IBM memperkenalkan rancangan prosesor 2 nm dengan 11 core, yang setiap corenya dapat menjalankan instruksi z/Architecture dan Arm AArch64 secara native serta berpindah di antara keduanya dalam hitungan nanodetik. Tujuannya adalah menjalankan aplikasi Linux berbasis Arm dan inferensi AI di dekat beban kerja z/OS sert...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did IBM unveil at Hot Chips 2026 about its planned 2-nanometer dual-architecture processor that can natively execute both s390x mainfra. Article summary: IBM unveiled a planned 2 nm, 11-core processor for future IBM Z and LinuxONE systems in which each core can natively execute IBM z/Architecture and Arm AArch64 instructions, rather than using emulation or separate classe. Topic tags: general, general web, user generated, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
IBM menggunakan ajang Hot Chips 2026 untuk memamerkan perubahan besar dalam arah pengembangan mainframe-nya: prosesor 2 nm yang dirancang agar setiap core dapat menjalankan z/Architecture milik IBM dan set instruksi 64-bit Arm AArch64 secara native. Ini bukan chip dengan kelompok core Arm terpisah, dan bukan pula solusi berbasis emulasi. Menurut IBM, core tersebut dapat berpindah di antara dua set instruksi dalam hitungan nanodetik. 1414
Prosesor yang belum memiliki nama ini ditujukan untuk sistem IBM Z dan LinuxONE generasi mendatang. Ketersediaannya dibicarakan sebagai peluang untuk generasi setelah lini produk saat ini, sekitar 2029, bukan sebagai bagian dari siklus produk z17. 14 Karena itu, pengumuman ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal arah arsitektur jangka panjang daripada peluncuran produk yang bisa langsung dibeli.
Rancangan tersebut direncanakan memiliki 11 core berperforma tinggi yang dibuat dengan proses 2 nm, dengan kecepatan operasi dilaporkan di atas 5,7 GHz. Setiap core dirancang mendukung z/Architecture dan Arm AArch64 langsung di tingkat perangkat keras. 4714
Perbedaannya cukup penting. IBM tidak sekadar menambahkan klaster kecil berisi core Arm di samping core mainframe konvensional. Sebaliknya, core fisik yang sama diberi kemampuan mengakses kedua set instruksi. Dengan demikian, beban kerja IBM Z dan Arm dapat hidup dalam satu kompleks prosesor, tanpa harus membangun lingkungan server Arm terpisah atau mengandalkan lapisan penerjemahan untuk menjalankan perangkat lunak Arm. 1411
Namun, informasi yang tersedia menunjukkan bahwa desain ini masih dalam tahap pengembangan. IBM belum mengungkapkan nama produk final, daftar perangkat lunak yang sepenuhnya didukung, jadwal produksi, harga, maupun hasil uji performa independen. Spesifikasi dan rencana tersebut masih dapat berubah. 6
Keunggulan mainframe IBM bukan hanya soal kecepatan CPU. Sistem IBM Z digunakan untuk beban kerja yang membutuhkan keamanan, keandalan, skala, enkripsi, dan konektivitas I/O berkecepatan tinggi. Tantangannya, banyak perangkat lunak Linux, cloud, dan AI terbaru dikembangkan lebih dulu—atau lebih mudah—untuk Arm dan platform yang lebih luas penggunaannya.
Rancangan dua arsitektur ini ditujukan untuk memperkecil jarak tersebut. Aplikasi z/OS yang sudah ada serta Linux pada IBM Z dapat tetap berdekatan dengan sistem pencatatan transaksi utama, sementara aplikasi Linux native Arm berjalan dalam infrastruktur yang sama. Secara teori, hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk membangun ulang atau melakukan porting khusus terhadap paket perangkat lunak untuk set instruksi tradisional IBM. 14915
Meski demikian, chip ini sebaiknya dipahami sebagai jembatan, bukan pengganti IBM Z. Rancangan tersebut mempertahankan lingkungan mainframe sekaligus membuka akses ke ekosistem perangkat lunak Arm yang lebih luas. Nilai praktisnya nanti akan bergantung pada seberapa banyak perangkat lunak dapat berjalan tanpa modifikasi, bagaimana dukungan sistem operasi dan virtualisasinya, serta apakah pelanggan dapat mengelola kedua lingkungan tanpa kompleksitas operasional yang berlebihan.
IBM menggabungkan arah pengembangan prosesor dua arsitektur ini dengan akselerasi inferensi AI di dalam chip. Salah satu contoh penggunaannya adalah deteksi penipuan yang dilakukan sebagai bagian dari pemrosesan transaksi, bukan dengan mengirimkan data transaksi ke sistem lain untuk dianalisis. 1415
Pendekatan ini menyasar kendala yang umum di perusahaan besar: data sensitif dan logika transaksi sering kali tidak dapat dipindahkan dengan bebas antar-sistem. Menjalankan inferensi lebih dekat ke jalur transaksi berpotensi mengurangi perpindahan data dan latensi. Namun, pengumuman tersebut belum membuktikan seberapa besar peningkatan kecepatan atau efisiensi biaya yang akan dihasilkan sistem final.
Gagasan ini juga melanjutkan arah yang dikaitkan dengan pemrosesan sadar-penipuan pada era z17. Meski begitu, terlalu dini untuk menganggap prosesor masa depan ini sebagai bukti bahwa IBM sudah memiliki platform AI siap produksi. Performa, dukungan model, perilaku memori, dan hasil penggunaan oleh pelanggan masih harus dibuktikan. 15
Alasan IBM sebagian bergantung pada besarnya ekosistem perangkat lunak dan pusat data Arm. Arm menyatakan memiliki lebih dari 22 juta pengembang di seluruh dunia. Sementara itu, pengiriman core Neoverse telah melampaui 1,5 miliar unit, dengan 500 juta unit terakhir dikirim dalam waktu sembilan bulan, menurut Arm dan laporan mengenai kinerjanya. 303134
Ekosistem tersebut dapat membuat perangkat lunak native Arm menarik, bahkan ketika beban kerjanya sangat teregulasi atau tetap terikat pada data mainframe. Pelanggan pada akhirnya tidak perlu memilih antara keandalan IBM Z dan akses ke perangkat lunak Arm modern; keduanya dapat digunakan dalam jejak infrastruktur yang sama.
Peluangnya juga tidak terbatas pada AI. Layanan cloud, perangkat pengolah data, dan paket Linux untuk perusahaan semakin banyak menargetkan Arm selain x86. Eksekusi native dapat membuat IBM Z dan LinuxONE lebih relevan bagi pengembang yang tidak ingin memelihara jalur perangkat lunak khusus untuk mainframe.
Arsitektur yang diusulkan IBM sejalan dengan strategi hybrid cloud yang berpusat pada lokasi data. Bank, perusahaan asuransi, atau organisasi teregulasi lainnya secara teori dapat mempertahankan pemrosesan sistem pencatatan utama di IBM Z, sambil menjalankan layanan native Arm dan inferensi lebih dekat dengan data tersebut.
Dengan begitu, kebutuhan menyalin informasi sensitif ke lingkungan server x86 atau Arm terpisah mungkin dapat dikurangi. Namun, hal ini tidak menghapus kompleksitas hybrid cloud. Pelanggan tetap membutuhkan sistem operasi yang kompatibel, pengendalian keamanan, alat observabilitas, perangkat deployment, dan dukungan komersial yang berjalan lintas lingkungan.
Jadi, janji utama chip ini bukan membuat semua beban kerja menjadi sama, melainkan memberikan lebih banyak pilihan penempatan tanpa mengharuskan perusahaan meninggalkan platform mainframe. 1411
Bagi IBM, pengumuman ini merupakan upaya jangka panjang untuk memperluas pasar perangkat lunak yang dapat dijangkau mainframe, sekaligus mempertahankan perannya dalam komputasi penting bagi operasional perusahaan. Bagi Arm, desain ini membuka jalan ke lingkungan enterprise yang sangat menuntut, tempat eksekusi native dan keandalan lebih penting daripada sekadar menawarkan CPU server serbaguna lainnya.
Namun, ini bukan bukti bahwa Arm akan segera menggantikan x86. x86 masih memiliki keunggulan besar dalam kompatibilitas perangkat lunak, dukungan vendor, perkakas pengembangan, dan pengalaman operasional. IBM dan Arm tetap harus membuktikan bahwa core dua arsitektur dapat memberikan performa serta efisiensi biaya yang kompetitif tanpa menambah kompleksitas desain dan perangkat lunak secara berlebihan. 25
Respons pasar juga menunjukkan bahwa rancangan ini masih berada pada tahap awal. Pengumuman tersebut mungkin penting secara strategis, tetapi belum menjadi pendorong pendapatan jangka pendek. Kinerja IBM dalam waktu dekat tetap lebih bergantung pada bisnis perangkat lunak, konsultasi, dan infrastruktur yang sudah berjalan. Pendapatan IBM pada kuartal kedua 2026 dilaporkan sebesar US$17,2 miliar, naik 1% secara tahunan tetapi berada di bawah konsensus analis yang dikutip. 17
Sejumlah angka yang beredar dalam pembahasan lebih luas tidak terbukti jelas sebagai bagian dari pengumuman IBM di Hot Chips. Bukti yang tersedia mendukung klaim Arm mengenai lebih dari 22 juta pengembang dan lebih dari 1,5 miliar pengiriman core Neoverse. 303134
Sebaliknya, laporan yang tersedia belum memberikan verifikasi independen atas klaim bahwa infrastruktur IBM relevan terhadap lebih dari 70% transaksi ekonomi global. Angka 76% dari Omdia mengenai keragaman silikon juga belum dapat dipakai sebagai bukti langsung mengenai peluang pasar prosesor ini tanpa sumber yang lebih kuat.
Pengungkapan IBM di Hot Chips penting karena perusahaan mengusulkan eksekusi Arm native langsung di dalam core mainframe, bukan melalui core Arm tambahan atau emulasi. Jika terealisasi sesuai rancangan, sistem IBM Z dan LinuxONE masa depan dapat menggabungkan beban kerja z/OS serta Linux pada IBM Z dengan perangkat lunak Linux native Arm dan inferensi AI, sambil menjaga lebih banyak pemrosesan tetap dekat dengan data penting.
Catatan utamanya adalah waktu dan pelaksanaan. Prosesor ini masih berupa desain masa depan dan kemungkinan baru tersedia beberapa tahun lagi. IBM juga belum menunjukkan performa final, cakupan perangkat lunak, keekonomian, atau tingkat adopsi pelanggan.
Untuk saat ini, pengumuman tersebut paling tepat dipandang sebagai jembatan strategis antara basis mainframe IBM dan ekosistem enterprise Arm yang terus berkembang—bukan tantangan langsung terhadap x86 dan bukan pula penggerak pendapatan IBM dalam waktu dekat.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
IBM memperkenalkan rancangan prosesor 2 nm dengan 11 core, yang setiap corenya dapat menjalankan instruksi z/Architecture dan Arm AArch64 secara native serta berpindah di antara keduanya dalam hitungan nanodetik.
IBM memperkenalkan rancangan prosesor 2 nm dengan 11 core, yang setiap corenya dapat menjalankan instruksi z/Architecture dan Arm AArch64 secara native serta berpindah di antara keduanya dalam hitungan nanodetik. Tujuannya adalah menjalankan aplikasi Linux berbasis Arm dan inferensi AI di dekat beban kerja z/OS serta Linux pada IBM Z, sehingga kebutuhan memindahkan data sensitif atau mem porting paket Linux khusus untuk mainfr...
Pengumuman ini penting secara strategis bagi IBM dan Arm, tetapi dampak komersialnya belum terbukti.