Putaran pendanaan €5,7 juta ini dipimpin oleh Cherry Ventures dan Redstone, dengan partisipasi dari Angel Invest, Linden Capital GmbH, dan sejumlah angel investor lainnya . INXM menyatakan bahwa modal ini akan digunakan untuk mendukung penerapan perdananya di perusahaan-perusahaan besar dan meningkatkan skala platform mereka, selagi bertransisi dari mode rahasia menuju peluncuran komersial
.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2025 oleh Alex Oelling, Matthias Kainer, Jesper Bylund, dan Kamil Klüber . Tim pendiri membawa pengalaman langsung dari industri di mana keandalan proses adalah segalanya.
Oelling, Kainer, dan Bylund sebelumnya menjabat sebagai Chief Digital Officer (CDO) atau pemimpin data di Isar Aerospace dan Volocopter—dua perusahaan teknologi tinggi Jerman di bidang roket dan mobil terbang. Sementara itu, Klüber adalah veteran dari n8n (platform otomasi open-source) dan Thoughtworks (perusahaan konsultan teknologi global) . Latar belakang yang unik ini—mulai dari manufaktur dirgantara, mobilitas udara perkotaan, otomatisasi alur kerja sumber terbuka, hingga konsultasi perangkat lunak perusahaan—turut membentuk arsitektur teknis dan target pasar INXM.
Untuk memahami masalahnya, bayangkan Anda seorang manajer pabrik di Jerman. Anda memberi perintah ke agen AI untuk mengubah pesanan produksi yang melibatkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning), PLM (Product Lifecycle Management), dan MES (Manufacturing Execution System). Masalah muncul karena agen AI standar menafsirkan ulang instruksi setiap kali transaksi .
Sekali perintah "optimalkan jadwal produksi" bisa menghasilkan rencana A, di lain waktu bisa menghasilkan rencana B. Tidak ada jejak audit bawaan untuk pengawasan regulasi. Model juga bisa 'berhalusinasi' menambahkan langkah yang tidak ada, menciptakan kasus-kasus darurat tak terduga yang tidak bisa diterima di lingkungan pabrik.
Pendekatan Compiled AI membalik model ini. Alih-alih memanggil LLM setiap kali alur kerja berjalan, INXM menggunakan LLM hanya sekali saat fase "kompilasi".
Prosesnya mirip seperti compiler pada software: permintaan dalam bahasa alami diubah menjadi kode yang deterministik dan dapat dieksekusi. Kode itu divalidasi melalui serangkaian pengecekan multi-tahap, lalu disebarkan. Setelah dikompilasi, alur kerja berjalan tanpa melibatkan inferensi LLM lagi—sehingga menghasilkan output yang persis sama setiap kali dijalankan, lengkap dengan catatan (log) lengkap dan titik persetujuan manusia (human sign-off) yang eksplisit untuk tindakan-tindakan kritis .
Ini adalah jembatan yang cerdas: memisahkan langkah generasi cerdas dari langkah eksekusi berulang. Hasilnya, fleksibilitas instruksi bahasa alami berpadu dengan pengulangan (repeatability) kode tradisional. Kunci keamanannya: Orchestrator berjalan di infrastruktur perusahaan itu sendiri, bukan di server cloud eksternal. Artinya, data operasional sensitif tidak pernah meninggalkan gedung—sebuah syarat mutlak untuk kepatuhan terhadap GDPR (aturan perlindungan data Eropa) dan EU AI Act (Undang-Undang Kecerdasan Buatan Eropa) .
INXM membidik operasi perusahaan, dengan fokus khusus pada Mittelstand—sebutan untuk tulang punggung ekonomi Jerman yang terdiri dari perusahaan-perusahaan industri menengah.
Perusahaan-perusahaan ini sering mengoperasikan tumpukan perangkat lunak rumit yang mencakup ERP, PLM, MES, hingga sistem di lantai pabrik, yang berjalan di server pribadi. Alat otomasi berbasis cloud tidak dapat menjangkau mereka, tetapi Orchestrator bisa, karena ia berjalan di tempat yang sama .
Manufaktur menjadi titik awal. Dalam lingkungan ini, satu perubahan pesanan produksi bisa memerlukan pembaruan terkoordinasi di setengah lusin sistem, dengan manajer yang harus menyetujui setiap langkah. Compiled AI memungkinkan organisasi merancang proses sekali dalam bahasa alami, mengompilasinya, menguncinya menjadi alur kerja yang dapat direproduksi, lalu menjalankannya dengan andal—dengan titik persetujuan manusia yang tetap terlibat jika diperlukan .
Rencana langsung INXM adalah menerapkan Orchestrator di akun-akun perusahaan pertamanya dan meningkatkan skala platform. Perusahaan mengambil pendekatan dari atas ke bawah (top-down), menyasar para pengambil keputusan yang tidak perlu repot-repot melibatkan tim teknik untuk mengotomatisasi proses lintas-sistem .
Pengalaman tim pendiri di perusahaan kedirgantaraan dan mobilitas—di mana satu kegagalan alur kerja bisa berakibat pada keterlambatan produksi—membentuk taruhan arsitektur produk dan fokus masuk pasar mereka: pabrikan dan industri teregulasi lainnya yang membutuhkan otomatisasi berulang dan dapat diaudit .
Comments
0 comments