Huawei Connect 2026 bukan terutama panggung untuk satu cip akselerator baru. Pesan terbesarnya justru ada pada sistem yang menghubungkan ribuan prosesor AI. Huawei memperkenalkan Atlas 960E SuperPoD, sebuah supernode AI berbasis NPU Ascend 960 yang memadukan UnifiedBus dan mesin interkoneksi optik baru bernama Hi-ONE.
Targetnya adalah membuat ribuan NPU bekerja lebih menyerupai satu mesin besar, untuk pelatihan dan inferensi model hingga 10 triliun parameter.
13
6
Angka utama Atlas 960E
Huawei menyebut Atlas 960E sebagai SuperPoD pertama berbasis near-package optics (NPO). Dalam konfigurasi satu sistem, spesifikasinya mencakup:
- hingga 4.096 NPU;
- 8 EFLOPS komputasi FP8;
- 16 EFLOPS komputasi FP4; dan
- kapasitas HBM hingga 1 PB.
UnifiedBus menyediakan pengalamatan memori terpadu untuk seluruh sistem tersebut.
38
13
Angka ini perlu dibaca secara tepat: semuanya adalah klaim spesifikasi tingkat sistem dari Huawei, bukan hasil pengujian independen untuk satu cip Ascend 960 atau tolok ukur lintas vendor.
Huawei juga mengatakan 960E memakai 5.500 unit Hi-ONE, alih-alih 48.000 modul optik 800G konvensional yang secara tradisional diperlukan untuk konektivitas NPU serupa. Menurut perusahaan, pendekatan ini memangkas konsumsi daya lebih dari 550 kilowatt dan menggandakan keandalan sistem.
13
Mengapa NPO, Hi-ONE, dan UnifiedBus penting?
NPO membawa koneksi optik lebih dekat ke paket prosesor
Near-package optics menempatkan konektivitas optik dekat dengan paket prosesor. Jarak yang harus ditempuh sinyal secara elektrik sebelum diubah menjadi sinyal optik menjadi lebih pendek. Huawei mengatakan rancangan ini memberi kecepatan lebih tinggi dan penggunaan energi lebih rendah dalam arsitektur SuperPoD-nya.
9
13
Pada sistem AI skala raksasa, masalahnya bukan hanya seberapa cepat sebuah NPU menghitung. Bobot model, aktivasi, dan data antara harus terus berpindah di antara banyak akselerator. Koneksi antarcip dapat menjadi hambatan yang sama pentingnya dengan kemampuan komputasi mentah.
Hi-ONE adalah mesin interkoneksi optiknya
Hi-ONE merupakan komponen interkoneksi optik Huawei untuk desain NPO. Huawei menggambarkannya sebagai sistem yang mengintegrasikan sumber cahaya dan dirancang untuk bandwidth tinggi, latensi rendah, serta konsumsi daya rendah.
13
Pelaporan atas pengumuman ini menyebut implementasi 7,2 Tbps, dengan 36 jalur pada 200 Gbps per jalur, serta angka latensi komunikasi 10 nanodetik yang dinyatakan Huawei untuk mesin optik tersebut.
32
Angka 10 nanodetik itu bukan latensi ujung ke ujung seluruh SuperPoD. Laporan terpisah menyebut latensi pulang-pergi sekitar 2 mikrodetik pada sistem yang terhubung UnifiedBus secara lebih luas.
11
35
UnifiedBus membuat banyak NPU bertindak seperti satu sistem
UnifiedBus adalah lapisan fabric dan pengalamatan memori Huawei untuk menghubungkan komputasi, memori, dan penyimpanan. Pada Atlas 960E, teknologi ini memungkinkan pengalamatan memori terpadu di seluruh konfigurasi 4.096 NPU.
38
Huawei juga mengatakan SuperCluster berbasis UnifiedBus secara arsitektural dapat diperluas hingga satu juta NPU. Ini adalah klaim kemampuan skala arsitektur, bukan angka sistem yang telah diumumkan sebagai instalasi nyata.
2
34
Klaim untuk model 10 triliun parameter
Huawei memosisikan Atlas 960E untuk pelatihan dan inferensi model dengan hingga 10 triliun parameter.
6 Untuk beban kerja tertentu pada skala itu, perusahaan dikabarkan mengklaim peningkatan throughput pelatihan hingga 2,3 kali dan throughput inferensi hingga 2,5 kali dibanding Atlas 950.
4
35
Klaim tersebut menjelaskan alasan teknis di balik NPO dan UnifiedBus: ketika model membesar, efisiensi pertukaran data antar-akselerator menjadi faktor penentu. Huawei belum mempublikasikan benchmark independen yang memungkinkan perbandingan menyeluruh dengan berbagai beban kerja maupun alternatif Nvidia.
Posisi Ascend 960 dibanding Ascend 950
Dalam roadmap sebelumnya, Huawei menyatakan Ascend 960 akan memiliki dua kali kemampuan komputasi, bandwidth akses memori, kapasitas memori, dan jumlah port interkoneksi dibanding Ascend 950.
30 Atlas 960E menerapkan silikon generasi berikutnya itu dalam sistem optik yang lebih terintegrasi.
Nama produknya perlu dibedakan. Atlas 960E yang dirinci di Connect 2026 adalah sistem berbasis NPO dengan 4.096 NPU. Materi roadmap sebelumnya juga menggunakan nama Atlas 960 SuperPoD untuk konfigurasi masa depan yang lebih besar. Karena itu, angka Atlas 960 dari pengumuman berbeda tidak selalu merujuk pada konfigurasi produk yang sama.
25
38
Roadmap Ascend 960DT dan 960PR
Huawei mempercepat jadwal dua varian Ascend 960:
- Ascend 960DT, yang ditujukan untuk pelatihan AI, direncanakan pada kuartal I 2027—tiga kuartal lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
1
3
- Ascend 960PR, yang ditujukan untuk inferensi, direncanakan pada kuartal III 2027—satu kuartal lebih cepat dari rencana sebelumnya.
1
5
Roadmap sebelumnya menargetkan Ascend 960 pada kuartal IV 2027, dengan 2 PFLOPS FP8 dan 4 PFLOPS FP4 untuk cip tersebut.
30 Pengumuman Connect 2026 memperjelas arah platformnya, tetapi detail spesifikasi per cip yang dapat diverifikasi secara independen untuk varian DT dan PR masih terbatas.
Ambisi menjadi penyedia infrastruktur AI seperti Nvidia
Peluncuran ini menunjukkan Huawei mencoba membangun tumpukan infrastruktur AI dari ujung ke ujung: prosesor Ascend, memori berbandwidth tinggi, interkoneksi optik, sistem Atlas, dan lapisan perangkat lunak untuk penerapan model. Strateginya sejalan dengan upaya China mengurangi ketergantungan pada pemasok semikonduktor asing, khususnya Nvidia.
9
18
Ada catatan besar dari sisi manufaktur. Kontrol ekspor AS melarang Huawei bekerja sama dengan TSMC, dan Huawei belum mengumumkan siapa produsen cip-cip tersebut. Analis mengaitkan Huawei dengan SMIC, foundry terbesar China, tetapi hubungan itu merupakan penilaian analis—bukan konfirmasi terbuka dari Huawei.
19
Optimasi model juga akan sangat menentukan. Kapasitas perangkat keras tidak otomatis menggantikan ekosistem perangkat lunak matang; pengembang tetap membutuhkan framework, compiler, dan implementasi model yang telah dituning. Laporan bahwa DeepSeek berencana memakai Ascend 950DT untuk inferensi, sambil tetap menggunakan perangkat keras Nvidia untuk pelatihan, menggambarkan sekaligus kemajuan Huawei dan tantangan yang tersisa.
21
Kendala pasokan dan ekspansi internasional
Ambisi Huawei dibatasi kendala produksi dalam waktu dekat. Ketua bergilir Huawei, Eric Xu, mengatakan perusahaan belum mampu memproduksi peralatan komputasi AI dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan di China. Karena itu, Huawei tidak berencana melakukan ekspansi internasional penuh, walaupun tetap memasok pasar tertentu yang permintaannya kuat.
20
Xu juga mengatakan pengembang AI China mungkin belum memiliki model yang cukup maju untuk menghadapi risiko keselamatan AI terdepan seperti yang dilaporkan perusahaan-perusahaan AS. Reuters melaporkan bahwa ia mendorong pengembangan kemampuan AI berkelanjutan sambil menyeimbangkan inovasi dan risiko.
17
Intinya
Atlas 960E adalah pernyataan paling tegas Huawei bahwa persaingan infrastruktur AI akan ditentukan pada level sistem: prosesor, memori, optik, fabric, dan perangkat lunak harus bekerja sebagai satu kesatuan. Konfigurasi yang diumumkan—4.096 NPU, 8 EFLOPS FP8, dan HBM 1 PB—sangat ambisius, dengan NPO sebagai pusat inovasi teknisnya.
13
38
Namun, platform ini masih berada pada tahap roadmap dan angka performa terpentingnya berasal dari Huawei sendiri. Kemampuannya menjadi alternatif yang berkelanjutan bagi Nvidia akan bergantung pada kapasitas produksi, adopsi perangkat lunak, performa pada model nyata, dan ketersediaan sistem di luar China.
20
19