Iluvatar CoreX memperlihatkan Tiangai 300 beroperasi pada perangkat keras untuk pertama kalinya, dan mengutip pengujian pihak ketiga yang mencatat throughput per kartu 1,05× NVIDIA H200 dalam penerapan tertentu. Acara itu juga menampilkan supernode IXL144, pemisahan inferensi GPU–XPU, dan sistem edge TY1200.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Iluvatar CoreX demonstrate and claim at its October 28, 2026 media open day in Shanghai about the Tiangai 300 GPU’s first live hard. Article summary: At its October 28, 2026 Shanghai media open day, Iluvatar CoreX publicly demonstrated the Tiangai 300 running on real hardware for the first time, alongside heterogeneous inference and edge-AI systems—a meaningful move b. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Pada 28 Oktober 2026, Iluvatar CoreX menggelar acara media di Shanghai dan untuk pertama kalinya memperlihatkan GPU serbaguna Tiangai 300 berjalan pada perangkat keras. Perusahaan itu juga memamerkan supernode, sistem inferensi heterogen, serta produk komputasi edge. Klaim utamanya—throughput Tiangai 300 mencapai 1,05 kali NVIDIA H200 berdasarkan pengujian pihak ketiga—perlu dibaca sesuai konteks: hasil tersebut merujuk pada skenario penerapan tertentu, sementara rincian penting pengujian belum dipublikasikan.2
3
Sebelumnya, informasi tentang Tiangai 300 lebih banyak berfokus pada arsitektur dan peta jalan produk. Dalam acara ini, media dapat melihat GPU tersebut beroperasi langsung, bersama tumpukan perangkat lunak perusahaan, supernode IXL144, dan perangkat komputasi edge Tongyang TY1200.3
6 Demo perangkat keras memberi gambaran yang lebih konkret tentang sistem yang sedang dikembangkan, tetapi belum dengan sendirinya membuktikan klaim kinerja dalam perbandingan.
Menurut Iluvatar, pengujian pihak ketiga menunjukkan throughput keseluruhan end-to-end Tiangai 300—setelah dinormalisasi ke basis satu kartu—mencapai 1,05 kali NVIDIA H200 dalam penerapan umum dengan pemisahan prefill dan decode (PD). Perusahaan menyebutnya sebagai GPU serbaguna domestik pertama yang mencapai tingkat kinerja terukur H200.2
3
Angka itu bukan berarti Tiangai 300 selalu 5% lebih cepat untuk setiap model, tugas, atau konfigurasi. Hasil yang dilaporkan berlaku pada skenario tertentu. Laporan mengenai pengumuman tersebut juga mencatat bahwa metode tes, model yang digunakan, dan kondisi beban kerja belum diumumkan bersamaan dengan klaim itu.3 Pengujian pihak ketiga menjadi informasi yang relevan, tetapi tanpa detail tersebut pihak lain sulit mengulang atau menilai perbandingannya.
Iluvatar turut membahas supernode IXL144, yang sebelumnya telah diperlihatkan di sebuah pameran industri. Konfigurasi satu rak yang disebutkan perusahaan memuat 144 GPU, 18 CPU, dan sekitar 10,1 TB memori GPU.3
Perusahaan menyebut kepadatan GPU per raknya termasuk yang terdepan di industri. Iluvatar juga memperkirakan biaya per satu juta token efektif dapat turun 40% dibanding solusi internasional arus utama.3
9 Angka penghematan ini merupakan estimasi perusahaan, bukan perbandingan biaya operasional yang telah dipublikasikan dan diverifikasi secara independen.
Perusahaan mengatakan telah berhasil menjalankan penerapan AFD heterogen yang menggabungkan GPU dan XPU domestik, dengan klaim latensi inferensi turun 60%.3 Dalam pendekatan ini, tahapan komputasi seperti attention dan jaringan feed-forward dibagi ke jenis akselerator yang berbeda. Menurut laporan mengenai demonstrasi tersebut, Tiangai 300 menangani seluruh proses prefill serta attention pada tahap decode, sedangkan XPU dari mitra menangani jaringan feed-forward.
4
Penurunan latensi itu terkait dengan penerapan yang dilaporkan tersebut. Tanpa kondisi pengujian dan definisi pengukuran latensi yang jelas, angka itu belum bisa dianggap sebagai peningkatan universal untuk model atau sistem lain.3
4
Tongyang TY1200 memiliki spesifikasi 300 TOPS komputasi dense dan diperkenalkan untuk aplikasi edge AI serta kecerdasan berwujud, seperti robotika.2
3 Iluvatar mengklaim kinerjanya melampaui NVIDIA Thor T5000. Laporan berikutnya menyebut hasil sekitar 1,2 kali T5000 pada model Qwen tertentu—perbandingan untuk model-model tersebut, bukan peringkat kinerja puncak yang berlaku umum.
2
Perusahaan juga menyatakan TY1200 menjadi produk edge domestik pertama yang menjalankan simulasi fisika dengan akselerasi GPU menggunakan MuJoCo-Warp. Demonstrasi yang dilaporkan mencakup simulasi lokal untuk pembelajaran robot.2
3 Klaim “pertama” dan klaim kinerja lebih luas tersebut masih merupakan pernyataan perusahaan dalam sumber yang tersedia.
Acara tersebut memperlihatkan lebih dari sekadar rencana produk: Tiangai 300 berjalan pada perangkat keras, sementara Iluvatar juga mempresentasikan sistem skala rak, komputasi heterogen, dan demonstrasi edge AI.3
6 Ini memberi gambaran lebih nyata tentang ambisi perusahaan membangun sistem komputasi, bukan hanya rancangan arsitektur.
Namun, demonstrasi itu belum membuktikan keunggulan kinerja secara luas atas produk NVIDIA. Klaim H200 merujuk pada hasil pengujian pihak ketiga, tetapi metode tes, model, dan kondisi beban kerjanya belum diungkap dalam laporan yang dikutip.3 Agar perbandingan dapat dinilai dan diulang, perusahaan perlu memublikasikan model dan versinya, presisi numerik, ukuran batch, pengaturan input dan output, konfigurasi perangkat keras, tumpukan perangkat lunak, definisi latensi, serta asumsi di balik perhitungan biaya. Sampai rincian itu tersedia, angka-angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai hasil spesifik yang dilaporkan dan estimasi perusahaan, bukan peringkat umum yang bisa direproduksi secara independen.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Iluvatar CoreX memperlihatkan Tiangai 300 beroperasi pada perangkat keras untuk pertama kalinya, dan mengutip pengujian pihak ketiga yang mencatat throughput per kartu 1,05× NVIDIA H200 dalam penerapan tertentu.
Iluvatar CoreX memperlihatkan Tiangai 300 beroperasi pada perangkat keras untuk pertama kalinya, dan mengutip pengujian pihak ketiga yang mencatat throughput per kartu 1,05× NVIDIA H200 dalam penerapan tertentu. Acara itu juga menampilkan supernode IXL144, pemisahan inferensi GPU–XPU, dan sistem edge TY1200.
Iluvatar CoreX memperlihatkan Tiangai 300 beroperasi pada perangkat keras untuk pertama kalinya, dan mengutip pengujian pihak ketiga yang mencatat throughput per kartu 1,05× NVIDIA H200 dalam penerapan tertentu. Acara itu juga menampilkan supernode IXL144, pemisahan inferensi GPU–XPU, dan sistem edge TY1200.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Iluvatar CoreX demonstrate and claim at its October 28, 2026 media open day in Shanghai about the Tiangai 300 GPU’s first live hard. Article summary: At its October 28, 2026 Shanghai media open day, Iluvatar CoreX publicly demonstrated the Tiangai 300 running on real hardware for the first time, alongside heterogeneous inference and edge-AI systems—a meaningful move b. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Pada 28 Oktober 2026, Iluvatar CoreX menggelar acara media di Shanghai dan untuk pertama kalinya memperlihatkan GPU serbaguna Tiangai 300 berjalan pada perangkat keras. Perusahaan itu juga memamerkan supernode, sistem inferensi heterogen, serta produk komputasi edge. Klaim utamanya—throughput Tiangai 300 mencapai 1,05 kali NVIDIA H200 berdasarkan pengujian pihak ketiga—perlu dibaca sesuai konteks: hasil tersebut merujuk pada skenario penerapan tertentu, sementara rincian penting pengujian belum dipublikasikan.2
3
Sebelumnya, informasi tentang Tiangai 300 lebih banyak berfokus pada arsitektur dan peta jalan produk. Dalam acara ini, media dapat melihat GPU tersebut beroperasi langsung, bersama tumpukan perangkat lunak perusahaan, supernode IXL144, dan perangkat komputasi edge Tongyang TY1200.3
6 Demo perangkat keras memberi gambaran yang lebih konkret tentang sistem yang sedang dikembangkan, tetapi belum dengan sendirinya membuktikan klaim kinerja dalam perbandingan.
Menurut Iluvatar, pengujian pihak ketiga menunjukkan throughput keseluruhan end-to-end Tiangai 300—setelah dinormalisasi ke basis satu kartu—mencapai 1,05 kali NVIDIA H200 dalam penerapan umum dengan pemisahan prefill dan decode (PD). Perusahaan menyebutnya sebagai GPU serbaguna domestik pertama yang mencapai tingkat kinerja terukur H200.2
3
Angka itu bukan berarti Tiangai 300 selalu 5% lebih cepat untuk setiap model, tugas, atau konfigurasi. Hasil yang dilaporkan berlaku pada skenario tertentu. Laporan mengenai pengumuman tersebut juga mencatat bahwa metode tes, model yang digunakan, dan kondisi beban kerja belum diumumkan bersamaan dengan klaim itu.3 Pengujian pihak ketiga menjadi informasi yang relevan, tetapi tanpa detail tersebut pihak lain sulit mengulang atau menilai perbandingannya.
Iluvatar turut membahas supernode IXL144, yang sebelumnya telah diperlihatkan di sebuah pameran industri. Konfigurasi satu rak yang disebutkan perusahaan memuat 144 GPU, 18 CPU, dan sekitar 10,1 TB memori GPU.3
Perusahaan menyebut kepadatan GPU per raknya termasuk yang terdepan di industri. Iluvatar juga memperkirakan biaya per satu juta token efektif dapat turun 40% dibanding solusi internasional arus utama.3
9 Angka penghematan ini merupakan estimasi perusahaan, bukan perbandingan biaya operasional yang telah dipublikasikan dan diverifikasi secara independen.
Perusahaan mengatakan telah berhasil menjalankan penerapan AFD heterogen yang menggabungkan GPU dan XPU domestik, dengan klaim latensi inferensi turun 60%.3 Dalam pendekatan ini, tahapan komputasi seperti attention dan jaringan feed-forward dibagi ke jenis akselerator yang berbeda. Menurut laporan mengenai demonstrasi tersebut, Tiangai 300 menangani seluruh proses prefill serta attention pada tahap decode, sedangkan XPU dari mitra menangani jaringan feed-forward.
4
Penurunan latensi itu terkait dengan penerapan yang dilaporkan tersebut. Tanpa kondisi pengujian dan definisi pengukuran latensi yang jelas, angka itu belum bisa dianggap sebagai peningkatan universal untuk model atau sistem lain.3
4
Tongyang TY1200 memiliki spesifikasi 300 TOPS komputasi dense dan diperkenalkan untuk aplikasi edge AI serta kecerdasan berwujud, seperti robotika.2
3 Iluvatar mengklaim kinerjanya melampaui NVIDIA Thor T5000. Laporan berikutnya menyebut hasil sekitar 1,2 kali T5000 pada model Qwen tertentu—perbandingan untuk model-model tersebut, bukan peringkat kinerja puncak yang berlaku umum.
2
Perusahaan juga menyatakan TY1200 menjadi produk edge domestik pertama yang menjalankan simulasi fisika dengan akselerasi GPU menggunakan MuJoCo-Warp. Demonstrasi yang dilaporkan mencakup simulasi lokal untuk pembelajaran robot.2
3 Klaim “pertama” dan klaim kinerja lebih luas tersebut masih merupakan pernyataan perusahaan dalam sumber yang tersedia.
Acara tersebut memperlihatkan lebih dari sekadar rencana produk: Tiangai 300 berjalan pada perangkat keras, sementara Iluvatar juga mempresentasikan sistem skala rak, komputasi heterogen, dan demonstrasi edge AI.3
6 Ini memberi gambaran lebih nyata tentang ambisi perusahaan membangun sistem komputasi, bukan hanya rancangan arsitektur.
Namun, demonstrasi itu belum membuktikan keunggulan kinerja secara luas atas produk NVIDIA. Klaim H200 merujuk pada hasil pengujian pihak ketiga, tetapi metode tes, model, dan kondisi beban kerjanya belum diungkap dalam laporan yang dikutip.3 Agar perbandingan dapat dinilai dan diulang, perusahaan perlu memublikasikan model dan versinya, presisi numerik, ukuran batch, pengaturan input dan output, konfigurasi perangkat keras, tumpukan perangkat lunak, definisi latensi, serta asumsi di balik perhitungan biaya. Sampai rincian itu tersedia, angka-angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai hasil spesifik yang dilaporkan dan estimasi perusahaan, bukan peringkat umum yang bisa direproduksi secara independen.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Iluvatar CoreX memperlihatkan Tiangai 300 beroperasi pada perangkat keras untuk pertama kalinya, dan mengutip pengujian pihak ketiga yang mencatat throughput per kartu 1,05× NVIDIA H200 dalam penerapan tertentu.
Iluvatar CoreX memperlihatkan Tiangai 300 beroperasi pada perangkat keras untuk pertama kalinya, dan mengutip pengujian pihak ketiga yang mencatat throughput per kartu 1,05× NVIDIA H200 dalam penerapan tertentu. Acara itu juga menampilkan supernode IXL144, pemisahan inferensi GPU–XPU, dan sistem edge TY1200.