaian pernyataan publik yang mencapai puncaknya pada 2 Juni 2026, Elhami menegaskan bahwa jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran menimbulkan "kerugian besar" pada kemampuan pesawat nirawak (UAV) musuh, sebuah narasi yang menjadi pusat pesan pascakonflik Tehran . Meski klaim ini mencolok, perbandingan dengan jumlah penembakan yang dilaporkan secara independen dan pola serangan udara AS yang terus berlanjut terhadap situs pertahanan udara Iran mengungkapkan celah kredibilitas yang signifikan.
Angka yang diberikan para pejabat Iran terus meningkat seiring waktu. Pada Maret 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pertahanan udara telah menghancurkan 111 drone sejak dimulainya perang AS-Israel . Angka itu naik menjadi lebih dari 160 pada awal April
dan mencapai lebih dari 170 pada akhir April
. Elhami dan komandan lainnya memberikan perincian tentang dugaan penembakan:
Para pejabat militer Iran membingkai klaim penembakan ini sebagai validasi dari "doktrin perang drone" dalam negeri yang menggabungkan tiga lapisan kemampuan :
IRGC dan pasukan pertahanan udara reguler mengklaim operasi terkoordinasi antara jaringan radar dan unit respons cepat ini sangat penting bagi hasil yang dicapai .
Narasi dominasi drone Iran menghadapi masalah verifikasi yang signifikan.
Penghitungan Israel sendiri tentang "Perang Dua Belas Hari" awal hanya mengakui dua drone Hermes yang ditembak jatuh oleh Iran . Ini adalah satu-satunya angka yang diakui Israel, dan jumlahnya secara dramatis lebih kecil dari 111–170+ drone yang diklaim Tehran telah dihancurkan. Analis intelijen sumber terbuka (OSINT) telah menguatkan bukti visual untuk sejumlah penembakan yang terbatas, tetapi sebagian besar penghitungan Iran tetap tidak dapat diverifikasi oleh sumber independen
.
Pentagon secara berkala mengonfirmasi kehilangan drone individu. Pada pertengahan Maret 2026, Komando Pusat AS mengakui kehilangan sebuah MQ-9 Reaper . Kehilangan satu MQ-1 Predator pada akhir Mei 2026 juga dikonfirmasi
. Namun, tidak ada pejabat atau dokumen AS yang mendekati validasi ratusan drone yang jatuh seperti ditegaskan Tehran
.
Kesenjangan antara klaim dan fakta yang dapat diverifikasi sangat mencolok: Iran mengatakan setidaknya 24 Reaper hancur, tetapi AS tidak pernah mengakui lebih dari kehilangan individu sporadis sepanjang seluruh kampanye.
Mungkin bantahan terkuat terhadap kisah sukses pertahanan udara Iran adalah apa yang terjadi sejak gencatan senjata berlaku pada awal April 2026. Alih-alih mencegah operasi AS lebih lanjut, pertahanan udara Iran tampaknya tidak mampu menghalangi serangan udara Amerika berulang kali jauh ke dalam wilayah Iran .
Pada akhir Mei 2026, Iran menuduh AS melakukan "pelanggaran berat" terhadap gencatan senjata setelah pasukan Amerika menyerang apa yang oleh Pentagon disebut sebagai lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan . Selama akhir pekan 30 Mei hingga 1 Juni 2026, Komando Pusat AS meluncurkan serangkaian "serangan bela diri" baru yang menargetkan instalasi radar Iran dan fasilitas komando dan kendali drone di dekat Geruk dan di Pulau Qeshm
. Serangan-serangan ini langsung dipicu oleh Iran yang menembak jatuh sebuah MQ-1 Predator Amerika, tetapi respons AS—melumpuhkan pertahanan udara dan infrastruktur drone Iran—menegaskan bahwa Washington mempertahankan kebebasan aksi operasional
.
IRGC merespons dengan menargetkan sebuah pangkalan militer AS yang tidak ditentukan pada 1 Juni , dengan Kuwait mengonfirmasi bahwa mereka harus mencegat tembakan rudal dan drone yang masuk
. Per awal Juni 2026, gencatan senjata secara teknis masih berlaku tetapi digambarkan "rapuh" dan berulang kali diuji oleh pertukaran serangan balasan
.
Kontradiksi utama sulit dipecahkan oleh Iran: jika pertahanan udaranya benar-benar melumpuhkan armada drone Amerika dan Israel, tidak jelas bagaimana pasukan AS mampu melancarkan beberapa paket serangan pasca-gencatan senjata terhadap situs pertahanan yang sama.
Klaim jumlah penembakan drone yang dibesar-besarkan oleh Iran memiliki tujuan domestik dan strategis pada saat Tehran terlibat dalam negosiasi sensitif yang dimediasi Pakistan dengan Washington .
Pakistan mengonfirmasi pada Maret 2026 bahwa mereka menyampaikan pesan antara AS dan Iran sebagai bagian dari pembicaraan tidak langsung untuk mengakhiri konflik, dengan Washington mengirimkan proposal 15 poin ke Tehran . Putaran pertama perundingan formal—Perundingan Islamabad—berlangsung di ibu kota Pakistan pada 11–12 April 2026. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar bolak-balik antara kedua delegasi, tetapi negosiasi berakhir tanpa terobosan dan dengan perpecahan mendalam yang tersisa pada isu-isu inti
.
Para analis independen mencirikan mediasi Pakistan sebagai "sebagian besar simbolis," menggambarkan negara itu sebagai saluran dan tuan rumah yang berguna tetapi mencatat bahwa mereka tidak memiliki pengaruh untuk membentuk hasil substantif, dengan dinamika utama didorong langsung oleh Washington dan Tehran .
Pada akhir Mei 2026, para negosiator mencapai nota kesepahaman tentatif untuk memperpanjang gencatan senjata April selama 60 hari, membuka kembali Selat Hormuz, melonggarkan sanksi, dan meluncurkan pembicaraan terstruktur tentang program nuklir dan rudal balistik Iran . Namun, per Juni 2026, kesepakatan itu masih memerlukan persetujuan akhir dari Presiden Trump dan kepemimpinan Iran, dan siklus berkelanjutan dari serangan AS dan pembalasan Iran telah membuat jalur diplomatik tidak pasti
.
Dalam konteks ini, klaim penembakan drone oleh Elhami berfungsi baik sebagai pesan kepada audiens domestik bahwa militer Iran mampu bertahan melawan musuh yang lebih unggul secara teknologi maupun sebagai sinyal tawar-menawar bahwa kemampuan pertahanan Tehran tidak boleh diremehkan di meja perundingan. Apakah kedua pesan ini bertahan di bawah pengawasan adalah persoalan yang sama sekali berbeda.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Iran mengeklaim pertahanan udaranya menjatuhkan lebih dari 170 drone AS dan Israel selama konflik Februari–April 2026, tetapi laporan independen dan pengakuan Israel hanya mengonfirmasi segelintir kehilangan, sementar...
Iran mengeklaim pertahanan udaranya menjatuhkan lebih dari 170 drone AS dan Israel selama konflik Februari–April 2026, tetapi laporan independen dan pengakuan Israel hanya mengonfirmasi segelintir kehilangan, sementar... Kesenjangan angka sangat mencolok: Tehran menyebut setidaknya 24 MQ 9 Reaper hancur, padahal Washington hanya mengakui kehilangan satu MQ 9 dan satu MQ 1 Predator dalam insiden terpisah, serta Israel mengakui hanya du...
Serangan 'bela diri' AS yang terus menerus menyasar infrastruktur pertahanan udara Iran selama masa gencatan senjata meruntuhkan narasi kemenangan telak pertahanan udara Iran, sekaligus menunjukkan bahwa armada drone...